
Keesokan harinya...
Alin mulai mengerjapkan matanya saat ada cahaya terang yang mulai masuk ke dalam kamar lalu membuka matanya saat merasa ingin buang air kecil. Namun tubuhnya masih ditahan oleh pelukan Raka. Alin berusaha memindahkan tangan Raka dan mulai menggeliatkan tubuhnya yang terasa remuk akibat ulah Raka semalam yang tak melepaskannya dan tak membiarkan tidur walau sebentar.
"Aahhhw" pekik Alin saat ingin turun dari ranjang namun kakinya terasa kaku.
"Sayang, ada apa?" Tanya Raka yang terbangun saat Alin memindahkan tangannya.
"Aku mau pipis tapi kaki aku kram mas" ucap Alin.
Raka pun turun dari ranjang dan akan mengendong Alin membawanya ke kamar mandi.
"Iihhh kebiasan deh pakai dulu baju kamu!" Ucap Alin.
"Aku sekalian mau mandi jadi gak perlu" saut Raka.
Alin hanya menghela nafasnya kasar karena. Raka lalu mendudukan Alin dikloset saat tiba dikamar mandi setelah itu Raka mulai mengisi air hangat kedalam bathtub untuk mandi. Lalu menggendong Alin kembali memasukannya kedalam bathtub untuk beredam air hangat yang telah Raka siapkan dan ikut masuk bersama Alin.
"Aku perhatiin kayanya kamu udah gak pernah muntah lagi yank" ucap Raka yang duduk didepan Alin.
"Iya emang udah gak pernah mual dan muntah aku juga heran" saut Alin.
"Ini juga kayanya tambah besar" ucap Raka dengan senyum nakal.
Alin pun langsung menyilangkan tangannya didada saat menyadari tatapan Raka.
"Udah gak usah ditutupin aku juga udah lihat dan nikmatin juga, maksud aku itu ini" bohong Raka sambil menarik tangan Alin agar duduk dipangkuannya dan mengelus perut Alin yang mulai buncit. Alin semakin merona karena kini Raka memeluknya dari belakang sambil terus mengelus perut Alin dan bersandar dibahu Alin sambil terus menciumi leher Alin.
"Geli mas" ucap Alin.
"Geli apa enak" goda Raka.
__ADS_1
Alin pun mencubit paha Raka yang ada disampingnya.
"Aahhw, sakit yank" pekik Raka namun tangannya malah menuntun tangan Alin untuk menyentuh belalainya.
"Masss" kesal Alin.
"Bentar aja ya biar dia tertidur" ucap Raka dengan suara tertahan sambil meremas-remas dada Alin.
"Aku masih cape mas" tolak Alin sambil menggigit bibir bawahnya agar tak mendesah.
"Dosa loh nolak keinginan suami" jelas Raka yang kini sedang memainkan ujung dada Alin.
"Tapi semalam kan udah dan kamu juga gak biarin aku buat tidur" ucap Alin masih berusaha menolak keinginan Raka karena masih benar-benar lelah.
"Abis kamu nikmat banget sih bikin aku selalu ketagihan terus" ucap Raka sambil mengangkat sedikit tubuh Alin agar belalainya bisa masuk keinti Alin sambil duduk berpelukan didalam bathtub.
"Aaahhhk" desah Alin yang lolos saat belalai Raka bersemanyam dibagian inti Alin. Raka pun mulai membantu Alin menaik turunkan pinggangnya dan melakukan ritual suami istri kembali...
***
"Iya sore ini gue langsung balik, kasihan bokap gue gak ada yang bantuin" saut Mira.
"Yah masa gue ditinggal sendiri sih gak asyik lo" kesal Lia.
"Gak kebalik tuh yang sendirian tuh gue lo kan masih ada Alin" cetus Mira.
"Iya juga sih, tapi Alin kan pasti bakal honeymoon sama suaminya secara pengatin baru pasti gak mau diganggu" ucap Lia.
"Iya juga sih, kapan ya kita bisa nyusul Alin?" tanya Mira yang masih sama-sama jomblo.
"Em iya ya kenapa dari jaman kuliah kita masih aja jomblo" saut Lia.
__ADS_1
"Udah ah balik yo ngapain juga kita masih disini" ajak Mira.
"Nunggu bang Dion jemput gue lah" saut Lia.
Pucuk dicinta ulam pun tiba kini Dion sedang berjalan kearah mereka.
"Lia, hai Mir" sapa Dion yang kini berdiri disamping Lia.
"Hai bang" saut Lia dan Mira bersamaan.
"Yuk cabut lo sekalian bareng gue aja Mir" sambung Lia.
"Kamu tuh ya abangnya baru dateng bukannya ditawarin minum dulu kek malah langsung mau cabut aja" dengus Dion.
"Yaudah nih habisin minum aku aja bang" ucap Lia.
"Dasar adek durhaka abang nya malah dikasih sisa" saut Dion yang kesal namun tetap menghabiskan minuman Lia.
Mira pun jadi terkikik dengan kelakuan adek kakak yang absrut.
"Ayok Mir" ajak Lia.
Mira pun mengangguk setuju dan berjalan meninggalkan restoran yang ada dihotel tempat Alin semalam mengadakan resepsi...
***
Raka dan Alin yang telah selesai mandi pun kini sedang menikmati makan siang sekaligus sarapan yang terlewat karena bangun kesiangan. Alin yang benar-benar sudah kelaparan pun makan dengan lahapnya.
"Pelan-pelan Yank gak ada yang mau berebut sama kamu" ucap Raka.
Namun Alin tak menghiraukan Raka dan tetap menikmati makanannya yang sudah tersaji dikamar hotel membuat Raka tersenyum dengan tingkah Alin yang menurutnya menggemaskan...
__ADS_1