Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 39 | Aku takut.


__ADS_3

Disepanjang perjalanan pulang Zara masih tetap diam. Dia tidak menjawab satupun pertanyaan Zachry. Dia makin kesal saat mengingat bahwa pagi tadi suaminya bersama Alena.


"Apakah mereka sudah berbaikan? Gumamnya. Dia ingat bagaimana sikap suaminya saat pertama kali mengajaknya bertemu dengan Alena waktu itu.


Sampai dirumah, Zara langsung saja masuk Mansion tampa menunggu suaminya, dia terus berjalan menaiki tangga dan langsung menuju kamar mandi saat sudah tiba di kamar. Hari memang sebentar lagi gelap. mereka harus makan dan Zara harus kedapur setelah ini.


Zachry yang melihat istrinya yang berubah sejak pagi mencoba mencari tahu.


"Sayang.."


Hening


"Sampai kapan kau akan diam?" Tanyanya kini mereka berdua sudah berada simeja makan. Masih tidak ada jawaban, Zara berdiri akan membereskan sisa makanan mereka, Namun dengan mudah Zachry menariknya jatuh dipangkuannya.


"Oh". Pekik Zara merasakan tubuhnya tertarik.


"Sekarang katakan ada apa, hm? Kau marah karena malam itu aku tidak tidur dikamar?" Zachry menyipitkan mata. Zara mengangguk polos.


"Benarkah?" setelah mengatakan itu dia tertawa membauat Zara semakin kesal. Melihat istrinya semakin terlihat kesal membuat Zachry menghentikan tawanya lalu memeluk wanita yang masih diatas pangkuannya.


"Kau marah karena itu? Maafkan aku". Kemudian melerai pelukan mereka dan memandangi kembali wajah istrinya.


"Malam itu aku punya sedikit pekerjaan, jadi karena tidak ingin membuatmu terganggu aku keluar dan tidur diruang kerja Daddy". Jelasnya


"Kau tidak berbohong?"


"Aku tidak berbohong". Jawab Zachry tegas lalu tersenyum lembut.


"Kalau begitu biarkan aku turun dan membereskan semua itu". Ucap Zara menunjuk piring kotor diatas meja dengan dagunya.


"Woaah, apa yang kau lakukan?". Dia merasakan tubuhnya melayang, Zachry mengankatnya seperti membawa karung beras dan berjalan ke arah tangga, Zara melotot membayangkan bagaimana mungkin dia akan tetap seperti ini menaiki tangga. Apakah mereka tidak akan terjatuh?


"Besok saja, sekarang kita kekamar kau harus menjelaskan apa yang terjadi di toko". Ucapnya datar.


Sampai dikamar, Zachry meletakkan istrinya dengan pelan diatas kasur dan menyandarkannya agar nyaman lalu dia juga melakukan hal yang sama. Mereka duduk bersebelahan dengan selimut menutupi tubuh mereka sampai atas paha.


"Sekarang katakan, kenapa Aariz ada di toko? Bukankah kau mengatakan bahwa dia tidak disana? Kau berbohong?".


"Aku rasa aku tidak perlu mengatakannya bukankah kau punya pengawal untuk mengikutiku? Mereka tidak mengatakan bahwa Aariz memang baru tiba setelah semua pekerjaan selesai? Zara berdecak kesal.

__ADS_1


"Jadi, dia memang sengaja membuatmu ke toko, begitu? boleh aku memberi tanda di wajahnya?.


"Apakah selain menyebalkan kau juga hobby memukul Aariz hm?


"Kau melindunginya? Dia mencoba menggoda istriku".


"Jangan salah faham, dia hanya belum terbiasa melepaskanku". Kini giliran Zara yang menggoda suaminya.


"Hah, aku tidak menyukai situasi ini".


"Sudahlah aku harus tidur, aku akan ke kantor Daddy besok". Ucapnya membaringkan diri dan membelakangi suaminya.


"Ada apa? kau tidak membawaku bersama? Zachry ikut melakukan hal yang sama dia sudah memeluk istrinya dari belakang.


"Aku butuh toko baru, aku akan bekerja di toko yang berbeda, bukannya kau tidak membolehkanku bekerja bersama Aariz".


Mendengar itu Zach membalik tubuh istrinya, mereka saling berhadapan.


"Toko? Kau membutuhkannya? Kenapa tidak meminta padaku? Dan tentu saja mana mungkin aku membiarkan dua mantan bekerja di tempat yang sama"


"Tapi kau melakukannya?" kata Zara.


"Jika Mom Luna meminta kalian bersama lagi bagaimana?"


"Tidak mungkin, Mom sangat menyukaimu, dan murni ini bisnis". Ucap Zach meyakinkan.


"Kenapa tiba-tiba saja kau bahas dia? Apa dia menganggumu?" Yang langsung di angguki oleh Zara dengan polosnya. Membuat Zach sangat gemas dan memberikan ciuman bertubi-tubi diwajah cantik itu.


"Jangan mendiamiku seperti hari ini, aku tidak bisa bekerja dengan benar, dan besok kita akan mencari toko yang cocok buatmu, jangan meminta Daddymu".


"Terima kasih". Jawab Zara memeluk suaminya.


Malam itu mereka kembali melewati malam yang panas, entah berapa kali Zachry melakukannya sampai mereka berdua sama-sama terlelap dengan damai.


Pagi ini mereka harus mencari toko yang sesuai keinginan istrinya, dikota yang padat seperti ini tidak mungkin akan membangun dari awal jadi mereka akan mencari yang sudah jadi dan dijual. itu lebih baik.


Setelah matahari sudah meninggi akhirnya mereka meneukan toko yang tepat sesdikit lebih jauh dari toko sebelumnga namun tdak masalah, karena tempat ini juga lebih starategis, dan dilihat dari sekitar memang lebih ramai pengunjung.


Zara melihat-lihat didalam, memang masih kosong, tapi tidak masalah, dia bisa memesan apa saja yang dibutuhkan. Hanya tinggal mencari pegawainya saja.

__ADS_1


"Terima kasih". Ucapnya sambil menyeka keringat di pelipis suaminya.


Matahari memang sangat trik hari ini. mereka saat ini berada disebuah taman tidak jauh dari toko yang baru saja mereka beli.


"Tidak perlu, aku suka kalau kau bergantung padaku". Yang dibalas hanya cebikan oleh Zara.


"Jadi kau akan menamai apa toko itu?" Tidak mungkin dia akan menamainya dengan 'ZaCake' lagi kan. Fikir Zach


"Hm bagaimana kalau ZaCake?" Goda Zara dia tahu sebentar lagi dia akan melihat suaminya kesal dan dia menyukai wajah kesal suaminya.


"Apa? Tidak, jangan coba-coba memberi nama kampungan seperti itu".


"Kenapa kampungan, itu singkatan namaku?" masih menggoda


"Tidak, sebelum aku menjual kembali tokomu.


Sedetik kemudian dia mendengar tawa renyah Zara dia selalu suka melihat istrinya tertawa apalagi saat lesung pipi itu terlihat, tapi apa ini dia dikerjai?


"Kau sengaja mengerjaiku?


"Haha haha..maafkan aku, aku suka melihatmu kesal kau terlihat lebih tampan". Celetuknya kemudian kembali tertawa sebelum suara ponsel Zachry membuat tawa itu terhenti.


"Siapa?" Tanyanya saat suaminya sudah selesai dengan panggilannya.


"Itu, teman bisnis" Jawabnya canggung, jika dia jawab Alena yang menelpon apakah wajah bahagia ini akan menghilang. Dia tidak mau.


"Oh, baiklah aku akan pulang sendiri, kau kembalilah kekantor itu mungkin panggilan penting".


"Kau yakin? Ini memang penting karena tiba-tiba saja ada harus ada pertemuan"


"Tentu saja, lagi, aku akan jalan-jalan sebentar boleh? Aku harus mencari apa saja yang dibutuhkan di toko".


Dengan berat hati akhirnya Zach membiarkan wanitanya pergi mencari-cari, dia tidak akan hawatir karena Zara sudah setuju di kawal dari jauh, hanya saja Zachry ingin mereka pergi bersama.


"Oh Alena apa lagi ini". Gumamnya. ya dia sudah memaafkan Alena perempuan itu sudah menjelaskan bahwa malam pernikahan mereka dia di jebak. Tidak ada alasan untuk tidak memaafkan, yang terpenting dia gagal menikah dengan Alena saja dia sangat senang. Namun Alena tidak mengatakan bahwa Nania dibalik semua ini. Tidak, karena dia akan di anggap wanita jahat jika menyeret nama Nania.


Tiba di kantor benar saja dia mendapati Alena tengah menunggunya diruagan. Perempuan itu berdiri dan memeluknya. Membuat Zach yang baru saja tiba terkejut dengan tindakan yang tiba-tiba.


"A-aku takut". Ucapnya kembali menagis.

__ADS_1


__ADS_2