
Pagi harinya...
Alin mulai mengerjapkan mata nya saat ia merasa ingin buang air kecil lalu mulai beranjak dan pergi ke kamar mandi.
"Eemm mau kemana yank" ucap Raka saat merasa ada pergerakan di samping nya.
"Mau pipis mas" saut Alin lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Raka pun mulai menggeliat dan perlahan membuka matanya lalu melihat jam yang menunjukan pukul 05:30 pagi yang ada di nakas samping ranjangnya.
"Udah yank" ucap Raka saat melihat istrinya sudah keluar.
"Bobo lagi yuk masih pagi juga" sambung Raka sambil menepuk kasurnya.
"Gak bangun aja? Kita olahraga yuk" ajak Alin karena hari ini weekend jadi Raka tidak ke kantor.
"Ayok" ucap Raka semangat lalu menarik pelan tangan istrinya hingga Alin pun duduk di pangkuan suaminya.
"Ya bangun dong mas! Kenapa aku nya malah di tarik?" Bingung Alin.
"Lah kata nya tadi ngajakin olahraga? Raka balik tanya.
"Ihh kenapa otak kamu isi nya itu mulu sih" kesal Alin yang baru ngeh dengan maksud suaminya.
"Kita lari pagi mas ku sayanggg" sambung Alin menjelaskan maksud nya.
"Ohw mas fikir olahraga itu" ucap Raka sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Yaudah bangun yuk" ajak Alin sambil menarik tangan suaminya agar segera bangun.
"Kiss dulu dong" manja Raka sambil menunjuk bibirnya.
Cup... Alin pun mengecup kilas bibir Raka menuruti kemauan suaminya.
Kemudian mereka pun pergi ke kamar mandi bersama dan bersiap untuk jalan pagi mengelilingi komplek...
***
__ADS_1
Di rumah sakit...
Reyhan yang baru memejamkan matanya subuh tadi jadi terbangun mendenger teriakan Mira yang terus memanggil dokter.
"Ada apa Mir?" Tanya Reyhan saat menghampiri Mira yang panik sambil terus menekan tombol untuk memanggil dokter dan terus bertiak.
"Ayah Rey___" ucap Mira terpotong saat dokter dan suster datang.
"Silakan tunggu di luar dulu agar bisa di tangani dokter" ucap sang suster ramah.
Reyhan pun menurut dan menuntun Mira yang enggan untuk pergi meninggalkan sang ayah.
"Kita tunggu diluar dulu yuk biar di periksa sama dokter dulu" bujuk Reyhan agar Mira mau menunggu diluar. Mira pun dengan berat hati melangkahkan kakinya dan keluar.
Reyhan lalu menuntun Mira agar duduk terlebih dulu dan terus berusaha menenangkan Mira yang kini mulai menangis.
"Kamu harus kuat Mir" ucap Reyhan sambil mengusap punggung Mira.
"Tapi Rey ayah tadi___" ucap Mira yang tak mampu menyelesaikan kata-katanya.
"Menangis lah kalau itu memang bisa membuat mu merasa lega jangan terlalu dipendam" sambung Reyhan.
Mira pun langsung menangis dipelukan Reyhan. Reyhan yang tega pun terus mengusap punggung Mira agar ia merasa lebih baik. Setelah menunggu hampir 30 menit akhirnya dokter pun keluar.
"gimana keadaan ayah saya dok?" Ucap Mira saat melihat dokter yang baru keluar.
"Kondisinya makin menurun bu karena terlalu stres dan banyak fikiran jadi harus dipindahkan ke ruang ICU" jelas sang dokter.
Mira yang mendengar penjelasan sang dokter pun langsung merasa lemas dan langsung terduduk dilantai.
"Tolong lakukan yang terbaik ya dok untuk kesembuhan beliau" ucap Reyhan lalu membantu Mira untuk duduk di kursi.
"Bapak tenang saja itu memang sudah menjadi tugas dan kewajiban saya" saut sang dokter.
"Terima kasih dok" ucap Reyhan.
"Kalau begitu saya permisi dulu" pamit sang dokter.
__ADS_1
Reyhan yang melihat Mira tak berdaya dan terus menangis pun membuatnya ikut merasa sakit dan terus berusaha untuk membujuk Mira yang tengah kalut dan terlihat semakin menyedihkan...
***
Di tempat lain...
Alin dan Raka yang baru selesai jalan pagi kini sudah kembali dan tengah sarapan bersama diruang makan setelah mereka mandi terlebih dulu dan kini keduanya sedang duduk santai di gazebo taman belakang menghabiskan waktu berdua.
"Habis makan duduk dulu mas jangan tiduran" ucap Alin saat suaminya tidur di pangukuannya sambil terus mengelus perut nya.
"Aku kan mau main yang dengan anak kita" saut Raka.
"Kan bisa sambil duduk mas" ucap Alin.
"Tapi lebih nyaman seperti ini yank" saut Raka.
Alin pun hanya menghela nafasnya kasar karena ia tak akan bisa menang berdebat dengan suaminya.
"Yank kamu udah siapin nama buat anak kita?" Tanya Raka sambil terus membelai perut istrinya.
"Belum mas" ucap Alin sambil menggeleng.
"Yaudah mulai sekarang kita harus fikirin nama yang bagus untuk anak kita" ucap Raka antusias dan mulai mencari nama yang bagus untuk anaknya.
"Emm mas boleh gak kalau nanti tambahin nama keluarga aku didalamnya?" Ragu Alin.
"Tentu boleh ini kan anak kamu juga" ucap Raka.
Alin pun merasa lega dengan jawaban suaminya karena biasanya hanya ada nama keluarga ayah dinama sang anak.
.
.
.
TOLONG TINGGALIN JEJAK DENGAN LIKE...VOTE...DAN KOMEN NYA UNTUK SELALU DUKUNG AUHTOOR AGAR SEMAKIN SEMANGAT BUAT UP TERIMA KASIH 🤗🤗🤗
__ADS_1