Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 14


__ADS_3

Keesokan harinya...


Alin perlahan mulai membuka matanya dan melihat Reyhan yang masih tertidur disampingnya dengan posisi masih memeluknya.


Alin pun tanpa sadar terus memperhatikan Reyhan yang masih tidur, mengamati ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna wajah tampan, hidung mancung, tubuhnya pun atletis dengan dada bidang dan perut kotak-kotak bahkan Reyhan pun masih memiliki orang tua lengkap yang harmonis...


"Kamu ileran tuh" ucap Reyhan masih dengan menutup matanya.


Alin pun reflek mengelap sudut bibirnya. Reyhan pun kini sudah membuka matanya.


"Iihhh bohong banget sih, gak basah juga" polos Alin.


"Ha..ha..abis kamu lihatin aku gitu banget" kekeh Reyhan melihat tingkah Alin.


"Kalau suka kamu boleh pegang ko aku gak keberatan" sambung Reyhan sambil menggoda Alin.


"Iihstt.. itu sih maunya kamu" cetus Alin.


"Emang,, aku mau banget malah dipegang-pegang sama kamu" ucap Reyhan sambil menarik tangan Alin dan menempelkan nya didada bidangnya.


Alin pun menuruti kemauan Reyhan untuk terus meraba dada serta perut Reyhan namun tiba-tiba Alin mengelitiki Reyhan saat tangannya berada diperut Reyhan dengan tingkah jailnya yang kambuh membuat Reyhan tertawa karena kegelian. Reyhan yang sudah tak tahan pun akhirnya menarik tangan Alin dan menindihnya dibawah kukungan Reyhan lalu menaruh kedua tangan Alin diatas kepala gadis itu sambil berbisik "giliran aku yang pegang-pegang kamu" ucap Reyhan dengan senyum nakalnya dan mulai aksinya dengan mengecup kilas bibir Alin kemudia turun ke leher jenjang Alin dan meninggalkan satu tanda di leher mulus itu sambil tangannya terus beraksi memegang apa yang ingin ia pegang...


Tok...tok...


"Rey bangun Rey sudah siang!!!" Ucap Dina dibalik pintu.


Membuat Reyhan kesal karena harus menghentikan aksinya.

__ADS_1


"Iya mah ini sudah bangun lagi nunggu Alin mandi" bohong Reyhan tanpa membuka pintu.


"Yaudah mama tunggu dibawah kita sarapan sama-sama" saut Dina kemudian pergi.


Sementara itu kini Alin pun masuk ke kamar mandi bergantian dengan Reyhan...


***


"Pagi mah.. pah.." sapa Reyhan yang kini sudah berada diruang makan.


"Pagi om.. tante.." sambung Alin yang berada disamping Reyhan.


"Pagi sayang, sini duduk" saut Dina.


"Pagi juga" timpal Anggara.


Alin pun mengangguk kemudian mereka pun sarapan tanpa ada yang bersuara hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar.


"Sayang kalian cukup cari cincin dan gaun aja masalah resepsi dan yang lainnya biar mama yang urus" ucap Dina setelah mereka selesai sarapan.


"Iya mah" saut Reyhan nurut.


"Eemmm maaf tan-- eh mah kalau misalnya nikahnya dihadiri keluarga aja gimana" usul Alin ragu.


"Loh memangnya kenapa? Kamu gak suka sama resepsi yang mama atur" tanya Dina sedikit bingung.


"Bu..kan gitu mah Alin suka ko cuma Alin masih ada pekerjaan yang harus Alin selesaiin dulu jadi bisa gak kalau resepsinya diundur dulu" jelas Alin takut-takut.

__ADS_1


"Ohw gitu mama pikir kenapa, kamu sendiri gimana Rey?" Ucap Dina.


"Rey gak masalah ko mah yang penting nikah sama Alin" saut Reyhan.


"Yaudah kalau gitu terserah kalian aja" ucap Dina.


Alin pun tersenyum lega karena Reyhan dan keluarganya tak memaksanya.


Sementara itu Anggara hanya diam dan menyimak saja.


***


Sampai nya dikantor Alin pun langsung turun dari mobil setelah mencium pipi Reyhan kemudian melambai dan masuk kedalam lift yang akan mengantarnya ke ruang kerja nya. Namun tanpa sengaja Raka pun ikut masuk bersama dengan Alin dan parahnya hanya tinggal mereka berdua.


"Kamu apa kabar Lin" ucap Raka menyapa Alin untuk mengurangi kecanggungan.


"Baik pak" jawab Alin singkat dan cuek.


"Gak usah panggil pak panggil nama aja" ucap Raka yang merasa terlalu tua padahal umur mereka hanya selisih empat tahun.


"Tapi ini masih di kantor pak" ucap Alin yang ingin profesional.


Ting... pintu lift pun terbuka dilantai ruangan Alin.


"Saya permisi dulu pak" ucap Alin sopan berusaha santai agar tak tegang apalagi gugup.


Raka pun hanya mengangguk, "apa dia sudah benar-benar melupakan nya" guman nya bertanya pada diri sendiri. Dan lift pun kembali tertutup dan berjalan menuju lantai paling atas dimana ruangan Raka berada.

__ADS_1


__ADS_2