
Malam harinya...
Setelah selesai makam malam mama Sarah, papa Bagas, Raka dan Alin sedang duduk santai diruang tengah sambil membicarakan acara tasyakuran tujuh bulanan kehamilan Alin yang akan diadakan lusa...
"Permisi tuan, nyonya ini minumnya" ucap mbok Yem sambil meletakan cemilan dan minuman.
"Iya mbok makasih ya" saut mama Sarah.
"Emm maaf den tadi siang ada yang nyari den Raka" ucap mbok Yem.
"Siapa mbok?" Tanya Raka.
"Emm simbok lupa nanya den, tapi perempuan den" saut mbok Yem.
"Katanya sih nanti akan datang lagi den" sambung mbok Yem.
"Oya udah mbok makasih" saut Raka.
"Iya sama-sama den kalau gitu simbok permisi dulu" pamit mbok Yem.
"Tumben ada perempuan yang nyari kamu Ka" bingung mama Sarah.
"Raka juga gak tahu mah" saut Raka.
"Oya Al besok belanja yuk" ajak mama Sarah.
"Boleh mah" saut Alin.
"Tapi mama harus inget gak boleh lupa waktu" ucap papa Bagas.
"Iya pah, papa tenang aja" saut mama Sarah.
"Yaudah Yank keatas yuk biar kamu bisa istirahat" ajak Raka pada Alin dan Alin hanya mengangguk.
"Mah...pah kita naik dulu ya" sambung Raka.
"Iya naik lah papa sama mama masih ingin ngobrol dulu" saut papa Bagas.
__ADS_1
"inget Ka jangan bikin istri kamu lembur lagi" sindir mama Sarah.
"Iya mah kalau gak lupa" saut Raka.
Alin hanya diam dan menunduk karena malu dengan muka yang sudah merona. Raka lalu menggandeng istrinya dan membawanya ke kamar...
***
Raka kini sedang membersihkan diri dan mengganti bajunya di kamar mandi sedang kan Alin kini duduk selonjoran diranjang sambil memainkan ponselnya.
"Asyik banget kayanya" ucap Raka sambil merebut ponsek Alin.
"Iihhh mas kamu usil banget sih" kesal Alin yang sedang membalas pesan dari Lia dan Mira.
"Pantes gak mau diganggu ternyata lagi chatingan sama mantan" ketus Raka yang melihat ada pesan baru dari Reyhan. Alin pun dibuat bingung dengan ucapan Raka.
"Maksudnya mas?" Tanya Alin.
"Gak usah pura-pura udah ketahuan juga" saut Raka yang cemburu sambil memperlihat pesan dari Reyhan.
"Nih kamu lihat aja sendiri" sambung Alin sambil memperlihatkan chatinganannya dengan Lia dan Mira.
"Tapi tadi___" ucap Raka.
"Tadi Rey baru kirim dan itu pun kamu yang buka" potong Alin.
"Jelek tahu kalau manyun gitu" sambung Alin sambil ngeledek suaminya yang sedang cemburu.
"Mas aku tuh cuma sayang sama kamu jadi kamu harus percaya sama aku" bujuk Alin lalu memeluk Raka.
"Bener yank" ucap Raka.
"He'emm" saut Alin sambil mengangguk.
Raka pun membalas pelukan Alin sambil mengecup keningnya.
"Tapi tetap aja mas gak suka kamu dekat lagi dengan Reyhan apalagi dia kan mantan kamu" ucap Raka yang masih memeluk Alin.
__ADS_1
"Mas kalau pun aku deket sama dia tapi hati aku sudah milik kamu sepenuhnya dan juga aku udah anggap Reyhan sebagai abang aku" jelas Alin.
"Itu kan menurut kamu dia nya belum tentu seperti itu" ucap Raka.
"Mas hanya takut dia rebut kamu dari mas, apalagi dulu kalian pernah pacaran" sambung Raka.
"Aku juga kan udah jaga jarak mas sama dia, kamu gak percaya sama aku mas?" Saut Alin.
"Mas percaya kok, kamu juga harus percaya sama mas, yaudah bobo yuk udah malam" ucap Raka.
"Iya pokoknya kita harus percaya satu sama lain jangan sampai ada yang ditutupin" saut Alin.
Mereka pun akhirnya tidur dengan Raka yang memeluk Alin dari belakang...
***
"Kenapa Alin gak bales ya pesan dari aku? Apa dia sudah tidur" guman Reyhan yang tidur sendirian di apartemennya sambil terus teringat dengan kenangannya bersama Alin. Walaupun sudah berusaha ikhlas melepaskan dan merelakan Alin bahagia dengan sahabatnya namun hati kecilnya masih saja terus berharap kalau Alin bisa kembali lagi kesisinya. Apalagi kalau Reyhan teringat dengan ucapan Alin yang tak pernah menghianatinya, coba saja Reyhan dulu mau mendengarkan penjelasan Alin dan tak pergi begitu saja mungkin semuanya masih bisa diperbaiki tapi sekarang entah kenapa Reyhan merasa menyesal dengan keputusannya waktu itu apalagi hubungan kedua nya dulu yang sudah terjalin dengan baik dan bahkan sudah merencanakan untuk menikah tak bisa begitu saja Reyhan lupa kan karena bersama Alin dia merasa dicintai, banyak kebahagian dan kenangan indah yang terjalin dan tak mungkin bisa dilupakan begitu saja membuat Reyhan semakin frustasi.
.
.
.
.
.
BAGI YANG SUKA AUTHOOR MOHON DUKUNGANNYA DENGAN
LIKE...
VOTE...
DAN KOMEN...
TERIMA KASIH 🤗🤗🤗
__ADS_1