
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit kini ayah Dimas pun sudah diizinkan pulang oleh dokter dengan catatan tetap harus melakukan rawat jalan karena belum sembuh sepenuhnya hanya keadaannya yang memang lebih baik dari sebelumnya...
Di dalam mobil...
"Yah gimana kalau ayah istirahat dulu di rumah sebelum kembali ke kota A" tawar Reyhan sambil mengemudikan mobilnya.
"Gak usah Rey ayah bisa istirahat di apartemen Mira ko" tolak ayah Dimas yang tak ingin merepotkan menantu juga besannya.
"Yaudah deh gimana baiknya ayah aja" ucap Reyhan yang tak ingin memaksa.
"Oya apa kalian sudah putuskan akan tinggal dimana?" Tanya ayah Dimas.
"Loh ayah ko nanyanya gitu? Tentu aja Mira akan tinggal sama ayah" saut Mira tanpa pikir panjang.
"Memang sudah kamu diskusikan dengan suami mu? Ingat nak sekarang kamu sudah menikah dan menjadi seorang istri jadi harus nurut dan denger perkataan suamimu" nasihat ayah Dimas pada putrinya.
Mira pun langsung menuduk setelah melirik Reyhan sekilas yang sedang fokus mengemudi karena ia memang belum mendiskusikannya dengan Reyhan sebelumnya.
"Kalau boleh dan ayah izinkan rencananya kita juga akan tinggal sama ayah" saut Reyhan yang memahami posisi Mira apalagi mertuanya juga baru keluar dari rumah sakit dan tak ada yang merawatnya kalau ia mengajak Mira tinggal bersama orang tuanya.
"Tentu aja boleh, ayah malah seneng dan juga rumah ayah rumah kalian juga nak jadi tak perlu sungkan" ucap ayah Dimas yang bahagia karena Reyhan memang sosok yang tepat untuk menjadi suami putrinya karena perilaku dan sikap dewasanya...
Mereka kini telah sampai di apartemen. Mira segera membantu sang ayah ke kamar agar bisa istirahat dan kini Reyhan tengah duduk di sofa ruang tamu.
"Minum dulu Rey" ucap Mira yang baru kembali dari dapur dan ikut duduk di samping Reyhan.
"Iya makasih" ucap Reyhan lalu meminumannya.
"Maaf ya soal tadi, aku langsung ambil keputusan tanpa bicarain terlebih dulu sama kamu" sesal Mira.
"Iya gak papa aku ngerti ko,kalau aku di posisi kamu aku juga akan melakukan hal yang sama" ucap Reyhan yang dapat memahami posisi Mira.
"Jadi kamu gak keberatan dan beneran setuju?" Tanya Mira.
"Iya" singkat Reyhan sambil mengangguk.
"Makasih ya Rey" ucap Mira senang dan reflek memeluk Reyhan.
Reyhan yang awalnya kaget pun kini membalasnya dengan mengusap pungung Mira.
__ADS_1
"Emm maaf" ucap Mira yang tersadar lalu melepas pelukannya dan menunduk karena malu.
"Kenapa minta maaf?" Bingung Reyhan.
"Eh gak, aku beres-beres dulu ya" ucap Mira untuk mengganti topik dan segera pergi untuk bersiap kembali ke kota A.
Reyhan hanya mengangguk dan tersenyum kilas melihat Mira yang perlahan menjauh. Walau keduanya belum saling mencintai namun mereka sepakat untuk menjalani pernikahan ini dengan sewajarnya dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain karena pernikahan bukan hal untuk main-main...
***
Setelah semuanya siap kini ayah Dimas, Reyhan dan Mira pun bergegas untuk ke kota A namun sebelum itu mereka mampir dulu ke rumah orang tua Reyhan untuk pamit dan mengambil beberapa keperluan Reyhan untuk tinggal bersama Mira juga ayah Dimas.
"Gays gue balik dulu ya, maaf baru kasih kabar" ketik Mira dalam grup WA nya.
"Loh ko balik emang ayah lo udah sembuh?" Balas Alin.
"Iya emang bokap lo udah sembuh?" Timpal Lia.
"Sembuh sih belum tapi udah mendingan ko dan tetap rawat jalan" jelas Mira.
"Ohw terus sekarang lo masih di rumah sakit atau gimana? Tanya Alin.
"Gue udah dijalan Lin" balas Mira.
"Iya soalnya ayah gak mau tinggal di apartemen dan kerjaan gue juga udah numpuk" balas Mira.
"Tapi harusnya lo kasih tahu kita dari kemarin-kemarin" balas Alin.
"Ya maaf deh gak kepikiran gue" balas Mira yang memang pikiranan dari kemarin hanya kondisi sang ayah juga pernikahanan dadakannya.
"Yaudah deh lo hati-hati dijalan dan kalau ada masalah kasih tahu kita jangan di pendam sendiri" balas Lia.
"Iya Mir lo harus inget lo masih punya kita dan jangan sungkan" timpal Alin.
"Iya thanks ya, eh udah dulu ya nanti sambung lagi bay" balas Mira mengakhiri obrolan singkatnya.
"Oke" balas Lia dan Alin...
***
__ADS_1
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan kini mereka pun telah sampai di rumah ayah Dimas yang terlihat sejuk dan masih asri itu.
Tok...tokk...
Bi Inah yang sudah diberi tahu oleh Mira sebelumnya pun sudah menunggu dan segera membukakan pintu saat mendengar ada yang mengetuknya.
"Assalamualaikum" ucap Mira sedangkan Reyhan sedang memapah mertuanya.
"Wa'alaikum salam" saut bi Inah.
"Silakan masuk tuan, non" sambung bi Inah dan sedikit kaget melihat pria tampan yang sedang memapah tuannya itu.
"Iya bi, oya bi tolong bawain barang-barangnya ya bi" ucap Mira.
"Baik non" saut bi Inah lalu segera menghampiri mobil yang terparkir.
"Ayo masuk Rey" ajak Mira.
Reyhan mengangguk lalu membantu ayah Dimas duduk di sofa ruang tamu sedangkan Mira kini pergi ke dapur untuk membuat minum.
"Semoga kamu betah ya tinggal disini dan jangan sungkan" ucap ayah Dimas.
"Iya yah" saut Reyhan yang kini duduk di sebelah mertuanya.
"Minum dulu yah, Rey" ucap Mira.
"Makasih" saut Reyhan.
"Ayah ke kamar dulu ya" pamit ayah Dimas setelah minumannya tandas.
"Ajak suami ke kamar Mir biar bisa istirahat" sambung ayah Dimas.
"Ayo Rey" ajak Mira agar Reyhan bisa segera istirahat.
Reyhan pun mengikuti Mira sambil terus melihat-melihat rumah Mira yang tak sebesar rumahnya namun terlihat elegan dengan letak ruang yang tepat.
Bruukk...
"Ahhw" pekik Mira karena Reyhan menabraknya.
__ADS_1
"Maaf Mir gak sengaja" sesal Reyhan yang tak menyadari Mira sudah berhenti di depan pintu kamar.
"Iya gak papa masuk yuk" ajak Mira agar Reyhan bisa segera istirahat setelah mengemudi.