
⚘⚘BAGI YANG SUKA BISA LIKE,,,VOTE DAN KOMEN BUAT DUKUNG AUTOORNYA BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP TERIMA KASIH 🤗🤗🤗⚘⚘
.
.
.
Raka dan Alin kini sudah kembali lagi ke kamar Raka karena akan menginap di rumah orang tua Raka.
Awalnya tadi mereka akan pulang namun ditahan oleh mama Sarah dan disuruh menginap karena Raka yang memang jarang pulang dan Sarah yang masih ingin banyak ngobrol dengan Alin karena sudah lama sekali tak bertemu. Raka kini sedang duduk diatas ranjang sambil bersandar diujung ranjang sementara Alin sedang berada dikamar mandi untuk membersihkan diri dan mengangganti bajunya namun bingung karena tidak ada piyama tidur yang disiapkan oleh mama Sarah selain hanya lingerie yang ada disana. Alin yang bingung dan ragu untuk menggunakan nya pun hanya melihat sambil membolak-balikannya.
"Al,,, kamu gak papa kan?" Tanya Raka yang kini ikut memanggil Alin seperti orang tuanya.
"Iya aku gak papa ko" saut Alin masih didalam kamar mandi.
"Kamu sakit perut?" Tebak Raka karena Alin lama dan tak kunjung keluar.
"Enggak aku baik-baik aja ko" saut Alin.
Alin pun membuka pintu dan berjalan melewati Raka yang masih terdiam didepan pintu kamar mandi sambil terus memandanginya. Alin sebenarnya juga merasa risih dan gugup namun sebisa mungkin tetap tenang walau hatinya dag dig dug.
"Kamu sengaja godain aku" ucap Raka yang kini sudah mengejar dan memeluk Alin dari belakang.
"Enggak siapa juga yang godain kamu" sargah Alin.
"Lalu ini" ucap Raka sambil membalik tubuh Alin dan menyentuh lingerie yang dikenakan Alin.
"Hanya ada ini yang bisa aku pakai" ucap Alin.
"Kalau gitu kamu harus tanggung jawab karena udah bikin dia bangun" bisik Raka ditelinga Alin sambil menjilatnya dan menempelkan belalainya pada Alin lalu langsung menggendong Alin ala bridal style membawanya ke ranjang dan membaringkannya. Raka mulai mencium kening Alin lalu turun ke mata turun lagi ke pipi dan berhenti di bibir Alin menciumnya lalu menghisapnya dan mengigit pelan bibir bawah Alin lalu menjelajahi isi mulut Alin. Yang tadinya hanya ciuman lembut kini jadi ciuman yang menggairahkan dan menuntut sambil tangannya yang ikut serta andil dan menggerayangi tubuh Alin menyentuhnya tanpa ada yang terlewat. Kini tangan Raka berhenti saat tiba di bukit kembar milik Alin meremas sambil terus bermain-main diujung bukit itu membuat Alin mendesah merasakan nikmat.
__ADS_1
"Eemmm aahhh " desah Alin tertahan karena Raka masih menikmati bibir Alin.
Kini ciuman Raka pun mulai turun keleher jenjang Alin kembali membuat setempel kepemilikan disana sambil tangannya kini membuka lingerie yang dikenakan Alin lalu mulai mengusu seperti bayi yang kehausan sambil tangannya meremas-remas bukit yang satunya membuat Alin kini mulai meremas punggung dan rambut Raka.
Raka kini bangkit membuka pakaian yang ia kenakan lalu mencium perut Alin yang masih rata dan turun berhenti dibagian inti Alin mencium dan menjilati nya seperti sedang menikmati es krim hingga Alin mencapai puncak dan mengeluarkan cairan nikmatnya. Raka pun menjilati dan menelan cairan itu hingga habis tak tersisa lalu mengarahkan belalainya pada bagian inti Alin dan melakukan penyatuan hingga suara desahan keduanya memenuhi kamar. Raka dan Alin kini sudah sama-sama berbaring sambil berpelukan setelah pertempuran mereka berakhir dan mulai terlelap...
***
Keesokan harinya...
Raka yang baru membuka matanya disuguhi oleh wajah Alin yang cantik walau tanpa riasan make up masih terlelap dan terlihat lelah karena tidak hanya sekali mereka melakukan ritual suami istri itu. Raka lalu menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik yang masih dipandangnya sambil mengusap pipi Alin lembut lalu mencium kening nya.
"Pagi sayang" sapa Raka yang melihat Alin perlahan membuka matanya.
"Em pagi mas" ucap Alin.
Raka lalu mengecup kilas bibir Alin.
Alin pun tersenyum manis menanggapi ucapan Raka.
Tok...tok...
"Den sudah ditunggu nyonya dan tuan dibawah" ucap mbok yem dibalik pintu.
"iya mbok bentar lagi kita turun" saut Raka tanpa membuka pintu.
Mbok yem pun langsung turun setelah mendapat jawaban dari Raka.
"Ya ampun aku kesiangan ya" ucap Alin.
"Enggak baru jam tujuh" ucap Raka santai.
__ADS_1
Namun Alin segera turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi sampai lupa kalau ia tak mengenakan sehelai belang pun. Raka yang melihat tingkah Alin pun tersenyum simpul sambil menyusul Alin dikamar mandi yang ternyata tidak dikunci oleh Alin.
"Kamu mau ngapain?" tanya Alin saat melihat Raka.
"Mandi" saut Raka santai.
Alin meneguk salivanya dengan kasar saat mendengar jawaban santai dari Raka tapi belalainya sudah berdiri tegak.
"Kenapa? Kamu mau?" Tawar Raka saat menyadari tatap Alin.
"Ini sudah siang mas bisa telat ke kantor nanti" ucap Alin.
"Iya semalam juga udah cukup ko, tapi kalau kamu mau, aku dengan senang hati melakukannya" ucap Raka dengan senyum nakalnya.
"Masss" kesal Alin.
"Iya,,, ya dia emang otomatis bangun kalau pagi" jelas Raka.
Akhirnya mereka pun mandi bersama tanpa melakukan ritual. Raka hanya membantu menyabuni Alin begitu juga sebaliknya lalu segera bersiap...
***
"Pagi mah...pah" sapa Raka dan Alin bersamaan.
"Pagi juga sayang" ucap mama Sarah.
"Pagi juga Ka...Al" sambung papa Bagas.
"Maaf ya mah, Al kesiangan" sesal Alin.
"Gak papa mama ngerti ko, ayok sarapan" ajak mama Sarah.
__ADS_1
Mereka pun sarapan setelah itu Raka dan Alin pamit pada papa Bagas dan mama Sarah lalu mengninggalkan kediaman orang tua Raka.