
Saat tengah malam...
Alin mulai membuka matanya perlahan dan sedikit binggung karena berada ditempat yang asing baginya setelah melihat isi ruangan itu dan melihat ada seseorang yang tertidur pulas disamping brankar yang ia tiduri sambil menggenggam erat tangannya.
"Reyhan" guman Alin setelah mengamati orang itu.
"Apa aku mimpi" sambungnya lalu sedikit mencubit dirinya sendiri.
"Ahhw" ringis Alin.
Reyhan yang mendengarnya pun jadi terbangun karena ada penggerakan saat tangan yang ia genggam terlepas.
"Alin kamu udah sadar? Mana yang sakit?" Tanya Reyhan khawatir.
"Iya, aku gak papa ko, kamu ko bisa ada disini?" Saut Alin.
"Syukur lah kalau gitu, iya tadi sedang berobat terus lihat kamu" ucap Reyhan.
"Kamu sakit?" Tanya Alin.
"Aku gak papa cuma kegores dikit" saut Reyhan sambil menunjukan sikunya.
"Eemm maaf dan terima kasih karena sudah menutup aib ku" ucap Alin pelan.
"Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu Lin? Waktu itu kamu bilang kamu gak pernah hianatin aku tapi kenapa kamu bisa hamil" Tanya Reyhan yang melihat perut Alin sudah membesar.
"Sebenarnya waktu itu aku diperkosa Rey, aku mau jelasin waktu itu tapi kamu gak pernah mau dengerin aku" jelas Alin yang tak ingin ada kesalah pahaman diantara mereka walaupun status mereka sudah berubah tapi bukan berarti harus saling membencikan.
Reyhan pun reflek memeluk Alin dengan erat sambil mengusap punggung Alin.
"Maaf ya aku bisa jagain kamu dengan baik sampai hal buruk itu terjadi" sesal Reyhan.
"Maaf juga karena aku gak dengerin penjelasan kamu dan pergi gitu aja" sambung Reyhan.
"Ini bukan salah kamu Rey, kamu gak perlu minta maaf" ucap Alin membalas pelukan Reyhan.
Brak...
Alin dan Reyhan terlonjak kaget saat ada yang membuka pintu dengan kasar lalu melepas pelukannya dan menoleh kearah pintu.
Raka yang mendengar kabar Alin dari orang suruhannya pun langsung pergi kerumah sakit dimana Alin dirawat dengan panik lalu langsung membuka pintu kamar rawat Alin.
"Raka" ucap Alin dan Reyhan bersamaan.
Raka pun langsung menghampiri Alin tanpa memperdulikan Reyhan yang berada disamping Alin karena sangkin panik dan khawatirnya lalu segera memeluk Alin.
"Sayang kamu gak papa kan? Anak kita juga baik-baik aja kan" ucap Raka masih memeluk Alin.
Reyhan pun terkejut karena Raka langsung memeluk Alin dan memanggilnya sayang.
"Maksud lo apa ngomong gitu?" Ucap Reyhan tak suka.
"Reyhan" ucap Raka lalu melepas pelukannya.
__ADS_1
"Kamu disini?" Sambung Raka.
"Gue tanya apa maksud lo ngomong gitu dan tadi lo bilang anak kita maksudnya apa?" tanya Reyhan lagi.
"Gue suaminya jadi wajarkan?" Raka balik tanya.
"Suami?" Tanya Reyhan lalu melihat Alin dan Raka bergantian meminta penjelasan.
Reyhan yang melihat Alin menunduk pun malah semakin emosi lalu menghampiri Raka yang berada disisi lain samping Alin.
Bhuuukk....
Bogem mentah Reyhan dipipi dan perut Raka.
"Jadi lo yang sudah perkosa Alin? Lo yang tega buat Alin sampai kaya gini hah" pekik Reyhan sambil terus memukul Raka.
Raka yang tak siap pun tak bisa menghindar terlebih lagi semua yang Reyhan ucapankan benar ada nya jadi ia memang pantas untuk menerimanya.
"Rey cukup Rey" ucap Alin berusaha turun dari ranjang dan ingin melerai.
"Ahhhw" desis Alin sambil memengang perutnya kembali membuat Reyhan menghentikan aktifitasnya dan menghampiri Alin.
"Mana yang sakit Lin? Dok...dokter" ucap Reyhan sambil berteriak dan menekan tombol.
Sementara Raka masih terduduk dilantai akibat dipukuli oleh Reyhan.
Tak lama dokter dan suster pun datang lalu segera masuk.
"Lebih baik tuan-tuan keluar dulu agar dokter bisa memeriksa keadaan pasien" ucap sang suster.
***
Sementara itu kini mama Sarah pun tak kalah cemasnya setelah mendengar Alin dilarikan ke rumah sakit. Tadinya mama Sarah ingin ikut dengan Raka namun ditolak karena sudah tengah malam.
Derrt...dertt...
"Hallo mah" ucap Raka setelah menekan tombol hijau dilayar ponselnya.
"Alin gimana Ka?" Tanya mama Sarah.
"Masih ditanginin dokter mah" saut Raka.
"Mama kesana aja ya mama beneran khawatir banget Ka" ucap mama Sarah.
"Gak usah mah, mending mama istirahat aja besok baru kesini lagian disini juga sudah ada aku yang bakal jagain Alin mah" tolak Raka.
"Yaudah deh tapi langsung kabari mama ya kalau ada apa-apa!" Perintah mama Sarah.
"Iya mah" saut Raka lalu memutuskan panggilan telponnya...
***
"Gimana keadaannya dok? Tanya Raka dan Reyhan bersamaan.
__ADS_1
"Sudah lebih baik, tapi tolong usahakan untuk tak banyak gerak dulu karena kondisinya masih belum setabil" jelas dokter.
Raka dan Reyhan pun mengangguk mengerti lalu menghampiri Alin yang tertidur karena pengaruh obat lalu duduk dikanan dan kiri Alin tanpa ada mau yang menjauh dari wanita yang masih terbaring lemah diatas brankar.
.
.
.
JANGAN LUPA UNTUK TETAP LIKE,,, VOTE DAN KOMEN YA BUAT DUKUNG AUTHOORNYA TERIMA KASIH 🤗🤗🤗
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
__ADS_1