Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 64


__ADS_3

"Assalammualaikum" ucap Reyhan saat tiba di rumah orang tuanya.


"Wa'alaikum salam" saut mama Dina yang memang sedang menunggu putranya.


"Mah...'' ucap Reyhan lalu menghampiri mamanya dan mencium punggung tangan mamanya.


"Duduk sini nak ada yang mau mama tanyain" titah mama Dina.


Reyhan yang sudah dapat menebak apa yang ingin mama nya tanyakan pun menurut dan duduk di samping sang mama.


"Sebenarnya apa yang terjadi nak? Sampai-sampai ayahnya Mira nyuruh kamu buat nikahin anaknya?" Tanya mama Dina yang ingin dengar penjelasan dari Reyhan.


"Sebenarnya hanya salah paham aja mah seperti yang Mira jelasin" jelas Reyhan.


"Benar kalian gak melakukan itu?" Tanya mama Dina lagi.


"Sungguh mah Rey gak lakuin itu, orang saat Rey bangun ayah nya Mira udah salah paham duluan waktu lihat Rey tidur di sofa dan Mira yang baru selesai mandi masih mengenakan bathrobe" jelas Reyhan lagi.


"Jadi kamu akan menolak untuk nikah dengan Mira?" Tebak mama Dina.


"Bukan cuma Rey mah, tapi Mira juga karna kami memang gak melakukan itu" ucap Reyhan.


"Yah sudah kalau gitu nanti biar mama bicarain dulu sama papa, dan setelah ayahmya Mira sudah lebih baik biar papa yang jelasin pelan-pelan" saut mama Dina.


"Yaudah Rey mandi dulu ya mah, soalnya masih harus ke rumah sakit lagi nganterin makan buat Mira" pamit Reyhan lalu pergi ke kamarnya setelah mama Dina mengangguk...


***


Di tempat lain...


Ayah Dimas mulai membuka kedua matanya saat dirasa evek obat yang disuntikan dokter mulai menghilang dan hendak meraih gelas yang ada dinakas karena merasa haus.

__ADS_1


"Ayah mau ngapain?" Tanya Mira yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat sang ayah.


"Biar Mira yang ambil yah" sambung Mira saat menyadari sang ayah ingin meraih gelas yang ada dinakas.


"Ini yah" ucap Mira lagi sambil membantu ayah nya untuk minum.


"Makasih ya nak" lirih ayah Dimas.


"Sama-sama yah, kalau butuh sesuatu panggil Mira aja ya" ucap Mira.


"Iya nak, ayah boleh minta sesuatu sama kamu nak?" Tanya ayah Dimas pelan.


"Iya ayah mau minta apa bilang aja sama Mira gak perlu sungkan" ucap Mira.


"Ayah hanya ingin melihat putri ayah menikah sebelum ayah pergi" lirih ayah Dimas.


Jedaaarrr... Mira bagai disambar petir di siang bolong saat mendengar kata pergi dari sang ayah.


"Bukan gitu nak, tapi kondisi ayah memang sudah tak memungkinkan" jelas ayah Dimas.


"Ayah pasti sembuh ko dan setelah sehat baru bisa melihat Mira menikah" saut Mira sambil menahan tangisnya.


"Ayah hanya takut tak sempat melihat kamu menikah karena kondisi ayah yang semakin buruk" ucap ayah Dimas.


"Jadi ayah mohon ya sama kamu untuk mengabulkan permintaan terakhir ayah" sambung ayah Dimas.


"Tapi Mira mau nikah sama siapa yah pacar aja Mira gak punya? Pokok nya yang kesehatan ayah dulu" saut Mira.


"Sama cowo yang tadi pagi bukannya dia pacar kamu?" Tebak ayah Dimas.


"Yah...ayah tuh udah salah paham, kita gak sedekat itu dan hanya saling kenal aja karena beberapa kali ketemu yah" jelas Mira.

__ADS_1


"Tapi ayah lihat kamu sangat peduli dengan dia" ucap ayah Dimas.


"Aku peduli karena dia dulu pernah bantuin Mira yah" jelas Mira lagi.


"Udah sekarang yang penting itu kesehatan ayah jadi ayah harus fokus dengan kondisi ayah gak usah mikirin yang lain dulu ya" sambung Mira yang ingin mengakihir obrolannya dengan mengganti topik...


***


Sore harinya...


"Assalamualaikum sayang" ucap Raka saat sampai rumah dan langsung masuk ke dalam.


"Wa'alaikum salam mas" saut Alin lalu mencium punggung tangan suaminya.


"Kamu apa kabar sayang, cepet keluar ya biar mommy ada temennya kalau daddy lagi kerja" ucap Raka yang kini sedang berlutut agar sejajar dengan perut Alin sambil terus mengusap dan menciumnya.


"Iya daddy, kan dede selalu sama mommy" ucap Alin yang menirukan suara anak kecil.


"Udah ihh mandi dulu sana bau tahu" sambung Alin sambil menutup hidungnya pura-pura kebauan.


"Mandiin dong" manja Raka yang sudah berdiri kembali lalu mencubit hidung istrinya dengan gemas.


"Kenapa sekarang jadi manja gini sih" dengus Alin.


"Yaudah kalau gitu aku aja yang akan mandiin kamu, kamu belum mandikan" tebak Raka lalu segera mengajak istrinya untuk ke atas menuju kamar mereka.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2