
Keesokan harinya...
Raka yang sudah bangun terlebih dulu pun mulai beranjak dengan perlahan agar tak membangunkan Alin yang terlelap dan terlihat lelah akibat ulahnya semalam lalu segera kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu bersiap ke kantor setelah mengecup lembut kening Alin.
"Pagi mah...pah..." sapa Raka.
"Pagi Ka" saut papa Bagas.
"Loh Ka Alin mana? Tumben gak barengan" tanya mama Sarah.
"Alin masih tidur mah" saut Raka.
"Tumben Alin masih tidur? Dia sakit Ka" bingung mama Sarah.
"Gak ko mah Alin baik-baik aja cuma sedikit kelelahan aja" ucap Raka.
"Ko bisa Alin kelelahan? Kamu lupa kalau dia belum lama keluar dari rumah sakit" kesal mama Sarah.
"Mama ajak belanja aja kamu larang tapi kamu malah gak bisa kontrol diri kamu" sambung mama Sarah.
"Maaf mah Raka khilaf" sesal Raka yang entah kenapa tak bisa mengendalikan hasratnya.
"Inget istri kamu tuh sedang hamil besar" ucap mama Sarah.
"Udah mah udah Raka juga pasti tahu batasannya gak mungkin juga kan Raka sengaja mau nyakitin anak dan istrinya" sela papa Bagas yang sedikit mengerti posisi Raka karena ia juga pernah di posisi Raka.
"Ayah sama anak emang sama aja" kesal mama Sarah yang beneran takut terjadi sesuatu sama Alin.
"Yaudah sarapan dulu nanti bahas lagi" ucap papa Bagas.
Raka hanya diam membisu merasa bersalah juga terhadap Alin pasalnya yang diucapankan mamanya ada benarnya juga. Lalu mereka mulai sarapan tanpa ada yang bersuara lagi hingga selesai.
"Raka pergi dulu ya mah...pah.." pamit Raka lalu mencium punggung tangan mama dan papanya lalu beranjak meninggalkan meja makan dan segera kekantor...
***
Di perusahaan wiguna grop...
__ADS_1
Raka sedikit tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya karena masih memikirkan kondisi Alin yang memang baru beberapa hari keluar dari rumah sakit namun harus melayaninya diranjang. Raka sendiri heran kenapa setiap kali ia didekat Alin ia tak bisa mengendalikan dirinya walaupun Raka melakukannya dengan lembut namun yang diucapkan mamanya ada benarnya juga kondisi Alin belum stabil dan masih dalam pemulihan tak sepatutnya Raka meminta Alin untuk melayaninya.
Tok...tok...
Suara ketukan pintu membuat Raka tersadar dari lamunannya.
"Masuk" ucap Raka.
Dave pun membuka pintu setelah dapat persetujuan dari sang atasan.
"Maaf pak ada yang ingin bertemu" ucap Dave.
"Siapa?" Tanya Raka.
"Wanita yang kemaren pak katanya ada penting" saut Dave ragu.
"Bukannya kemarin sudah saya katakan jangan sampai wanita itu datang lagi" kesal Raka.
"Maaf pak tapi wanita itu memaksa masuk walau sudah dilarang oleh satpam dan mengancam akan membuat onar jika bapak tak menemuinya" ucap Dave.
"Baik pak,, kalau begitu saya undur dulu" pamit Dave.
"Oya Dave tolong kamu undur semua jadwal temu dengan klien karena saya ada urusan" perintah Raka sebelum Dave keluar dari ruangannya dan Dave pun hanya mengangguk paham apa yang diucapkan atasannya.
Raka yang sedari tadi memang tak bisa konsentrasi akhirnya merapikan berkas-berkas yang ada dimejanya lalu segera bergegas untuk pulang menemui istri dirumah...
***
Ditempat lain...
"Mah..." sapa Alin yang baru menuruni tangga.
"Al kamu udah bangun?" Saut mama Sarah.
"Iya mah maaf ya Al telat bangun" sesal Alin.
"Gak papa kamu kan emang masih butuh istirahat Al" ucap mama Sarah.
__ADS_1
"Kamu makan dulu gih nanti cucu oma kelaperan lagi didalam" sambung mama Sarah.
"Iya mah Al kebelakang dulu ya" pamit Alin.
Mama Sarah mengangguk lalu melanjutkan nonton televisi lagi sementara Alin kini sudah tiba di meja makan.
"Eh non Alin mau makan biar simbok siapin ya" ucap mbok Yem.
"Iya mbok, makasih" ucap Alin lalu mulai makan setelah disiapkan mbok Yem.
Alin pun kembali menghampiri mama Sarah diruang tengah lalu duduk disofa bergabung dengan mama Sarah yang sedang nonton.
"Assalamualaikum" ucap Raka yang baru tiba dirumah.
"Wa'alaikum salam" saut Alin dan mama Sarah bersamaan.
Raka lalu segera menghampiri Alin dan mamanya yang berada diruang tengah.
"Tumben udah pulang jam segini" ucap mama Sarah.
"Iya mah Raka mau anter Alin buat kontrol" saut Raka setelah mencium punggung tangan mamanya.
"Serius mas?" Tanya Alin lalu mencium punggung tangan Raka.
"Iya lah kan semalam udah bilang" saut Raka lalu mencium kening Alin.
"Kalau gitu mama ikut ya, biar kamu gak bisa larang dokternya lagi buat kasih tahu cucu oma laki-laki atau perempuan" ucap mama Sarah.
"Iya mah" saut Raka.
"Yaudah mama ganti baju dulu" ucap mama Sarah.
"Iya mah Al juga mau siap-siap dulu" saut Alin.
Raka pun membawa Alin ke kamarnya lalu ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sedang Alin kini sedang bersiap dan mengambilkan baju ganti untuk Raka.
Setelah itu mereka segera bergegas menuju rumah sakit..
__ADS_1