Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 39


__ADS_3

Waktu terasa berlalu begitu cepat hingga kini usia kandungan Alin pun sudah masuk tujuh bulan / 28 minggu dan hubungan Raka dan Alin pun semakin lengket dan harmonis. Walau kini Alin hanya jadi ibu rumah tangga namun ternyata tak seburuk yang Alin pikir. Walau tugasnya hanya mengurus Raka dan kehamilannya namun ia kini justru bahagia karena tak melewatkan momen bahagia tumbuh kembang bayi yang ia kandung apalagi Raka selalu hadir dan menemaninya saat ikut kelas hamil, Raka selalu meluangkan waktunya untuk menemani dan mendampingi Alin.


Alin yang sudah tak sabar ingin mengikuti kelas hamil pun pamit pada mama Sarah karena Alin ingin memberi kejutan pada Raka yang masih dikantor...


"Makasih ya pak" ucap Alin saat tiba dikantor Raka lalu menyuruh supirnya untuk pulang karena ia akan pulang dengan Raka. Pak supir pun mengangguk menuruti perintah nona mudanya.


Alin langsung berjalan menuju loby dan masuk kedalam lift menuju ruang kerja Raka dilantai paling atas.


Ting...


Suara pintu lift yang terbuka. Alin melangkah keluar dengan bahagia ingin membuka pintu dan memberi Raka kejutatan.


"Sayang...."


Raka menoleh saat ada suara wanita memanggilnya dan terkejut.


"Sayang aku kangen banget sama" ucap wanita itu lembut lalu menghampiri dan langsung duduk dipangkuan Raka sambil memeluknya.


Alin yang tadinya ingin melangkah masuk pun mengurungkan niatnya saat mendengar dan melihat Raka sedang bermesraan dengan wanita lain membuatnya meneteskan buliran bening tanpa disadari dan kembali menutup pintu yang baru sedikit ia buka lalu pergi begitu saja.


"Apa yang kamu lakukan?" Pekik Raka sambil menepis tangan yang bergelayut dilehernya lalu mendorongnya.


"Sayang kamu apa-apaan sih kenapa jadi kasar gini sih sama aku?" Ucap wanita yang terhempas itu.


"Kamu yang apa-apaan, main nyelong aja" kesal Raka.


"Kamu masih marah?" Tanya wanita itu.


"Sekarang kan aku udah balik jadi jangan marah lagi yah" sambung wanita itu sambil membujuk Raka.


"Kamu pulang atau tidak pun gak ada urusannya sama aku" cetus Raka.


"Sayang jangan gitu dong aku kan dulu udah minta maaf" manja wanita itu.


"Dan aku dulu juga udah bilang kalau kamu pergi hubungan kita selesai" tegas Raka.

__ADS_1


"Sayang kamu kan tahu alasan aku pergi, kenapa masih marah aja sih" jelas wanita itu.


"Kamu juga tahu kan aku gak suka kalau kamu jadi model dan kamu lebih milih karir kamu ketimbang aku jadi lebih baik kamu keluar sekarang" usir Raka.


"Sayang tega banget sih kamu usir aku" ucap wanita itu dan masih enggan pergi.


"Dave masuk keruangan saya" perintah Raka pada sambungan teleponnya.


Tok...tokk...


"Masuk" ucap Raka.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Dave.


"Usir wanita ini dan jangan biarkan dia masuk lagi" lantang Raka.


Sesil yang mendengar ucapan Raka pun langsung menoleh kearah Raka dengan tatapan tidak suka. Namun Raka tak terlalu memikirkannya.


"Nona silakan keluar sebelum saya melakukannya dengan kasar" ucap Dave berusaha tetap sopan.


Raka mulai menyelesaikan pekerjaannya kembali agar bisa segera selesai dan menjemput Alin lalu menemaninya kekelas hamil...


***


Sampainya dirumah Raka pun langsung melangkahkan kaki nya masuk kedalam setelah mengucapkan salam.


"Loh Ka kamu ko pulang ada yang ketinggalan?" Tanya mama Sarah.


"Gak mah, aku mau jemput Alin" saut Raka.


"Loh bukan Alin udah berangkat nyamperin kamu" bingung mama Sarah.


"Maksudnya mah?" Raka tambah bingung.


"Alin tadi pamit sama mama katanya mau nyamperin kamu kekantor" jelas mama Sarah.

__ADS_1


"Alin kekantor? Kapan mah?" Tanya Raka.


"Sekitar satu jam yang lalu dianter mang Asep" jelas mama Sarah.


"Raka gak ketemu Alin mah" bingung Raka.


Tanpa mendengar jawaban sang mama Raka kembali berlari keluar pasalnya ia tadi sempat melihat mamg Asep di pos satpam.


"Mang... mang Asep" panggil Raka.


"Iya den ada apa?" Tanya mang Asep.


"Mamang tadi anter Alin?" Raka balik tanya.


"Iya den tadi mamang yang nganter nona muda kekantor kata mau menuin aden dan langsung nyuruh mamang pulang saat sampai den" jelas mang Asep.


"Oke makasih mang" ucap Raka.


Raka lalu menghubungi Dave untuk menanyakan keberadaan Alin dikantor. Dave pun langsung memeriksa cctv agar cepat menemukan Alin.


"Halo pak, tadi bu Alin memang kekantor sebelum anda memanggil saya namun hanya membuka pintu ruang kerja bapak setelah itu pergi lagi" jelas Dave.


"Oh siht apa jangan-jangan Alin lihat waktu Sesil diruang" guman Raka.


Raka sudah berkali-kali menghungi Alin namun tak bisa ia juga sudah mencari lokasi Alin dengan gps nya namun juga tak terlacak mungkin karena ponsel Alin mati. Padahal Raka sudah mewanti-wanti saat Alin dulu juga tak ada kabar dan ternyata ia ada diapartemennya.


"Iya apartemen" guman Raka lalu masuk ke mobilnya lalu melajukannya pergi keapartemen namun hasilnya juga nihil Alin tak berada diapartemennya atau pun apartemen Raka. Lalu Raka pun mencoba menghubungi sahabat-sahabat Alin namun hasilnya juga sama membuat Raka semakin frustasi apalagi kini dengan kandungan Alin yang semakin membesar.


"Kamu dimana yank jangan bikin aku panik? Semoga kalian baik-baik saja dan selalu dalam lindunganNYA" guman Raka dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


TETAP DUKUNG AUTHOORNYA TERUS YAH DENGAN LIKE,,,VOTE DAN KOMEN TERIMA KASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2