
"Minum dulu" ucap Raka yang memberi segelas air kepada Alin.
"Kita kerumah sakit yah! aku tak tega kalau lihat kamu muntah terus" sambung Raka.
Alin pun meminum air itu dan mengangguk pelan.
Raka lalu menggendong Alin kembali untuk membawanya keluar apartemen.
"Bapak turunin aku aja, aku bisa jalan ko" ucap Alin pelan.
Namun tak menggubris ucapan Alin dan terus menggendongnya.
"Aku ini suami kamu bukan bapak kamu" ketus Raka yang kesal karena Alin memanggilnya bapak walau ini bukan kantor...
***
Sampainya dirumah sakit Alin pun langsung ditangani oleh dokter.
"Maaf ya bu Alin" ucap dokter yang hendak menaikan sedikit pakaian Alin.
"Iya dok" saut Alin ramah.
Dokter pun langsung mengoleskan jel dan kemudian memeriksanya saat sudah menaikan baju Alin hingga perutnya terlihat jelas oleh Raka yang berada tak jauh dari situ.
"Suara apa itu dok?" Tanya Raka tiba-tiba yang mendengar suara gemuruh dan sedikit berisik.
"Itu suara detak jantung janin pak dan ini yang seperti biji kacang itu adalah janin bu Alin" jelas dokter.
Raka pun hanya menganggukan kepalanya mengerti.
"Janinnya sehat umur nya baru sekitar lima minggu apa ada keluhan bu" sambung sang dokter dan bertanya pada Alin.
"Ada dok, kenapa tiap pagi saya merasa mual dan muntah ya dok" ucap Alin.
__ADS_1
"Itu gejala normal ditrisemester awal bu jadi tak perlu khawatir hanya perlu menghindari bau atau makanan tertentu bu" jelas sang dokter kembali lalu membersih kan gel yang ada diperut Alin setelah itu memberi resep yang harus ditebus Raka.
Raka pun menerima resep itu dan menebusnya lalu beranjak pergi meninggalkan rumah sakit.
***
"Bisa antar saya pulang keapartemen dulu pak" pinta Alin.
"Sekali lagi kamu panggil pak saya akan mencium mu!!" Pekik Raka.
"Lalu saya harus panggil apa?" Ucap Alin yang takut dengan ancaman Raka.
"Terserah asal jangan pak apalagi ini bukan kantor" saut Raka.
"Mmmas bisa antar aku keapartemen ku dulu" ucap Alin ragu.
"Mau ngapain? Kamu kan istri ku jadi sekarang harus tinggal bersama ku" saut Raka yang bingung namun sedikit senang karena Alin memanggilnya mas.
"Iya tahu, tapi ada barang yang ingin aku ambil" ucap Alin.
"Apanya pa_emm mas?" Bingung Alin.
"Alamat apartemen mu" tanya Raka lagi.
Alin pun memberikan alamatnya dan Raka mengemudikan mobilnya menuju ke alamat tersebut...
***
"Ayo masuk mas" ajak Alin setelah tiba diapartemen nya.
Raka pun masuk dan sesekali memperhatikan apartemen itu yang tak terlalu luas juga tak sempit namun tertata dengan rapi walau hanya satu lantai.
Alin mempersilakan Raka duduk disofa dan mengambil minuman untuk Raka setelah itu Alin masuk kamarnya dan membereskan beberapa baju yang akan ia bawa dan yang paling penting adalah foto almarhum orang tua Alin.
__ADS_1
"Sudah" ucap Raka setelah melihat Alin menenteng ranselnya.
"Iya sudah" saut Alin.
"Kamu bawa apa?" Tanya Raka.
"Hanya beberapa pakaian" ucap Alin.
"Gak perlu Dave sudah menyiapkan semua keperluanmu" ucap Raka pasalnya tadi Raka sudah menghubungi Dave untuk menyiapkan semuanya.
"Tapi ini hanya beberapa mas sayang juga kalau gak dipakai" bujuk Alin.
Raka pun hanya menghela nafasnya dan mengajak Alin kembali keapartemen nya.
Diperjalanan Raka mengajak Alin untuk makan siang terlebih dahulu sebelum pulang ke apartemennya...
***
Sampainya di apartemen Raka mendudukan tubuh nya disofa sambil memeriksa email yang baru saja dikirim oleh Dave. Sementara Alin langsung masuk kamar dan segera membersihkan diri lalu mengganti baju nya dan Alin terkejut dengan pakaian wanita yang begitu banyak diwalk in closed nya yang sudah tertata rapi disebelah pakaian Raka. Setelah selesai Alin pun keluar dan sudah mendapati Raka yang duduk ditepi ranjang. Alin pun menghampirinya dan duduk disebelah sisi ranjang satunya sambil menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang.
"Alin boleh gak kalau aku pegang perut kamu bentar?" Izin Raka yang sudah dari tadi penasaranan dengan yang ada diperut Alin.
"Tapi mas__ mau ngapain?" Bingung Alin dan sedikit membuatnya takut.
"Aku janji cuma bentar ko dan gak akan macam-macam" bujuk Raka.
Alin pun hanya mengangguk pelan dan sedikit ragu.
"Makasih" tulus Raka dan membaringkan badannya diranjang dan kepala nya diatas paha Alin lalu mengusap pelan perut Alin.
Alin sontak saja kaget karena Raka bersandar diatas pahanya namun ia juga sudah tak bisa berbuat apa-apa.
"Sayang kamu apa kabar disana? Sehat terus ya dan jangan nakal" ucap Raka pada perut Alin sambil terus mengelusnya lembut.
__ADS_1
"Udah mas geli" ucap Alin yang memang kegelian dari tadi. Raka pun mendongak untuk melihat Alin setelah itu tiba-tiba Raka mencium perut Alin lalu kembali duduk diranjang.
"Makasih ya, yaudah kamu istirahat gih aku mau keruang kerja ku dulu" ucap Raka dan meninggalkan Alin yang masih mematung dan syok akibat kelakuan Raka.