Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 16| Tidak Menghadirinya?


__ADS_3

Setelah mereka sama-sama diam dengan fikiran masing-masing, pintu kamar mereka diketuk dari luar.


Zachry masih menatap tajam ke arah Zara, wajahnya datar dan aura didalam kamar seketika berubah dingin.


Sedang Zara yang ditatap hanya memalingkan wajah, terlalu malas untuk mendebat dengan pria didepannya. Pintu kembali di ketuk dan terdengar suara Mom Luna dari luar.


"Zach, Sayang...kau didalam?".


Zara yang melihat Zachry tidak bergerak dari tempatnya akhirnya berdiri dan berjalan ke pintu, karena letak sofa dan pintu memang berdekatan.


'Klik


Pintu terbuka, dan bukan hanya Mom Luna didepan pintu, ada Nania juga, Zara masih mengingatnya. Tampa aba-aba Nania melangkah masuk lebih dulu dan memeluk Zachry yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka.


Sahabat nya ini terlihat sangat cantik sekali, rambut coklatnya dibiarkan tergerai dengan dibuat curly dibagian tengah kebawah, dengan jepitan dibagian belakang. Dia menggunakan gaun hitam panjang menutupi mata kaki, tetapi terdapat belahan panjang di bagian paha ke bawah, gaun yang dengan penyangga dileher dan terbuka dibagian bahu mulusnya. Sangat cantik.


Zachy hanya menatap datar Zara, kemudian membalas pelukan sahabatnya, Nania yang mendapatkan respon dari tindakannya tentu saja tidak membuang kesempatan itu, dia mencium pipi Zach setelah pelukan mereka terlepas.


"Kau sangat tampan Zach". Nania berkata jujur


Mom Luna yang menyadari tatapan menantunya menggandeng Zara duduk disofa duduk bersamanya membiarkan dua sahabat itu asyik dengan obrolan mereka. "Kau sangat cantik sayang". Mom Luna mencoba mengalihkan perhatian Zara".


"Terima kasih, Mom".


Dua wanita beda generasi itu larut dalam obrolan mereka berdua sampai Mom Lucy datang, tadi dia ingin ikut bersama besannya ke kamar putri dan menantunya tetapi tiba-tiba saja ada sesuatu yang membuatnya datang terlambat.


Melihat Mom Lucy memasuki kamar, dan bergabung dengan putri dan besannya. Nania juga menghampiri mereka, tentu saja dengan menggandeng lengan Zachry. Zachry membiarkannya karena ingin melihat reaksi istrinya. Sedangkan Zara masih sama, masih dalam mode cueknya.


Sedangkan kedua wanita paruh baya itu hanya menghela nafas pelan, tidak habis fikir dengan apa yang mereka lihat. Mom Luna sudah menjelaskan lebih awal hubungan Zachry dan Nania pada besannya. Nania sudah mereka anggap seperti putri sendiri.


"Nania, kau akan menempel terus dengan Zach". Tegur Mom Luna melirik tajam Nania, agar gadis itu tidak terlalu menempel seperti itu.


"Jangan hawatir Mom, Zara percaya dengan mereka". Menatap lembut ke arah Nania. Zara memang merasa aneh dengan tindakan Nania yang sudah berani mencium suaminya sesukanya. Tapi dia kembali masa bodoh.

__ADS_1


"Sayang, sini duduklan bersama Mommy", bujuk Mom Lucy meraih tangan gadis itu dari menantunya.


"Baiklah,." Imbuh Nania mau tidak mau. Dia duduk tepat disamping kirinya dan Zara disebelah kanannya.


"Zara, kau terlihat sangat cantik, kau beruntung bisa mendapatkan hati sahabatku yang kaku ini"


Nania dengan senyum getirnya melihat ke arah Zachry yang masih berdiri tadi.


"Tentu saja dia beruntung, karena aku hanya menyukainya".


'Deg


Bukan hanya Nania yang terkejut, tetapi Zara juga.


"Mom, bukankah setengah jam lagi acaranya? Bagaimana kalau kita siap-siap sekarang dan menunggu tamu kita dihalaman belakang?" Yah mereka melakukan resepsi di Mansion besar keluarga Zachry, karena Aqad tadi di kediaman Horrison. Mansiom Zara.


Nania sengaja mengalihakan obrolan, karena dia kembali terluka dengan kalimat Zachry.


****


Kolega bisnis dari dua keluarga besar itu semua hadir. Memberi selamat kepada dua sejoli diatas panggung yang terlihat sangat serasi. Sesekali Zara tertawa dan memperlihatkan lesung pipinya disebelah kanannya. Membuat siapa saja yang melihatnya akan terpana.


Sesekali Zachry melirik Istrinya, ada perasan bahagia menyelimuti hatinya. Tetapi sedetik kemudian senyum itu menghilang. Mode Awal Tuan muda Zachry kembali. Datar dan kaku.


Sementara di bagian sudut halaman, berdiri seorang wanita bertubuh tinggi dan ramping dengan gaun hitam elegannya. Nania.


Tengah menahan amarah dihatinya, karena menangkap tatapan cinta Zachry untuk Zara. Tidak ada yang salah sebenarnya karena mereka sepasang suami istri sekarang. Tetapi tidak untuk Nania. Dia hanya ingin tatapan itu untuknya. Walau dia sadar. Sampai kapanpun Zachry tidak akan melihatnya.


"Harusnya kau memberikan satu kesempatan untukku memperjuangkan perasaanku". Gumamnya menatap lelaki yang tiap malam membuatnya frustasi.


"Jangan terlalu lama menatapnya seperti itu, atau kau akan semakin terluka". Seru Leon berada di sisi kiri Nania, entah sejak kapan pria bertubuh tinggi ini datang.


"Hah..kau kenapa suka sekali membuat jantungku keluar?". Nania berdecak kesal.

__ADS_1


"Kau yang terlalu asyik dengan lamunanmu, Sayang". Goda Leon seperti biasa mengerlingkan matanya sambil memegang gelas sirup ditangannya.


"Diamlah..dan jangan memanggilku sayang, aku tidak menyukainya". Setelah mengatakan itu Nania melenggang pergi dengan kesalnya. Dan Leon hanya terkekeh geli melihat sahabatnya yang terlihat memprihatinkan tetapi tetap cantik dimatanya.


*****


"Kau tidak menghadirinya?" Tanya wanita itu, sambil menuangkan teh ke dalam cangkir berwarna putih gading, lalu menyodorkannya ke depan seseorang yang berhasil meruntuhkan pertahannya lagi.


Menghela nafas panjang dia menjawab "Bagimana aku bisa menghadiri pernikahan kekasihku Agatha?". Jawabnya nelangsa terlihat jelas sorot matanya yang sendu


"Dan, aku tidak sanggup menatap wajahnya, aku membuatnya kecewa, andaikan malam itu-" Aariz menghentikan ucapannya. Dia mekilih diam.


"Andaikan malam itu kita tidak berciuman, dan hampir saja melewati batas maksudmu?" Agatha yang mengatakan itu.


Sejak pagi Agatha memang sengaja datang ke Apartemen Aariz, niatnya untuk mengajaknya menghadiri pernikahan Zara, tetapi rupanya lelaki yang dimabuk cinta ini enggan. Ah bagaimana caranya menjelaskan kondisi Aariz sekarang. Dulu saat bersama Agatha dia tidak bodoh seperti saat ini. Bahkan Saat Rumor Agatha berselingkuh dengan orang lain tampa ba bi bu Aariz langsung percaya dan meninggalkan Agatha...tetapi kenapa bersama Zara dia berubah?


Jelas saja, Wanita cantik itu sudah menikah, lalu kenapa Aariz takut jika dia ketahuan bersama wanita lain? Bukankah sudah wajar jika Aariz juga mendapatkan kebahagiaannya sendiri?


Tapi sepertinya Aariz memang terjebak dalam cintanya. Dia mencintai wanita yang pernah menjadi kekasihnya walaupun saat ini wanita itu sudah menjadi milik orang lain.


"Jangan pernah mengingatkan ku dengan malam sialan itu".


Deg.


Tentu saja Agatha merasa terkejut. "Malam sialan katamu?"


"Sadar, Aariz dia istri orang lain sekarang". Teriak Agatha penuh penekanan atas kata-katanya.


"Kau mengatakan malam itu sialan, sedangkan kenyataannya kau juga menikmati ciuman kita". Desisnya mengejek.


Aariz hanya diam. Teh yang dibuat Agatha tak tersentuh sejak tadi. Mungkin sudah dingin karena aura dimeja saat ini tidaklah baik.


"Pulanglah, katakan pada yang lain, untuk sementara toko belum bisa di buka". Setelah mengatakan itu Aariz beranjak dari tempatnya dan masuk dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2