
Sampainya disana kini Raka dan Alin pun keluar dari mobil dan masuk kedalam. Biasanya Raka hadir ditemani sekertaris nya namun karena sekertaris nya sedang tak enak badan Raka pun menyuruhnya untuk istirahat. Sedang kini Raka ditemani Alin yang kebetulan sedang meeting dan berada tak jauh dari situ.
Setelah berada didalam Raka kini bergabung bersama rekan bisnis dan relasi yang tengah hadir, kadang mereka membahas binis atau hanya saling sapa dan juga bergurau hingga ada yang tertawa.
"Cheers" ucap salah satu rekan bisnisnya dan mengangkat gelasnya.
Raka dan Alin pun ikut mengangkat gelasnya kemudian bersulang namun Alin tak bisa minum minuman yang Raka minum karna mengandung alkohol dan hanya minum jusnya.
***
Kini acara perjamuan itu pun telah usai Raka dan Alin pun segera pulang dengan Alin yang memapah tubuh Raka yang sedikit mabuk dan jalan sempoyongan.
"Pak...tolong dong" ucap Alin pada supir supaya membawa Raka masuk ke mobil. Sang supir pun segera menghampiri Alin dan membantunya.
"Hahh... makasih yah pak" ucap Alin setelah berada dalam mobil sambil menghela nafas.
__ADS_1
"Iya bu sama-sama" ucap sang supir.
"Panggil Alin aja pak" ucap Alin karna sang supir yang sudah tua. Sang supir pun mengangguk dan melajukan mobilnya menuju apartemen Raka lebih dulu. Raka pun kini telah tertidur pulas didalam mobil sebenarnya Alin pun sudah mengantuk karna sudah hampir tengah malam namun tak enak dengan pak supir.
"Pak bangun pak...pak Raka" ucap Alin sambil menggoyangkan lengan Raka.
"Eemmm" lengkuh Raka sambil membuka matanya yang terasa berat dan kepala yang pusing.
"Kita sudah sampai pak" ucap Alin.
Alin pun ikut turun untuk membantu menuntun Raka masuk lift sampai ke depan kamar apartemen nya. Sementara itu kini pak supir telah melajukan mobilnya kembali untuk segara pulang karena ia pikir tugasnya telah selesai setelah Raka dan Alin masuk ke dalam apartemen. Alin pun menekan tombol lift agar sampai ditempat yang dituju, kini pintu lift pun terbuka Alin kembali menuntun Raka hingga sampai depan pintu dan Raka segara menekan pasword apartemen nya lalu masuk, Alin mununtun Raka untuk duduk disofa namun karena Raka tiba-tiba terhuyung dan Alin yang tak siap membuat keduanya jatuh diatas sofa dan Alin yang berada diatas Raka. Membuat Alin terkejut dan hendak bangkit namun pinggangnya ditahan oleh Raka.
"Raka lepasin" ucap Alin.
"Ayo lah gue juga bisa ko puasin lo" ucap Raka. Alin pun mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Raka.
__ADS_1
"Lepas gak!!!" ucap Alin lagi sambil tangannya berusaha melepas tangan Raka yang ada di pinggangnya.
"Udah lah gak usah sok jual mahal" ucap Raka lagi yang berfikir kalau Alin itu cewe gampangan karna Raka sering lihat Alin bareng cowo yang berbeda-beda jadi Alin nolak ajakan Reyhan untuk menikah dan kini Raka juga sedang mabuk jadi tak bisa berfikir jernih.
"Maksud lo apa ngomong gitu?" Tanya Alin bingung.
"Udah lah gak usah basa basi" ucap Raka dan langsung menarik tubuh Alin hingga kini Raka yang berada diatas.
"Lo gil___eemmm" ucap Alin yang terpotong karena Raka langsung mencium bibir Alin dengan kasar. Alin terus menggelengkan kepalanya dan memukul-mukul dada Raka namun Raka tak melapaskan bibirnya dari bibir Alin dan kini malah menahan tangan Alin keatas dan semakin melahap bibir kenyal itu sedikit menggigit pelan bibir bawahnya agar Alin membuka mulutnya namun Alin malah menggigitnya dengan keras hingga Raka memekik dan melepaskan ciumannya dan mengusap bibirnya yang sedikit berdarah. Alin segera mendorong tubuh Raka dan berlari kepintu untuk keluar dari sana namun belum sampai ke pintu tubuhnya kini melayang akibat Raka yang langsung menggendongnya dan membawanya kekamar.
"Raka lo apa-apaan sih? Lepasin gak!" Teriak Alin. Namun Raka malah melemparnya keatas ranjang.
"Lo gila apaan sih gue tuh pacar sahabat lo dan lo malah perlakuin gue kaya gini" ucap Alin yang bingung.
"Lo tenang aja Reyhan gak akan keberatan ko" ucap Raka yang ingat perkataan Reyhan kalau Alin hamil maka Reyhan akan segera menikahinya karena Raka pikir mereka sudah sering melakukannya. Alin pun terdiam mencerna semua ucapan Raka hingga tiba-tiba tubuhnya dikukung oleh Raka dan kedua tangannya digenggam erat oleh tangan Raka diatas kepalanya dan Raka kembali melahap bibirnya. Alin yang sudah lelah dan kehabisan tenaga pun hanya bisa pasrah membuat Raka dengan bebas melakukan apa yang ia inginkan dan terus menciumi Alin tanpa ada yang terlewat setelah itu Raka bangkit dan melepaskan pakaian yang Raka kenakan hingga tak tersisa sama seperti Alin yang ditelanjanginya dan segera menyatukan tubuhnya dengan tubuh Alin membuat Alin meritih merasakan sakit dan meneteskan air matanya.
__ADS_1