Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 18


__ADS_3

Aaahhhww teriak Alin saat membuka kedua mata nya dan mendapati Raka kini tidur disamping dan sedang menghadap nya. Alin spontan langsung duduk dan menyilang kan kedua tangan nya didada.


"Ada apa?" Ucap Raka yang langsung membuka mata nya dan kaget karena teriakan Alin.


"Nga..pain kamu disini..?" Saut Alin yang panik.


"Tidurlah, ngapain lagi coba?" Jawab Raka masih bingung.


"Iya kenapa harus disini?" Tanya Alin lagi.


"Ya kalau gak disini aku harus tidur dimana?" ucap Raka.


"Kamu gak usah khawatir aku gak apa-apain kamu ko, aku tidur sini karena memang gak ada kamar lagi dan sekalian jagain kamu" sambung Raka panjang lebar.


Alin yang mendengar penjelasan Raka pun merasa sedikit lega namun setelahnya hal memalukan terjadi.


Kruyukk...kruyukk..


Perut Alin berbunyi karena memang sejak pagi Alin belum makan dan tadi ia melewatkan makan siang bahkan kini sudah jam tujuh malam membuat perut nya semakin kelaparan apalagi Alin tadi sudah memuntahkan semua isi perut nya.

__ADS_1


"Kamu siap-siap gih kita makan diluar!" Ucap Raka yang tahu kalau Alin sudah kelaparan sebenernya Raka pun sama karena sudah melewatkan makan siang. Alin pun mengangguk dan bersiap...


***


"Mau makan apa?" Tanya Raka saat sedang mengemudikan mobilnya.


"Emm... seafood" jawab Alin ragu dan masih canggung.


"Oke" singkat Raka setuju dan melajukan mobil nya ke restoran seafood yang terkenal dikota itu.


Mereka pun kini sudah duduk di dalam restoran dengan pemandang laut luas yang cantik dihiasi lampu warna warni kemudian melahap makanan yang sudah tersaji diatas meja.


"Makannya pelan aja gak ada yang berebut sama kamu" ucap Raka sambil menyodorkan tisu karna ada saus di sudut bibir Alin.


"Emm... boleh nambah gak?" Ragu Alin karena masih merasa lapar.


Raka pun mengangguk dan memanggil pelayan kembali membuat Alin tersenyum.


Raka yang melihat Alin tersenyum pun entah mengapa merasa bahagia walau kadang masih melihat Alin yang canggung atau segan pada nya namun Raka juga tak bisa memaksa Alin untuk langsung menerima nya...

__ADS_1


***


Kini Raka dan Alin pun sudah kembali keapartemen Raka. Mereka langsung ke kamar untuk membersihkan diri dan mengganti baju setelah itu Alin pun duduk bersandar diujung ranjang sambil memainkan ponselnya berharap ada kabar dari Reyhan namun semua sia-sia. Sementara kini Raka yang baru keluar dari kamar mandi menghampiri Alin dan ikut duduk ditepi ranjang sebelah Alin lalu membaringkan tubuhnya.


"Kenapa?" Tanya Raka bingung yang melihat Alin terus melihatnya.


"Emang harus yah kita tidur seranjang?" Ucap Alin.


"Yah kita kan suami istri lagi pula gak ada ranjang lagi" saut Raka.


"Iya tapi kan___" keluh Alin.


"Tapi apa? Toh kita juga sudah pernah melakukannya" potong Raka santai.


Alin pun dengan kesal merebahkan tubuh dan memunggungi Raka dan masuk kedalam selimut berusaha memejamkan matanya. Melihat itu membuat Raka sedikit menyunggingkan senyum kilas nya lucu akan kelakuan Alin dan ikut menutup matanya...


***


Keesokan harinya Alin langsung membuka matanya dan segera berlari ke kamar mandi karena merasa mual kembali hueek...hueek Alin pun mengeluarkan semua isi perutnya.

__ADS_1


Raka yang merasa ada pergerakan disamping ranjangnya pun ikut membuka matanya dan terkejut melihat Alin yang berlari ke kamar mandi dan ikut menyusul Alin masuk yang sedang memuntahkan isi perutnya. Tanpa merasa jijik Raka kini membantu menijat tengkuk Alin dengan perlahan hingga Alin selesai mengeluarkan isi perutnya dan terduduk lemas setelahnya. Raka yang melihat Alin sudah selesai muntah pun langsung mengendong Alin dan mendudukannya diranjang...


"Minum dulu" ucap Raka sambil memberika gelas


__ADS_2