Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 26 | Menjebakmu


__ADS_3

Sudah seminggu sejak tragedi panas dikamar pengantin baru...


"Sepertinya aku akan segera memiliki keponakan". Kelakar Leon melihat Zachry yang tidak berhenti tersenyum melihat ponselnya, ya baru saja kakak iparnya yang manis menelpon. Dan itu membuat suaminya ini terlihat seperti Abg yang sedang jatuh cinta.


"Diamlah, kau juga akan sepertiku nanti"


Leon hanya mendengar acuh tak acuh, kemudian berdiri dari sofa dan melihat jam tangannya.


"Baiklah Tuan, sepertinya sudah waktunya kita berangkat". Leon kembali ke mode formal. Artinya jam makan siang sudah selesai dan waktunya menyelesaikan tugas selanjutnya


"Dimana dia?" Tanyanya memastikan sudah sampai dimana klien mereka. Sebenarnya Zachry tidak terlalu berminat dengan pertemuan kontrak ini. Tetapi Mommy Luna sangat ingin bekerja sama dengan Queen Owner perhiasan. Jadi mau tidak mau Zachry harus mengikuti permintaan Mommy nya.


Zachry keluar dari lift dan berjalan keparkiran, mobil yang akan mereka tumpangi sudah siap sejak beberapa menit yang lalu.


Sebuah notif masuk di handphone Leon. Klien yang akan mereka temui ternyata sudah sampai. Diluar perkiraan, Klien datang terlalu cepat. Sesampainya di cafe yang biasa Zach dan Leon gunakan. Tampak duduk seorang wanita berwajah cantik di ujung sana. Mata Zachry menyipit semakin dekat langkahnya semakin berdebar jantungnya sampai dia tidak menyadari saat Alena berdiri dan mengulurkan tangan ke arahnya.


"Bagaimana kabar Anda Tuan Richard? Sebuah senyuman tercetak di bibir wanita itu.


Zachry masih ditempatnya berdiri mematung memperhatikan dengan lamat wanita yang masih berdiri didepannya. Wanita cantik yang pernah membuatnya kehilangan muka. Mantan tunangannya. Alena.


"Leon kau mengetahui ini?" Melirik ke arah Leon yang juga terkejut.


"Tidak, pasti ada yang salah disini, kau menjebak kami?"


Alena duduk dan menyilangkan kakinya dengan anggun, pakaian yang digunakannya sangat sexy bahkan bongkahan padat didepannya seperti berteriak ingin keluar. Tidak cocok digunakan untuk pertemuan seperti ini.

__ADS_1


Sedari awal Zachry tidak pernah menyukai wanita didepannya, tetapi lagi karena bisnis Ayahnya Tuan Richard menginkan pertunagannya dengan nya beberapa tahun lalu, Zachry yang belum juga mendapati dimana wanitanya di masa remaja itu dengan terpakasa menyetujui rencana sang Ayah. Dan kejadian itu terjadi, hari dimana mereka harus melangsungkan pernikahan Zachry dan kekuarganya mendapati Alena tengah memadu kasih dihotel dimana semua keluarga mereka menginap karena setelah pemberkatan pesta akan dilanjutkan dihotel tersebut.


"Siapa yang menjebakmu sayang..?" Kata Alena mengerlingkan matanya, dia tahu bagaimana terkejutnya mantan tunangannya ini. Dan dia sangat menyayangkan saat itu mereka gagal menikah karena terlalu asyik mencari kepuasan sampai lupa tempat.


"Duduklah, aku tidak menjebakmu, lagi aku memang Queen. Queenza Alena". Alena menekan namanya agar Zachry tahu dia memang tidak berbohong.


Zachry duduk, sebenarnya dia sangat malas berhubungan kembali dengan wanita ini, tetapi sang Mommy hanya menyukai semua rancangan perhiasan miliknya. Bahkan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu menekankan bahwa hanya akan menerima rancangan perhiasan dari Queen. Sungguh sial.


"Aku dengar kau sudah menikah, aku kecewa karena kau tidak mengundangku". Alena memasang wajah pura-pura kecewa.


"Lebih baik kita langsung saja pada intinya, tolong perlihatkan rancangannya".


"Oh sayang..kau sungguh tidak berubah masih saja ketus dan tidak membuang waktu". Alena menyandarkan punggung pada sandaran kursi dan melipat tangan di bawah dada dengan senyuman termanisnya. Bagi mereka yang tidak mengetahui sifatnya pasti akan langsung jatuh cinta.


Mendesah pelan, akhirnya Alena menjelaskan dengan baik rancangan-rancangannya, dan jujur itu membuat Zachry puas karena setidaknya wanita didepannya punya kelebihan baik.


Setelah itu karena semua sudah selesai dan Zach mendapatkan dua buah model rancangan sebahi contoh Zach berdiri dan mengulurkan tangan menjabat tangan Rival barunya. "Kabari aku secepatnya jika kedua perhiasan itu sudah selesai".


Alena menyambut ukuran itu dan tersenyum mengiyakan. "Baiklah, jika nanti malam kau tidak sibuk aku mengundangmu makan malam". Zach ingin menolak tetapi Alena meyakinkan "Bawa istrimu jika kau takut aku menjebakmu". Alena masih dengan senyumannya


Diperjalanan, Zachry hanya diam, entah apa yang difikirkannya sekarang namun kemudian dia mencoba mmbersikap biasa dan Leon menyadari sikap atasan sekaligus sepupunya itu.


"Kau berfikir juga kenapa Alena tiba-tiba menawarkan rancangannya langsung ke Mommy?" tebak Leon mengambil atensi Zach.


"Entahlah. Aku hanya merasa wanita itu memiliki niat lain dibalik semua ini".

__ADS_1


Kedua sepupu itu sama-sama terdiam dengan fikirannya masing-masing, sama-sama memikirkah hal rumit diotaknya, mereka tahu Alena tidak akan tinggal diam setelah mendapatkan penolakan waktu itu, walaupun memang Alena yang salah. Tetapi melihat bagaimana sifat wanita itu Leon semakin yakin ada niat lain dibalik semua ini.


"Antarkan aku pulang, dan kau kembalilah lagi ke kantor". Titah Zach yang membuat Leon menghembuskan nafas kesal.


"Aku akan menaikkan gajinya, tenang saja". Setelah mendengar gajinya naik tentu saja Leon yang cinta uang akan dengan senang hati menuruti perintah atasannya, jangankan untuk sekedar menunggu sampai jam pulang, lemburpun dia sanggup walau memang sangat melelahkan. Tetapi dia sadar dia harus lebih kaya untuk mendapatkan hati pujaan hatinya.


"Kau sudah pulang?" Tanya Zara menyambut suaminya dan memeluknya erat.


"Aku merindukanmu, jadi mau bagaimana lagi?" Zach mencium pucuk kepala istrinya berulang kali. Memang tinggi Zara hanya seatas bahu Zachry. Ini memudahkan suaminya untuk mencium dimanapun walau harus berdiri. Tidak seperti Nania dan Alena kedua wanita itu hampir setinggi Zachry dan memang dilihat dari usia Zara yang paling muda.


"Kau tahu, aku bahagia karena akhirnya kau menyambutku seperti menyambut suami pulang" Kekeh Zach berubah menjadi ringisan karena Zara mencubit perutnya.


"Aww... kenapa kau mencubitku?"


"Kau memang suamiku, jadi aku harus menyambutmu bagaimana?"


"Tentu saja seperti ini, karena sebelumnya kau tidak pernah menyambutku, apakah sekarang istri kecilku ini sudah mencintaiku?" Goda Zach berhenti saat Zara menggandengnya masuk ke kamar.


"Oh berhentilah berbicara Zachry, dari pada menanyakan kenapa dan apakah, sepertinya lebih baik kau menjelaskan sesuatu padaku". Kata Zara menatap wajah suaminya yang terlihat bingung.


"Menjelaskan apa?"


"Sesuatu yang sangat menggangu otakku". Jawab Zara membuat Zachry semakin ingin menerka. "Apakah dia tahu pertemuanku dengan Alena?" Gumam Zachry dalam hati. Dibanding dengan Nania yang selalu menempel padanya Zachry lebih menghawatirkan Alena karena wanita itu terlihat lebih berbahaya.


"Bersihkan dirimu dulu, kita makan bersama setelah itu kau punya tenaga banyak menjelaskannya padaku". Tampa memberikan Zachry waktu untuk bertanya lebih banyak Zara sudah mendorong masuk suaminya ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2