
Paginya kini Alin pun mulai mengerjapkan matanya karena sinar matahari yang mulai masuk kesela-sela gorden yang tak tertutup sempurna membuatnya kini harus membuka kedua matanya dan sedikit merasa sesak karena Reyhan yang memeluknya terlalu erat. Alin pun mencoba menggeser tangan Reyhan yang masih melingkar diperut Alin dan sedikit menjauh dari tubuh Reyhan. Namun Reyhan malah menarik kembali tubuh Alin kedalam pelukannya dan menenggelamkan kepala Alin di dada bidangnya...
"Sayang aku sesak, gak bisa nafas" ucap Alin.
"Bentar aja yang, masih pagi juga mau kemana sih" tanya Reyhan.
"Ya gak perlu kenceng-kenceng juga yang, kamu mau bunuh aku" ketus Alin.
Reyhan pun menautkan kedua alisnya mendengar jawaban Alin kemudian sedikit melonggarkan pelukannya.
"Kamu ko ngomongnya gitu sih" ucap Reyhan yang tak suka ucapan Alin barusan.
"Tapi aku beneran gak bisa nafas kalau kamu meluknya erat banget" ucap Alin.
"Yaudah maaf gak sengaja, sini aku kasih nafas buatan" ucap Reyhan yang mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alin.
"Ihh bau tau, belum gosok gigi juga" ledek Alin dan menjauhkan wajahnya dari wajah Reyhan. Namun gerakan Alin kurang cepat dari Reyhan karena Reyhan sudah lebih dulu mengecup kilas bibir Alin.
"Iihsss kamu mah, udah ah lepasin aku mau turun" kesal Alin. Reyhan pun hanya terkekeh melihat Alin yang cemberut dan berniat melepas pelukannya membuat wajah Alin makin ditekuk karena kesal.
"Udah jangan ngambek ntar cantiknya ilang loh" ucap Reyhan sambil menoel hidung Alin yang mancung.
__ADS_1
"Maka lepasin aku mau pipis nih ntar kalau aku pipis disini gimana" keluh Alin pasalnya mereka sudah hampir setengah jam berdiam diatas ranjang karena Reyhan yang enggan melepas pelukannya sementara Alin sejak tadi ingin ke kamar mandi namun ditahan Reyhan.
"Jangan dong, gimana kalau aku aja yang pipisin kamu" ucap Reyhan dengan senyum nakalnya.
"REYHAN kamu tuh yah pagi-pagi udah mesum aja" pekik Alin yang menghenpaskan tangan Reyhan dengan keras lalu segera pergi ke kamar mandi.
"Bercanda yang jangan marah dong" sesal Reyhan yang kaget karena Alin menghempaskan tangannya.
"Bercandanya gak lucu" ucap Alin yang menghilang dibalik kamar mandi. Sebenarnya Alin gak marah hanya saja sudah tak tahan ingin ke kamar mandi. Selesai dari kamar mandi kini Alin pun hendak ke dapur untuk menyiapkan sarapan meninggalkan Reyhan yang masih duduk ditepi ranjang...
***
Kini Reyhan dan Alin pun sudah duduk dimeja makan sarapan dengan roti selai dan secangkir kopi setelah keduanya mencuci muka dan menggosok gigi.
Terdengar pintu apartemen Reyhan diketuk.
"Kamu habisin dulu gih baru setelah itu mandi, biar aku aja yang buka" titah Reyhan melihat roti Alin hanya tinggal beberapa gigitan. Alin pun hanya mengangguk. Sementara Reyhan melangkah kearah pintu dan membukanya.
"Ngapain kalian pagi-pagi kesini" kesal Reyhan setelah tau siapa yang datang.
"Iihsss bukannya disuruh masuk juga malah diem bae ditengah pintu" saut Satria yang langsung nyelong masuk setelah mendorong Reyhan agak kesamping.
__ADS_1
"Lo tuh yah bener-bener gak ada ahlak" dengus Reyhan setelah Satria dan Raka masuk kemudian langsung menutup pintu. Alin yang kini telah menghabiskan sarapannya pun hendak beranjak ke kamar dan mandi namun langkahnya terhenti ketika Satria yang berjalan didepan langsung menghampirinya di susul Raka dan Reyhan.
"Pagi cantik" sapa Satria yang duduk didepan Alin yang terhalang oleh meja makan membuat Alin kembali duduk. Kini Raka pun ikut duduk disamping Satria berhadapan dengan Reyhan.
"Pagi juga" saut Alin dengan senyum ramah.
"Lagi pada sarapan yah, mau juga dong dibikinin kopi" ucap Satria.
"Boleh, kamu mau juga" saut Alin dan bertanya pada Raka.
"Iya" jawab Raka. Setelah itu pun Alin membuat dua kopi panas lagi untuk sahabat Reyhan dan meletakanya dimeja kemudian mempersilakanya.
"Makasih" ucap Satria dan Raka bersamaan. Alin mengangguk pelan.
"Aku tinggal dulu yah" pamit Alin pada Reyhan, Raka dan Satria lalu meninggalkan meja makan.
"Kondisikan mata lo kalau gak mau gue congkel" ucapan Reyhan yang penuh ancaman pada Satria.
"Sayang bro kalau dilewati pemandangan seindah ini" saut Satria tanpa sadar yang sedang melihat Alin berjalan menjauh masih dengan mengenakan kaos oblong Reyhan.
"Kalau lo inget dia itu CEWE GUE" ucap Reyhan penuh penekanan.
__ADS_1
"Sorri..sorri hilaf gue" ucap Satria.
"Awas aja lo kalau macem-macem" ancam Reyhan. Raka pun hanya menggeleng dengan kelakuan sahabatnya. Mereka pun akhirnya ngobrol santai setelah satu minggu dijejali dengan dokumen-dokumen yang membuat mereka sakit kepala...