Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 42


__ADS_3

Keesokan harinya...


Raka dan Reyhan kini masih tertidur disamping kanan dan kiri Alin. Semalam Reyhan terpaksa harus menahan amarahnya karena tak ingin mengganggu istirahat Alin dan akan memberi perhitungan pada Raka lain waktu.


Alin kini mulai membuka matanya karena evek obat yang dokter berikan sudah hilang dan lagi kini Alin merasa lapar karena sejak kemarin siang ia memang belum makan apapun ditambah lagi ia juga ingin ke kamar mandi.


"Sayang kamu udah bangun?" Tanya Raka.


Alin yang masih marah dan kecewa hanya diam saja.


"Mau minum?" Tawar Raka lagi.


Tapi Alin masih diam membisu.


"Alin kamu udah bangun? Perlu sesuatu?" Tanya Reyhan yang baru bangun.


"Aku mau ke kamar mandi" lirih Alin.


"Sini aku bantu" ucap Raka dan Reyhan bersamaan sambil mengulurkan tangan.


Alin yang masih kecewa dengan Raka pun malah menerima uluran tangan Reyhan, bukan tanpa alasan juga Alin seperti itu tapi entah kenapa juga didekat Reyhan Alin merasa aman dan dilindungi apa lagi Reyhan juga tak pernah menyakitinya seperti yang Raka pernah lakukan dan sekarang Raka juga sudah sangat membuatnya kecewa.


Setelahnya Reyhan pun membantu Alin untuk kembali naik ke brankar...


***


Sementara itu mama Sarah yang masih khawatir pun segera pergi kerumah sakit diantar oleh supir setelah pamit pada papa Bagas yang tidak bisa ikut karena harus menghendle pekerjaan Raka yang sudah dipastikan tak akan masuk kantor hari ini.

__ADS_1


"Sayang apa yang terjadi? kamu gak papa kan" tanya mama Sarah yang langsung memeluk Alin.


"Al baik-baik aja ko mah, maaf ya udah bikin mama khawatir" ucap Alin lalu membalas pelukan mertuanya.


"Syukurlah kalau gitu terus kandungan kamu gimana?" Tanya mama Sarah lagi.


"Baik juga ko mah" saut Alin.


"Oya mama bawa sup dan baju ganti kamu makan ya" titah mama Sarah.


"Biar Raka yang suapin mah" sela Raka.


"Yaudah kalau gitu" ucap mama Sarah.


"Loh Rey kamu juga disini" sapa mama Sarah yang melihat Reyhan baru keluar dari kamar mandi.


"Iya tan, tante apa kabar?" Saut Reyhan lalu menyalami mama Sarah.


"Alhamdulilah tante baik, kamu sendiri gimana?" Tanya mama Sarah.


"Baik juga ko tan, oya maaf ya tan Rey pulang dulu" pamit Reyhan.


"Lin aku pulang dulu ya kalau ada apa-apa hubungi aku" sambung Reyhan lalu berlalu.


Mama Sarah yang menyadari sesuatu pun ikut pamit dengan pura-pura ingin membeli sesuatu agar Raka dan Alin bisa ngobrol berdua.


"Yank apa yang kamu lihat kemarin tuh gak seperti yang kamu fikirkan" ucap Raka.

__ADS_1


"Aku sama Sesil tuh udah gak punya hubungan apa pun setelah putus satu tahun yang lalu" jelas Raka.


Namun Alin masih diam tak menanggapinya.


"Yank ngomong dong jangan diamin aku kaya gini" bingung Raka.


"Aku cape mas mau istirahat" cetus Alin.


Raka pun terpaksa mengalah dan akan berusaha menjelaskan lagi nanti karena yang terpenting sekarang adalah kondisi Alin dan kandungannya. Raka tahu saat ini Alin sedang salah paham terhadapnya jadi ia pun akan menjelaskannya secara perlahan agar tak jadi lebih buruk apa lagi kalau sampai Raka dan Alin sama-sama meninggikan ego masing-masing maka hasilnya bisa saja malah akan menyakiti semua orang termasuk dirinya.


***


Di kediaman Anggaran...


Reyhan yang baru sampai langsung disambut hangat dengan pelukan sang mama yang sangat rindu juga menghawatirkannya karena pergi tiba-tiba dan tak memberi kabar apa pun membuat semua orang panik.


"Sayang kamu baik-baik aja kan? mama kangen banget sama kamu" ucap mama Dina.


"Rey baik-baik aja ko mah, mama sendiri gimana?" Tanya Reyhan lalu membalas pelukan sang mama.


"Mama baik, selama ini kamu kemana aja Rey bikin mama khawatir tahu nggak" ucap mama Dina.


"Maaf ya mah" sesal Reyhan.


"Mama hanya bingung aja sama kamu bukannya waktu itu yang ingin cepet-cepet nikah tuh kamu ya? Kenapa malah kabur gitu aja untung ada Raka yang bersedia gantiin kamu" ucap mama Dina panjang lebar.


"Raka?? Jadi mama belum tahu kalau Alin hamil waktu itu dan Raka..." guman Reyhan.

__ADS_1


"Rey ko malah bengong sih, denger gak sih mama ngomong" saut mama Dina.


"Emm mah Rey naik dulu ya cape mau istirahat dulu, bau juga belum mandi" ucap Reyhan mengalihkan pembicaraan dan berlari  menuju kamarnya dengan perasaan yang masih bingung juga tentunya.


__ADS_2