
Setelah selesai makan Raka yang tadi menyadari kalau Alin belum menggunakan cincin pernikahan pun membawa Alin ke toko perhiasan.
"Ko kesini?" Tanya Alin.
"Iya ayok? Ajak Raka lalu menggenggam tangan Alin.
"Selamat datang ada yang bisa saya bantu tuan...nyonya" ucap salah satu pegawai toko.
"Kita cari cincin pasangan" saut Raka.
Pegawai toko itu pun membawa Alin dan Raka untuk memilih-milih cincin.
"Kamu suka yang mana?" Tanya Raka.
Alin pun mulai melihat-milihat cincin yang ia sukai.
"Coba lihat yang ini mba" ucap Alin menunjuk salah satu cincin pada pegawai.
"Ini nyonya silakan" ucap pegawai itu sopan.
"Gimana mas kamu suka nggak?" Tanya Alin pada Raka sambil mencobanya.
"Iya suka ko desainnya bagus dan simpel" saut Raka.
"Ok mba kita ambil yang ini" ucap Raka.
Raka lalu melakukan pembayaran sedang Alin kini sedang melihat sekeliling. Setelah Raka selesai mereka pun meninggal kan toko itu dan kembali ke kantor...
***
"Kamu udah lama temanan sama Alin?" Tanya Dika memulai percakapan.
"Sudah dari awal masuk SMA kenapa?" Tanya balik Lia.
__ADS_1
"Gak papa cuma ingin tahu aja" saut Dika.
"Ohw" singkat Lia.
"Sudah punya pacar?" Tanya Dika yang penasaran.
"Belum" saut Lia.
"Boleh dong kalau kita lebih dekat lagi" ucap Dika mencoba mengutarakan isi hatinya.
"Maksudnya?" Tanya Lia.
"Emm sebenarnya aku sudah mulai tertarik saat pertama kali ketemu kamu, boleh gak kalau kita lebih dari sekedar rekan kerja" ucap Dika ragu-ragu.
"Emm...aku" bingung Lia.
"Gak perlu jawab sekarang, yang penting kamu jangan jauhi aku apa lagi hindari aku karena aku ngomong gini ke kamu" ucap Dika.
"Iya, yaudah balik yuk" ucap Lia mengganti topik agar tidak canggung.
***
"Tunggu Al" ucap Raka saat Alin akan masuk kamar setelah tiba diapartemen.
"Ada apa?" Tanya Alin.
Raka pun mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan memberikan nya pada Alin.
"Apa ini?" Bingung Alin saat menerima kotak kecil yang Raka berikan.
"Buka aja" ucap Raka.
Alin pun menurut dan membuka kotak itu.
__ADS_1
"Ini..." ucap Alin.
"Iya suka tidak?" Tanya Raka.
"Suka ko terima kasih" ucap Alin sambil tersenyum.
"Aku bantu pasangin ya" ucap Raka.
Alin mengangguk dan Raka pun mengambil kalung yang ia berikan dan memasangkannya dileher jenjang Alin.
Alin tersenyum senang mendapat hadiah dari Raka sambil memegang kalung berbentuk bulan sabit itu.
Lalu Raka tiba-tiba berlutut didepan Alin setelah memasangkan kalung itu.
"Aku tahu mungkin ini sedikit terlambat tapi... maukah kau hidup bersama ku hingga maut memisahkan dan menghabiskan waktu hingga tua bersama ku" ucap Raka sambil mengeluarkan cincin yang tadi dibeli.
Alin pun terkejut dan terharu dengan yang Raka lakukan hingga tanpa terasa cairan bening menetes ke pipi nya.
"Iya aku mau" ucap Alin sambil mengangguk.
Raka pun memasangkan cincin itu di jari manis Alin lalu memeluknya dengan erat sambil mengecup kening Alin.
Alin pun membalas pelukan Raka dan memasangkan cincin satunya ke jari manis Raka lalu mereka berpelukan kembali dan Raka mencium mesra bibir Alin lalu menggendongnya membawanya ke kamar.
"Aku belum mandi mas" ucap Alin saat Raka sudah mengukungnya diatas ranjang.
"Setelah ini kita mandi sama-sama" saut Raka dan mencium bibir Alin kembali sambil terus menghisapnya dengan tangannya yang juga mulai membuka pakaian Alin setelah itu melemparnya kesembarang arah lalu ciuman Raka pun turun menyusuri leher jenjang Alin mencium dan menjilati leher itu membuat tanda kepemilikan disana sambil tangannya yang kini sudah bermain-main di dada Alin meremas dan terus memainkan ujungnya membuat Alin mendesah keenakan.
"Eemmm aaahhhh" desah Alin yang membuat Raka semakin bergairah dan kini menciumi dada Alin terus membuat tanda kepemilikan disana. Alin pun tak tinggal diam kini tangan nya mulai membuka jas dan kancing kemeja Raka lalu melepaskan nya hingga kini keduanya sudah sehelai benang pun yang menutupi tubuh keduanya.
Setelah puas bermain-main di dada Alin kini ciuaman Raka pun semakin turun melewati perut dan tiba dibagian inti Alin bersemayam disana menikmati yang ada dihadapannya membuat tubuh Alin menggelinjang merasakan sensasi yang Raka berikan dan sedikit menekan kepala Raka kebagian intinya hingga sampai pada pelepasan pertama. Raka pun langsung menghisap dan menelan cairan yang keluar dari bagian inti Alin lalu mengarahkan belalainya kebagian inti Alin dan menghentak-hentakan pinggulnya agar belalainya masuk kebagian inti Alin.
"Aahhk" suara Alin saat belalai Raka masuk dengan sempurna.
__ADS_1
Raka pun mulai menggerakan pinggulnya maju mundur dengan pelan dan semakin cepat terus memompa Alin hingga satu jam dan mencapai pelepasannya menyiramkan kembali benihnya dirahim Alin dan tumbang disampingnya.