
Kini Raka pun sudah duduk disofa ruang tamu nya sambil terus berusaha agar tetap tenang pasal nya tadi Raka hampir tergoda oleh penampilan Alin yang hanya memakai kemeja Raka yang kebesaran dan hanya menutupi separuh paha Alin membuat Raka menelan salivanya dengan kasar maklum saja Raka itu pria dewasa yang normal apalagi ia juga pernah menikmati tubuh Alin walau setengah mabuk namun rasa itu masih terasa jelas dibenak nya.
"Dave tolong bawakan beberapa pakaian wanita ke apartemen ku" ucap Raka pada sang asistennya lewat sambungan telpon.
"Baik pak" saut Dave yang bingung tidak biasanya Raka membawa perempuan ke apartemen nya.
"Oya sekalian makan siang" sambung Raka yang langsung memutus panggilan telpon nya tanpa menunggu jawaban Dave.
Setelah menunggu hampir setengah jam kini Dave pun sampai di apartemen Raka namun ia tak di izin kan masuk oleh Raka yang hanya membuka pintu dan mengambil paperbag dari tangan Dave kemudian menyuruh nya pulang kembali...
***
Sementara itu kini Alin sedang duduk ditepi ranjang ia sebenarnya cukup lelah setelah acara akad tadi apalagi ia bangun lebih pagi dari biasanya namun Alin masih takut kalau Raka nanti akan berbuat sesuatu pada nya saat Alin tertidur membuat ia terpaksa untuk tetap terjaga.
"Tok...tok...
Raka mengetuk pintu kamar dulu sebelum masuk membuat Alin langsung menoleh dan melihat Raka yang sedang berjalan kearah nya.
"Ini baju ganti buat kamu setelah itu turun makan dulu!" Ucap Raka sambil menyerahkan paperbag nya ke Alin.
Alin pun menerima itu dan mengangguk lalu masuk kamar mandi untuk mengganti bajunya.
__ADS_1
"Dari mana dia dapet baju ini? Kenapa begitu pas ditubuh ku" guman Alin.
Alin pun keluar setelah mengganti baju nya dan melihat Raka yang sedang duduk disofa kamarnya.
Raka yang mendengar pintu kamar mandi dibuka pun menoleh kearah Alin dan mengajak Alin turun untuk makan siang dilantai bawah tempat dapur, kamar mandi kecil dan ruang tamu sedang kan dilantai atas hanya satu kamar dan ruang kerjanya.
"Aku gak tahu kamu suka atau gak sama makanan ini" ucap Raka yang kini sudah duduk di meja makan bersama Alin.
"Aku bukan pemilih makanan ko" saut Alin yang mulai menyendok makanan tersebut.
"Bagus deh kalau gitu" ucap Raka ikut memakan-makanan nya.
Namun tanpa diduga saat Alin sedang mengunyah makanan tersebut ia merasa mual dan segera berlari kearah kamar mandi samping dapur beruntung apartemen Raka terlalu luas jadi Alin dengan mudah melihat kamar mandi itu dan memuntahkan isi perutnya.
"Aku gak papa ko" saut Alin dari dalam. Namun Alin tak kunjung membuka pintu membuat Raka panik dan membuka pintu yang memang tidak dikunci oleh Alin.
"Alinnn" teriak Raka yang mendapati Alin tengah terduduk lemas karena sudah mengeluarkan semua isi perut nya.
Raka dengan cepat pun menggendong Alin ala bridal style naik menuju kamarnya setelah itu membaringkan Alin diranjang. Dan langsung mengambil ponsel nya dari saku celana kemudian menghubingi seseorang.
"Kamu sakit" tebak Raka yang kini duduk ditepi ranjang samping Alin.
__ADS_1
"Aku gak papa ko cuman lemas aja" saut Alin pelan.
"Gak papa gimana muka kamu pucat gini ko" ucap Raka.
"Kamu istirahat gih bentar lagi dokter kesini" sambung Raka yang memang tadi langsung menghubungi dokter keluarga nya. Dan tak lama pun dokter itu sampai dan kini sedang memeriksa Alin.
"Gimana keadaan istri gue Ren?" tanya Raka setelah melihat Renata selesai memeriksa Alin.
"Istri? Dia gak papa hanya kecapean dan sedikit stres" ucap Renata.
"Iya dia istri gue" jawab Raka singkat.
"Sejak kapan lo nikah?" Tanya Renata sedikit bingung pasalnya Renata tak hanya dokter namun ia juga teman Raka.
"Tadi pagi" saut Raka.
Kini Raka pun mengantar Renata sampai pintu dan meninggalkan Alin yang kini terlelap.
Setelah itu Raka pun ikut tidur disamping Alin dan melupakan makan siang nya.
__ADS_1