Takdirku Sahabat Pacarku

Takdirku Sahabat Pacarku
Chapter 22


__ADS_3

Malam harinya saat Alin sudah selesai membersihkan diri dan hendak tidur tiba-tiba Raka menghampiri nya...


"Minum dulu nih" ucap Raka.


"Ini apa?" Tanya Alin.


"Susu hamil" saut Raka.


"Dapat dari mana?" Tanya Alin lagi yang masih penasaran.


"Beli tadi waktu pulang kantor" jelas Raka.


Alin pun hanya mengangguk dan kemudian minum susu itu hingga tandas.


"Vitamin nya udah kamu minum?" Sambung Raka.


"Sudah tadi" ucap Alin.


"Yaudah kamu istirahat gih" ucap Raka lalu pergi meninggalkan Alin sambil membawa gelas kosong itu kembali ke dapur.


Semenjak menikah dan hidup bersama dengan Alin, Raka benar-benar menunjukan perhatian dan tanggung jawab nya dan karena sikap nya itu kini hubungan mereka pun tak secanggung saat pertama.


***


Pagi hari nya saat bangun tidur seperti biasa Alin masih saja merasa mual dan kini ia masih berusaha untuk mengeluarkan semua isi perut nya namun tak ada yang keluar mungkin karena semalam Alin tak bangun tengah malam untuk makan jadi tak ada yang dapat ia keluarkan.

__ADS_1


"Sudah?" Tanya Raka yang sedari tadi menijat tengkuk Alin.


"Iya udah gak papa ko, kamu keluar gih!! Aku mau mandi" ucap Alin.


"Mau di bantu gak" tawar Raka.


"Bantu apa nya bilang aja cari kesempatan dalam kesempitan" guman Alin.


"Alin aku bantuin yah" sambung Raka.


"Aku bukan bayi jadi gak perlu" cetus Alin.


"Kamu buruan keluar" ucap Alin lagi sambil mendorong tubuh Raka agar cepat keluar lalu menutup pintu dan segera membersihkan diri.


Sementara itu kini Raka pun menuju keranjang sambil duduk selonjoran menunggu Alin.


"Loh kamu mau kemana Lin" tanya Raka yang melihat Alin sudah rapih.


"Mau kerja lah mas" ucap Alin yang kini sudah duduk dimeja makan bersama Raka.


"Tapi kan tadi masih mual-mual mending berangkat nya nanti aja" saran Raka.


"Ya gak enak lah sama yang lain lagian aku sudah gak papa ko" jelas Alin.


"Gak usah pikirin yang lain yang penting kamu dan kandungan kamu" ucap Raka.

__ADS_1


"Iya aku beneran udah gak papa ko" jelas Alin lagi.


"Yaudah kamu habisin dulu sarapan nanti berangkat bareng aku aja" ucap Raka.


"Gak usah mas aku bisa naik taxsi ko" tolak Alin.


"Ngapain repot-repot naik taxsi udah bareng aku aja" ucap Raka.


"Tapi kan mas___" ucap Alin.


"Gak ada tapi-tapian" tegas Raka tanpa mau dibantah lagi...


***


Sampai nya kantor Alin pun langsung menuju lobi dan meninggalkan Raka yang masih ada di pakiran. Alin gak mau sampai ada gosip yang tidak-tidak kalau karyawan lain melihat nya berangkat bareng dengan Raka.


"Alinnn" teriak Lia. Membuat Alin berhenti dan menengok kearah suara.


"Pagi Lia" sapa Alin.


"Pagi pengantin baru, sudah masuk aja nih gue pikir masih honeymoon, eh sorri yah kemarin gue gak bisa hadir ada keperluan mendadak soalnya" ucap Lia.


"Iya gak papa ayok masuk" ajak Alin.


"Eh ceritain donk gimana rasanya belah duren" ucap Lia yang masih penasaran.

__ADS_1


"Nanti gue ceritain yang penting sekarang kita kerja dulu" ucap Alin dan mengajak Lia masuk keruangan mereka.


Meja Alin sudah dipenuhi dengan berkas dan sketsa desain yang belum selesai dan menunggu untuk segera di selesaikan.


__ADS_2