
Saat jam istirahat...
"Dimana?" Tanya Raka lewat pesan singkat.
"Dikantin" balas Alin.
"Udah makan dulu kali, baru ditinggal bentar aja udah chatingan mulu" sindir Lia.
"Ini juga kan lagi makan" saut Alin sambil terus memainkan ponsel nya masih berharap ada kabar dari Reyhan.
"Iya tapi fokusnya ke ponsel bukan ke makanan" cetus Lia.
"Emang segitunya yah Reyhan pengin tahu semua aktifitas lo" sambung Lia.
"Emm sebenarnya bukan gitu Lia" ucap Alin yang akhirnya menceritakan semua masalah nya pada Lia.
"Whaat serius lo" kaget Lia.
"Pak Raka CEO kantor kita?" Sambung Lia memastikan.
Namun Alin hanya mengangguk.
"Kenapa lo baru cerita sih?" Ucap Lia.
"Gue pikir semuanya gak akan serumit ini Lia" keluh Alin.
"Terus Reyhan gimana?" Tanya Lia.
__ADS_1
"Gue juga gak tahu, masih belum ada kabar dan gak bisa gue hubungi" ucap Alin lesu.
"Terus hubungan lo sama pak Raka gimana?" Tanya Lia.
"Ya gak gimana-gimana tapi tolong lo jangan kasih tahu siapa-siapa ya" pinta Alin yang tak ingin mempublikasikan hubungan nya dengan Raka.
"Oke, gak gimana-gimana? Maksud nya gimana sih? kan lo sekarang sudah merrid ma dia" ucap Lia semakin bingung.
"Yah hubungan gue cuma status aja karena anak dalam kandungan gue" jelas Alin.
"Kontrak maksud lo?" Tanya Lia.
Alin menggeleng sambil terus makan.
"Gue jadi makin bingung deh Lin?" Tanya Lia lagi.
"Ya tapi tetap aja lo kan udah resmi merrid sama dia dimata hukum dan agama" ucap Lia.
"Tahu deh ahh udah yuk balik kerja lagi, udah gak usah dibahas lagi gue jadi pusing" ucap Alin sambil beranjak meninggalkan kantin...
***
"Ini rujak nya pak" ucap Dave saat tiba diruang Raka.
"Oke taruh aja dimeja" saut Raka.
"Bapak yakin hanya makan siang dengan ini?" Tanya Dave memastikan.
__ADS_1
Namun Raka hanya mengangguk ia sendiri juga heran kenapa tiba-tiba ingin makan rujak dan tak ingin makan yang lain nya. Dave pun akhir nya pergi setelah mendapat perintah dari Raka dan melanjutkan tugas yang tertinggal karena mencari rujak...
***
Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat kini usia kehamilan Alin sudah masuk 10 minggu namun walau begitu perut Alin masih saja tetap rata dan mual muntah dipagi hari pun tetap saja hadir walau agak membuat Alin sedikit repot saat akan bekerja dan memulai hari-hari nya...
"Lin besok aku harus ke luar kota kamu yakin gak papa aku tinggal sendiri?" Tanya Raka memastikan dan sedikit khawatir dengan kondisi Alin.
"Gak papa ko aku juga sudah biasa tinggal sendiri diapartemen" ucap Alin.
"Tapi kan sekarang kamu sedang hamil" bingung Raka.
"Ya tapi gak ada bedanya juga kan" ucap Alin.
"Ya udah terserah kamu deh tapi kalau ada apa-apa kamu langsung kabari aku yah!! Karena mungkin aku seminggu disana" jelas Raka.
"Iya" singkat Alin.
"Yaudah susu nya habisin gih setelah itu kamu istirahat" ucap Raka.
Alin pun hanya mengangguk menuruti perintah Raka dan mulai memejam kan mata disusul oleh Raka yang tidur disebelah Alin...
***
Pagi hari nya...
Setelah bersiap dan sarapan Alin dan Raka pun berangkat ke kantor tak ada percakapan diantara kedua nya hanya hening hingga tiba di kantor dan Alin turun sedang kan melajukan kembali mobilnya dengan Dave dan sopir yang akan mengantarnya keluar kota untuk menyelesaikan proyek baru disana hingga harus Raka sendiri yang hadir dan tak dapat diwakilkan oleh asisten nya...
__ADS_1