
Siang harinya...
Raka mengajak Alin untuk turun kebawah dan makan siang bersama mama Sarah karena sejak tadi mereka sudah istirahat di kamar dan belum bertemu dengan mama Sarah.
"Sayang, baru aja mama mau suruh mbok Yem buat manggil kalian" ucap mama Sarah.
"Emm maaf yah mah tadi aku sama mas Raka ketiduran sampai gak sempet buat nyamperin mama" sesal Alin.
"Iya gak papa mama ngerti ko kamu kan memang harus banyak istirahat biar cucu mama juga sehat didalam sini" ucap mama Sarah sambil mengelus perut buncit Alin.
"Yaudah kita makan yuk" sambung mama Sarah.
Raka yang sedari tadi menyimak pun kini menganggukan kepalanya menyutujui ucapan sang mama...
***
Di perusahaan wiguna grup...
Kini hubungan Lia dan Dika pun menjadi semakin dekat karena mereka sekarang lebih sering menghabiskan waktu bersama apalagi kini Alin yang sudah resign tak bisa menemani Lia saat berada dikantor dan itu membuatnya tak bisa menolak tiap kali Dika mengajaknya makan diluar saat jam istirahat seperti sekarang.
"Makannya ko gak dihabisin?" Tanya Dika.
"Apa makanannya gak enak?" Sambung Dika.
"Enak ko cuma aku memang belum terlalu lapar aja" jelas Lia.
"Ohw,, yaudah balik yuk" ajak Dika.
"Yuk" saut Lia. Mereka pun bergegas meninggalkan cafe dan kembali menuju ke kantor.
***
__ADS_1
Sementara itu kini Mira yang sudah kembali ke kota A sedang menemani ayah nya meeting dengan klien.
Mira belajar dengan sangat keras agar kondisi ayah nya yang baru membaik tak terlalu cape dan terbebani dengan urusan kantor yang sebentar lagi akan diambil alih oleh nya karena kondisi ayah nya yang semakin turun dan tak memungkinkan untuk terus mengurus masalah kantor walau tak sebesar kantor wiguna grop namun usaha ayah nya juga tak bisa dibilang kecil.
"Yah aku ke toilet dulu ya" pamit Mira saat selesai meeting.
"Iya ayah tunggu di parkiran" saut Dimas (ayah Mira).
"Oke Yah" ucap Mira kemudian meninggalkan sang ayah yang belum beranjak.
Mira segera mencari toilet karena ingin buang air kecil yang sudah ia tahan sejak tengah meeting tadi dan merasa lega saat keluar dari toilet lalu menuju parkiran untuk menemui sang ayah.
Bruuk...
Mira langsung terhuyung saat seseorang tiba-tiba menabraknya.
"Ahhw" pekik Mira.
Untung saja ada tangan kekar yang sigap menarik dan menahan tubuh Mira membuatnya tak terpetal namun harus jatuh dipelukan orang yang menabraknya.
"Reyhan"
"Mira"
Ucap keduanya bersamaan saat keduanya saling tatap.
"Maaf ya aku beneran gak sengaja" ulang Reyhan.
"Iya gak papa, emm bisa lepasin dan juga makasih" ucap Mira yang masih dipeluk Reyhan yang membuatnya tak terjatuh.
"Ohw iya sekali lagi maaf" saut Reyhan yang melepas pelukannya.
__ADS_1
"Iya gak papa, kamu ko bisa ada disini?" Tanya Mira yang memang belum jelas akan kisah Alin dan Reyhan.
"Iya aku lagi liburan disini, kamu sendiri?" Jelas Reyhan.
"Ohw aku memang tinggal disini" ucap Mira.
"Jadi ini kampung halaman kamu? Tanya Reyhan yang memang baru tahu.
Dert...dert...
"Sebentar ya aku angkat telpon dulu" pamit Mira.
Reyhan hanya mengangguk.
"Hallo Yah" ucap Mira.
"Kamu masih lama?" Tanya ayah Dimas.
"Gak ko ini udah selesai" jawab Mira.
"Yaudah ayah tutup" ucap ayah Dimas mengakhiri panggilan telponnya.
"Emm Rey maaf ya aku harus pergi udah ditunggu" pamit Mira.
"Iya gak papa aku juga masih ada urusan" ucap Reyhan.
"Oke bay" saut Mira sambil melambai dan meninggalkan Reyhan yang juga mulai beranjak.
.
.
__ADS_1
.
TETAP DUKUNG AUTHOOR YAH DENGAN LIKE,,,VOTE DAN KOMEN TERIMA KASIH 🤗🤗🤗