
Sore harinya...
Kini Alin yang ditemani Raka sudah sampai dirumah sakit begitu juga dengan Lia yang datang bersama Dika.
Mereka sedang berjalan dikoridor rumah sakit menuju kamar rawat ayah Dimas setelah terlebih dulu bertanya pada pusat informasi untuk menanyakan keberadaan pasien.
Tok...tok...
"Assalammualaikum" ucap Alin, Raka, Lia dan Dika bersamaan lalu masuk setelah mengetuk pintu terlebih dulu.
"Wa'alaikim salam" saut Mira yang sedang menyuapi makan sang ayah.
"Gimana kabarnya om? maaf kita baru sempat jenguk" ucap Alin mewakili lalu mencium punggung tangan ayah Dimas bergantian dengan Lia lalu memberikan bingkisan buah dan makanan yang mereka bawa pada Mira.
"Alhamdululilah sudah lebih baik nak, maaf jadi ngerepotin kalian" saut ayah Dimas.
Mira lalu mempersilakan Raka dan Dika untuk duduk disofa yang tak jauh dari situ sementara Alin dan Lia sedang bertanya kabar dan sedikit ngobrol dengan ayah Dimas.
"Sudah hamil berapa bulan nak Alin?" Tanya ayah Dimas yang melihat perut besar Alin dan sangat berharap kalau Mira juga segera menikah dan hamil seperti Alin.
"Tujuh bulan mau jalan delapan bulan om" jawab Alin.
"Ohw udah mau lahiran berarti, semoga diberi kelancaran dan keselamatan ya nak" ucap ayah Dimas.
"Aamiin,,, makasih do'anya om, semoga om juga bisa cepat diberi kesembuhan dan kesehatan kembali ya om" saut Alin.
"Iya nak terima kasih, emm maaf om istirahat dulu ya kalian ngobrollah dulu" ucap ayah Dimas yang merasa ngantuk setelah minum obat.
"Iya om istirahat aja biar lekas sembuh" timpal Lia.
Alin, Lia dan Mira pun kini ikut duduk disofa bergabung dengan Raka dan Dika untuk ngobrol sejenak lalu setelah beberapa menit mereka pamit pada Mira agar ayahnya bisa istirahat dan cepat sembuh...
***
Setelah berpisah dengan Lia diparkiran rumah sakit tadi kini Alin dan Raka pun sudah tiba di rumah dan sudah berada didalam kamar.
"Cape mas? Harusnya tadi biar supir aja yang anterin aku mas" ucap Alin yang duduk disofa kamar disamping suaminya.
"Enggak ko mas malah seneng bisa abisin waktu sama kamu" saut Raka.
__ADS_1
"Aku siapin air buat mandi kamu dulu ya" pamit Alin yang ingin ke kamar mandi.
"Gak usah yank mas bisa sendiri ko, mas gak mau kamu kecapean" saut Raka.
"Enggak mas, aku juga sekalian mau mandi lagi" ucap Alin yang merasa gerah dan panas padahal sebelum kerumah sakit tadi ia sudah mandi.
"Yaudah mandi bareng aja yuk" saut Raka.
Alin pun membantu suaminya untuk melepas pakaiannya setelah sebelumnya Raka terlebih dulu menelanjangi istrinya dan mandi bersama...
***
Malam hari...
Reyhan yang sudah bersiap akan kerumah sakit pun menghampiri papa dan mamanya yang sedang duduk diruang tengah untuk pamit...
"Mah...pah Rey jalan dulu ya" pamit Reyhan.
"Mama papa ikut ya, dari kemarin juga kan belum sempet junguk lagi" ucap mama Dina.
"Yaudah, tapi Rey jalan dulu ya nanti ketemu disana aja" saut Reyhan yang melihat mamanya belum bersiap.
"Yaudah deh kalau gitu" ucap mama Dina lalu segera mengganti baju dan mengambil tasnya saat Reyhan sudah keluar dan jalan terlebih dulu.
"Yuk" saut papa Angga.
Lalu mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit untuk menjenguk ayahnya Mira...
***
Tok...tok...
"Assalammualaikum" ucap mama Dina.
Lalu masuk kedalam setelah mengetuk pintu.
"Wa'alaikium salam" saut Mira, ayah Dimas dan Reyhan yang sudah sampai terlebih dulu.
"Gimana kabarnya pak?" Ucap mama Dina dan papa Angga.
__ADS_1
"Alhamdulilah baik pak...bu" saut ayah Dimas.
"Syukurlah kalau gitu, oya ini nak" ucap mama Dina lalu menyerahkan parcel buah yang dibawanya.
"Makasih tante, maaf jadi ngerepotin" saut Mira lalu menerimanya.
"Gak ko nak" ucap mama Dina.
"Maaf atas kejadian kemarin ya pak, hingga bapak jadi seperti ini" ucap papa Angga.
"Gak papa ko pak, kondisi saya memang kurang sehat sebelumnya" saut ayah Dimas.
"Oya maaf sebelumnya, karena kondisi bapak juga sudah lebih baik saya sekalian mau bilang kalau Reyhan anak kami ingin menikah dengan putri bapak" ucap papa Angga yang sudah diberi tahu oleh mama Dina sebelumnya.
Mira yang mendengarnya pun sedikit terkejut, walau Reyhan sudah pernah memberitahunya namun sampai sekarang Mira juga masih ragu dan belum memikirnya sama sekali karena fokusnya untuk saat ini adalah kesehatan sang ayah.
"Kalau saya sih setuju saja, walau kemarin hanya salah paham lebih baik menikah dari pada mereka berbuat dosa" saut ayah Dimas.
"Baiklah kalau begitu, jadi tunggu bapak keluar dari rumah sakit baru kita bicarakan lagi" ucap papa Angga.
"Maaf sebelumnya kalau terlihat sedikit memaksa tapi saya ingin mereka menikah terlebih dulu mengingat kondisi saya dan untuk malasah lainnya bisa tunggu sampai saya keluar dari rumah sakit yang penting mereka sah terlebih dulu" pinta ayah Dimas yang takut kondisinya memburuk lagi.
Papa Angga pun melihat istri dan anaknya meminta persetujuan pada mereka sebelum menjawab ucapan ayah Dimas.
"Baiklah kalau begitu biar besok mereka ijab kobul terlebih dulu" ucap papa Angga.
"Saya setuju lebih cepat lebih bagus" saut ayah Dimas.
"Tapi maaf om...yah apa gak terlalu cepat" ucap Mira yang merasa terlalu mendadak.
"Mir... ayah hanya takut kondisi ayah seperti kemarin lagi nak" saut ayah Dimas.
"Iya yah tapi gak harus besok juga kan" ucap Mira.
"Kamu tenang aja nak biar nanti om yang urus semuanya" saut papa Angga.
Mira pun tak bisa berkata lagi dan hanya mengangguk setuju. Sedang Reyhan dan mama Dina hanya menurut karena sudah dibicarakan terlebih dulu walau Reyhan sendiri pun kaget atas permintaan ayah Dimas dan perkatakan papa Angga yang akan menikahkan dirinya besok...
.
__ADS_1
.
.