Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 16


__ADS_3

Flashback on...


Reyhan yang masih sangat shok dan kecewa dengan apa yang baru saja diketahui nya pun terus melajukan mobil nya hingga sampai di sebuah club malam. Reyhan bingung dan masih tak tahu apa yang harus ia perbuat sedang kan besok ia harus menikah dengan Alin. Membuat Reyhan jadi ragu untuk menikah bagaimana mungkin ia menikahi gadis yang tengah mengandung anak pria lain walau Reyhan sangat mencintai dan menyayangi Alin namun ia juga hanya orang biasa dan untuk berjiwa besar Reyhan masih sedikit ragu hingga akhir nya Reyhan pun menenggak vodca nya untuk sejenak menghilang kan sakit hati nya karena merasa dikhianati Alin...


***


Disisi lain pun kini Raka merasa bingung dengan kabar yang diterima nya tentang Reyhan dan Alin yang akan menikah besok. Entah mengapa Raka merasa sesak dihati nya padahal kan harus nya ia bahagia dengan kabar itu. Raka sendiri juga heran dengan apa yang dirasakan nya. "apa mungkin karena akhir-akhir ini aku selalu memperhatikan nya karena selalu merasa bersalah" guman Raka pada diri sendiri ia pun akhirnya melajukan mobil nya dan pergi kesebuah club untuk menghilang kan perasaan aneh itu tanpa Raka duga ia juga melihat Reyhan yang ada dipojok sedang minum sendirian...


"Bro lo ko ada disini?" Ucap Raka yang menghampiri Reyhan dan menepuk bahunya.


Reyhan mendongak melihat siapa yang berdiri didepan nya sambil menepuk bahu nya.


"Raka tumben banget lo kesini?" Tanya Reyhan karena biasa nya Raka paling anti datang ketempat seperti ini.


"Lagi suntuk gue" saut Raka yang kini ikut duduk disamping Reyhan.


"Lo sendiri ngapain kesini?" Sambung Raka.


"Gue bingung harus gimana bro" keluh Reyhan.


"Bingung kenapa?" Tanya Raka.


Reyhan diam sejenak entah harus cerita atau tidak hingga akhirnya ia menghela nafas dengan kasar.


"Gue bingung bro harus nikahin Alin atau membatalkan nya" ucap Reyhan sendu.


"Maksud lo" kaget Raka.

__ADS_1


"Alin udah khianitin gue bahkan kini Alin sedang mengandung anak orang lain" keluh Reyhan.


"Hamil Alin hamil apa mungkin itu__" guman Raka dalam hati.


"Ko lo malah diem sih? Gue beneran bingung nih padahal gue gak pernah kelewatan saat nyentuh dia tapi dia malah lakuin itu dengan orang lain bahkan sampai hamil " cetus Reyhan.


"Gue juga bingung jadinya mending lo ikutin kata hati lo" ucap Raka kemudian yang tadi sempat kaget dan berfikir kalau Alin itu sedang mengandung anak nya namun ia juga tak mungkin memberi tahu Reyhan karena Alin pernah menyuruh nya untuk melupakan hal tersebut.


Kini kedua nya pun hanya minum dan terdiam dalam fikiran masing-masing dan setelah itu berpisah untuk pulang...


Flashback off...


***


Kini setelah akad selesai Raka pun pamit pada Anggara dan Dina untuk membawa Alin ke apartemen nya dan Alin hanya diam masih bingung harus berbuat apa jadi ia hanya mengikuti Raka.


"Iya kamu hati-hati" ucap Anggara.


"Inget kamu harus jagain Alin dan jangan sakiti dia" ucap Dina yang memberi peringatan pada Raka agar tak melakukan hal seperti Reyhan.


"Iya tan...om.." ucap Raka.


Alin pun ikut berpamitan pada Anggara dan Dina walau sebenarnya Alin merasa bersalah pada mereka dan juga Reyhan tentu nya namun semua itu juga bukan kemauan Alin tapi Reyhan masih baik kepada nya dan tak membokar aib nya malah Reyhan yang rela di salah kan oleh semua orang karena menghilang tanpa kabar...


Sampai nya di apartemen Raka pun mempersilakan Alin masuk. Namun Alin masih ragu harus masuk atau tidak apalagi bayangan itu muncul kembali saat Raka sedang memaksanya.


"Lin ayok masuk" ucap Raka membuyarkan bayangan Alin.

__ADS_1


"Iya" ucap Alin ragu-ragu.


"Kamu tenang aja aku janji aku akan maksa kamu lagi" bujuk Raka.


Alin pun mengangguk dan masuk kedalam.


"Kamu istirahat gih aku tahu kamu pasti lelah" sambung Raka dan membawa Alin ke kamarnya.


Alin kemudian langsung masuk kamar mandi untuk membersih diri terlebih dahalu.


Namum sudah cukup lama Alin bera didalam tapi Alin tak kunjung keluar membuat Raka sedikit panik...


Tok...tok...


"Lin kamu baik-baik saja kan" tanya Raka khawatir.


"Iya aku gak papa ko" saut Alin.


"Syukur deh, terus kenapa kamu masih didalam?" Bingung Raka.


"Eemmm aku gak ada baju ganti" ucap Alin malu.


Raka pun akhirnya mengambil kemeja nya untuk di pakai Alin.


"Kamu pake ini dulu gak papa kan" ucap Raka. Alin pun sedikit membuka pintu dan meraih kemeja itu setelah nya ia keluar dari kamar mandi.


Raka yang memilihat Alin seperti itu pun langsung menggelengkan kepalanya agar tetap sadar.

__ADS_1


"Yaudah kamu istirahat gih aku keluar bentar" ucap Raka dan langsung meninggalkan Alin takut hal yang tak diingin kan terjadi lagi.


__ADS_2