
Sore harinya...
Raka mulai terbangun dari tidurnya dan bergerak perlahan agar tak membangunkan Alin yang masih terlelap, mulai melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya Raka yang hanya menggunakan boxer dan telanjang dada memperlihatkan tubuh atletisnya dengan perut sispek dan dada bidangnya pun menghampiri Alin kembali yang terlihat masih pulas.
"Maafin aku ya Yank karena gairah aku kamu jadi kecapean kaya gini" guman Raka pelan sambil mencium kening Alin. Raka sudah berusaha menahan hasratnya saat menikah dengan Alin hingga beberapa bulan dan selalu menghargai Alin namun begitu Raka tahu kalau Alin sudah mulai menerimanya entah kenapa Raka jadi tak terkendali namun walau begitu Raka masih melakukannya dengan lembut agar tak melukai Alin dan bayi yang sedang dikandung Alin berbeda dengan saat pertama ia memaksa mengambil kesucian Alin...
"Sayang bangun" ucap Raka lembut sambil mengelus pipi Alin.
"Emm" lengkuh Alin karena merasa terusik.
"Yank ayo bangun dulu nanti baru tidur lagi" ucap Raka.
"Aku masih ngantuk mas" saut Alin masih menutup rapat matanya.
"Iya tapi bentar lagi mau magrib bangun dulu ya" bujuk Raka.
"Dan lagi kamu kan belum makan Yank" sambung Raka.
"Aku belum lapar mas masih ngantuk" ucap Alin namun terpaksa harus membuka matanya.
"Mau mandi dulu atau makan dulu?" Tanya Raka.
"Mandi dulu" saut Alin sambil mulai duduk bersandar diujung ranjang.
"Yaudah yuk aku juga udah siapin airnya" ucap Raka sambil ingin menggendong Alin.
"Gak usah mas aku bisa jalan sendiri ko" tolak Alin saat Raka akan mengangkat tubuhnya.
__ADS_1
"Gak papa aku seneng ko lakuinnya dan lagi aku gak mau kamu kecapean" ucap Raka sambil menggendong Alin membawanya ke kamar mandi...
***
"Makasih ya bang, Lia" ucap Mira saat tiba dirumah.
"Gak mau mampir dulu?" Sambung Mira.
"Gak deh lain kali aku cape mau tidur" saut Lia.
"Kita cabut ya dadah" sambung Lia.
"Oke hati-hati ya jangan ngebut bang" saut Mira.
"Siap cantik" ucap Dion dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah Mira.
***
Raka dan Alin kini sedang makan malam setelah Alin selesai mandi dan sholat berjama'ah. Mereka baru akan kembali besok dan malam ini mereka masih akan tinggal dihotel.
"Yank mama bilang besok kita gak perlu balik ke apartemen karena mama mau kita tinggal dirumah, kamu keberatan gak?" Jelas Raka.
"aku ikut kamu aja mas" saut Alin.
"kalau gitu besok kita pulang ke rumah mama" ucap Raka.
"Oya sayang gimana kalau kamu resign aja dari kantor? Aku gak mau kalau sampai kamu kecapean dan lagi kandungan kamu juga sudah mulai membesar" sambung Raka.
__ADS_1
"Emm aku____"bingung Alin.
"Aku cuma gak mau sampai kalian kenapa-napa" sela Raka.
Alin hanya mengangguk karena sebenarnya ia masih ingin bekerja namun yang dibilang Raka ada benarnya juga. Kandungannya sudah 18 minggu perutnya juga sudah kelihatan membesar dan lagi seluruh karyawan kantor juga sudah tahu kalau Alin sekarang sudah menikah dengan Raka yang jadi CEO diperusahaannya pasti teman-temannya akan segan terhadapnya dan Alin juga tak ingin menjatuhkan martabat Raka yang seorang pemimpin perusahaan karena masih membiarkan istrinya yang sedang mengandung untuk bekerja apalagi itu perusahaannya sendiri.
Setelah selesai makan malam dan sedikit berbincang mereka pun mulai merebahkan tubuhnya di ranjang dan mereka melakukan kembali ritual suami istri namun hanya dua ronde saja karena Raka tak ingin Alin kecapean seperti kemarin malam dan mulai tertidur saat mereka menyelesaikan pertarungannya.
***
Keesokan harinya...
Alin dan Raka kini sedang bersiap-siap untuk cek out dan pulang ke rumah orang tua Raka dan tinggal disana. Namun Raka mengajak Alin ke rumah sakit terlebih dahulu untuk memeriksa kesehatan Alin dan kondisi janinnya. Setelah diperiksa dan baik-baik saja Raka dan Alin pun melanjutkan kembali perjalanannya hingga sampai di kediaman orang tua Raka.
"Assalammualaikum" ucap Raka dan Alin bersamaan.
"Wa'alaikum salam" saut mbok Yem dari dalam.
"Mari masuk den,, non" sambung mbok Yem
"Mama mana mbok?" Tanya Raka.
"Ada dikamar nya den" saut mbok Yem.
"Ohw yaudah kita langsung naik keatas ya mbok mau istirahat" ucap Raka.
Karena Raka tahu pasti nanti mama Sarah akan menanyakan mereka pada mbok Yem maka dari itu Raka memberitahu mbok Yem terlebih dahulu.
__ADS_1