
Di dalam sebuah gedung tertinggi, dilantai paling atas didalam aula sudah di hiasi dengan dekorasi yang sangat cantik dan mewah bernuansa putih dengan lampu-lampu kristal yang bergantung di langit-langitnya. Belum lagi dengan jejeran bunga-bungaan indah di setiap sudut menambah kesempurnaan ruangan itu.
Sementra itu di dalam salah ruangan sudah duduk seorang wanita cantik bergaun putih menjuntai panjang dengan belahan di dada yang membuatnya terlihat sangat seksi.
Nania tersenyum lebar membayangkan bahwa beberapa jam lagi dia akan menjadi wanita dari pria yang sangat dia cintai sejak lama. Zachry Richard.
“Sayang, mama--,”
“Stop ma!” Nania tidak akan mendengar apapun lagi dari mamanya, sudah cukup beberapa hari ini mamanya terus saja memintanya untuk berhenti. Setelah semua yang dia perjuangkan dan beberapa jam lagi dia akan berhasil, mana mungkin dia akan menyetujuinya. Dia harus menikah dengan Zachry. Harus
“Mama hanya memintamu berhenti sebelum kamu menyesali semuanya sayang,”
“Ma, apa sebenarnya mama ini mama kandung Nania? Kenapa mama malah menyuruhku berhenti, mama tidak ingin aku bahagia?” ucap Nania sudah jengah
“Kau menikahi suami orang sayang, bagaimana kalau--,”
“Tidak!” Nania berdiri dan menghadap mamanya yang sejak tadi tidak tenang di belakangnya. Dia melanjutkan “Ma, Nania mencintai Zachry, bagaimana bisa Nania melepaskannya, ma? oke, dia memang masih suami Zara karena tipu daya kita, tapi ma….”
“Sayang….”
“Sudahlah, sebaiknya mama diam saja, tenang saja Daddy sudah berjanji akan membawa Zachry untuk Nania, hmm!”
Agnesia hanya diam dia sudah tidak bisa melakukan apapun untuk membuat anaknya sadar. Dia merasa sangat bersalah karena mengikuti semua apa yang Nania minta selama ini sampai anak perempuannya sangat manja dan keras kepala.
Sementara itu di tempat lain, di kamar yang berbeda Zachry tengah duduk santai dengan menggunakan baju kaos berwarna hitam dengan celana dengan warna yang senada. Di depannya sudah ada pria paruh baya dengan raut wajah yang sudah memerah menahan kekesalannya.
“Sampai kapanpun aku tidak akan menikahi Nania, Dad.” Katanya santai dengan menyesap kopinya. Selama Zara meninggalkannya kopi salah satu minuman kesukaannya. Minuman terakhir yang Zara buatkan untuknya saat itu.
“Dan kau akan mengorbankan Mommymu?” Edgar berbalik dan menyeringai, dia tahu ini salah satu cara menekan Zachry, dia mencintai istrinya Luna, tetapi tidak juga bisa merelakan permintaan putrinya Nania.
Zachry mengangkat bahu, tanda acuh, Edgar yang melihat itu mengerutkan kening tidak percaya.
“Kau serius mengorbankan Mommy mu Zach?” Edgar masih tidak percaya, dia melihat dengan lamat wajah putra tirinya dengan baik-baik, mungkin saja menemukan jawaban disana.
“Keputusanku sudah bulat Dad.”
***
“Sudah siap?” tanya Aariz pada adiknya. Disana sudah ada Mom Lucy, mama Maria atau mama Aariz dan David, dan juga jangan lupakan Agatha.
“Aku tidak yakin….” Lirihnya
“Kenapa? Semalam kita sudah sepakat untuk melakukan ini, Ara….” Kata David membuat Aariz menggosok telinga jail
“Kau memanggil adikku apa?” kata Aariz sempat-sempatnya bertanya. Apakah dia salah dengar dia memanggil adiknya sangat lembut. Hah! Pria satu ini memang tidak bisa diaggap biasa.
Zara berdecak karena melihat kakaknya semakin hari semakin…. Aneh.
“Bagaimana?”
“Hmm, baiklah aku siap.” Semua yang berada di dalam ruangan bernapas lega karena setelah satu jam mereka membujuk akhirnya Zara bersedia ikut dengan mereka.
Sebenarnya Zara tidak ingin mengikuti mereka semua. Hari ini adalah hari pernikahan Zachry dan Nania dan semua keluarganya memaksanya untuk hadir.
Kedua anaknya juga sudah siap sejak tadi, Zoya yang memang sangat dekat dengan David terus saja memaksa papanya untuk segera berangkat karena dia sudah merasa bosan.
Sementara Zein yang memang tidak bisa diam, anak manis itu masih sibuk bermain dengan pesawat-pesawatan ditangannya sambil berlarian kesana kemari.
“Dimana Dad?” kata Zara ingat kalau Ayahnya tidak terlihat.
“Di mansion tidak enak badan sejak semalam, tapi dia mengatakan bahwa dia memintamu untuk menghadiri pernikahan Nania, Dad mau kamu membuktikan pada Nania kalau kamu kuat.” Jelas Mom Lucy
Diperjalanan Zara yang menggunaan gaun berwarna putih sepanjang mata kaki duduk dengan gelisah. Tangannya saling meremas satu sama lain. David bisa menangkap itu lalu menggenggam tangan Zara menyalurkan ketenangan.
“Tenanglah semua akan baik-baik saja, hmm.” Zara tersenyum kikuk dia tidak tahu akan merasakan ini. Setelah dua tahun menghilang sekarang dia akan menampakkan diri didepan orang-orang yang tidak menyukainya.
***
“Dimana Zachry Dad?” Tanya Nania yang sudah berada di dalam gedung, mereka memang mengundang beberapa orang saja walapun dekorasinya sangat mewah, salah satu alasannya adalah karena Edgar tidak ingin hal tidak baik terjadi jika terlanjur mengundang orang banyak.
Beberapa menit kemudian Leo datang dengan Mom Luna disampingnya. Wajah pria itu masih datar setelah berulang kali meminta Nania untuk bersamanya. Tetapi sampai saat ini tidak ada hasil yang memuaskan untuknya.
__ADS_1
“Mom, bagaimana kesehatanmu?” Tanya Nania tulus. Tetapi Luna tidak menjawab apapun dia berjalan melewati Nania dan duduk disalah satu bangku paling depan dengan Leo yang berada disampingnya.
Beberapa jam sudah berlalu setengah jam lagi acara akan dimulai, para tamu juga sudah berdatangan. Nania sudah merasa cemas karena sejak tadi pria yang ditunggunya tidak juga menampakkan batang hidungnya.
Dia berjalan kearah Daddy nya. Pria itu juga tidak kalah khawatirnya dengan Nania. Dia hanya bisa mengandalkan keberuntungan sekarang setelah beberapa jam membujuk Zachry tetapi anak itu tidak juga bergeming.
“Dad bagaimana kalau Zachry tidak datang?” Katanya mulai panik.
“Tenanglah sebentar Dad yakin anak itu akan datang.” Ucapnya juga masih ragu
Nania masih merasa cemas. Para tamu juga sudah terlihat berdesas desus saling berbisik. Tidak lama setelah itu rombongan dari Aariz datang membuat Nania dan juga yang lain cukup terkejut karena seingat Nania tidak mengundang Aariz. Tetapi melihat kedekatan Zachry dengannya membuatnya yakin bahwa Zachry yang memintanya datang.
Jika benar bukankah berarti Zachry sudah pasti akan datang?
Mendapatan pikiran seperti itu membuat Nania bahagia. Namun keterkejutannya tidak berhenti sampai disana saat melihat siapa di belakang Aariz. Zara dan David masuk dengan bergandengan tangan.
Mom Luna yang melihat kedatangan Zara lantas bendiri dan menghampiri wanita yang pernah dia sakiti. Menantunya yang malang
Zara melihat mertuanya menghampirinya tidak melanjutkan langkah, dia menahan tangan David agar diam tetapi pria itu tidak mengindahkan, dia terus membawa Zara sehingga bisa berhadapan langsung dengan mertuanya.
“Zara….” Lirihnya
“Bagaimana kabar Mom?” ucapnya kikuk
“Mommy bai--,”
“Wah wah wah siapa yang datang tanpa diundang?” ucap Nania menghampiri rombongan Zara. Tanpa segan dan takut namanya jelek Nania tetap meladeni tamunya dengan tidak sopan.
Ah mereka bukan tamunya, tetapi tamu calon suaminya. Zachry
“Oh hai, Nania? Bagaimana kabarmu?” Ucap Zara basa basi.
“Cih! Kau jangan sok akrab, tapi terima kasih karena sudah datang, setidaknya kau bisa melihat mantan suamimu bahagia bersamaku.” Ucapnya dengan sangat pede.
Sementara yang lain, Aariz, Agatha dan yang lain membiarkan Zara dan David menghadapi Nania, mereka memilih untuk duduk membawa Mom Luna yang belum sempat berbicara.
“Yah, itulah aku datang untuk itu, aku ingin menonton pertunjukan bagus hari ini.” Nania ingin menyela karena omongan Zara sangat, sangat tidak masuk akal. Tetapi suara seseorang kembali terdegar menyapa.
“K-kau, bagaimana kau bisa--,”
“Jelas saja bisa, mantan tunanganku yang mengundang.” Jawabnya santai menghadap Nania dan terdengar kekehan kecil dari Zara.
Nania yang merasa muak memandang dua wanita yang menjadi penghalanganya selama ini ingin membaas rasa kesalnya, dia sudah mengangkat tangan kearah Zara karena wanita itu tadi yang terkekeh dan Nania tidak terima.
Tetapi teriakan anak kecil membuatnya menghentikan aksinya.
“Mama!” Teriak Zein melihat mamanya. Zara menoleh disana sudah ada Zachry yang menggunakan tuxedo berwarna putih dengan celana yang sama tengah menggendong Zoya.
Jantung Zara berdegup kencang karena melihat tatapan Zachry yang lurus kearahnya. David melihat itu membawa Alena bersamanya dan meninggalkan Nania da Zara ditengah-tengah.
“Mama….” Panggil Zoya.
Zara hanya tersenyum dan mengelus wajah cantik Zoya yang masih digendong Zachry
“Zach akhirnya ka--,” Zachry mengangkat tangan menandakan agar Nania berhenti berbicara.
Karena melihat Zachry sudah datang Edgar merasa lega tetapi tidak dengan Luna yang merasa kasihan terhadap anaknya.
“Apakah kedua anak manis itu cucuku….” Lirih Luna yang diangguki pelan oleh Leo.
Air mata nya tidak bisa ditahan, akhirnya diu sianya dia masih bisa melihat cucuknya, dan mereka berdua sangat mengemaskan.
“Zachry ayo kita aka--,”
“Akan apa? Kau mau mengajak suamiku menikah disaat istrinya masih ada berdiri disampingnya?” kata Zara membuat Nania berserta semua undangan terkejut, temaksud Zachry.
Istri? Apakah Zara masih mengangapku suami? Batin Zachry
“Istri? Kau bermimpi Nyonya? Kalian bahkan sudah menandatangani surat cerai dua tahun lalu?” ucap Nania tetap mempertahankan harga dirinya, walau sebenarnya dia sudah sangat takut
“Surat cerai palsu itu maksudmu? Kau terlalu percaya diri kalau menganggap aku tidak mengetahui itu asli dan palsu.”
__ADS_1
Terang saja ucapan Zara membuat semua orang kembali terkejut, Edgar sudah keringat dingin, dia bisa saja membantah tetapi kondisinya tidak memungkinkan ada banyak relasinya, jika dia berbicara akan membuat mereka semua percaya bahwa dialah dalangnya.
“Palsu?” kata Zachry melihat kearah Zara.
“Hmm, calon istrimu dan ayahnya membuat surat cerai palsu, aku sudah berniat melaporkan tindakan tidak baik mereka setelah ini.”
“Jangan bicara omong kosong!” pekik Nania. Karena sudah merasa tersudut.
“Akui atau kau berakhir.”
***
“Apa sebenarnya yang terjadi?” Zachry masih tidak mengerti. Betapa bodohnya dia selama ini, menerima kebohongan bahwa Zara membuat surat cerai, tetapi kenyataannya adalah surat cerai dibuat Dadnya, kemudian setelah dia merasa tidak bisa melakukan apa-apa lagi, kenyataan lain datang dengan mengatakan bahwa surat cerai hanya rekayasa.
Oh dimana Zachry selama ini yang tidak menyelidiki semuanya.
Dia terlalu sibuk meratapi kepergian Zara sampai tidak ingin mengurus apapun.
Itulah kebenarannya.
“Seperti yang Zara katakan, surat cerai itu palsu.” Jawab Aariz tanpa beban memandang lurus kearah David yang memangku Zoya
“Kalau surat cerai itu palsu, kenapa Zara menikah dengan David.”
“Kalau itu, aku kira aku sudah menjelaskannya.”
Zachry kembali terlihat tidak bersemangat, walau kenyataan kalau surat cerai palsu tetapi mendapat kenyataan Zara bersama pria lain juga tetap saja tidak mengubah apapun
“Itu Zara, kalian berbicaralah aku akan mengantar Agatha pulang dulu.” Pamitnya setelah Zara sudah berada didekat mereka
“Hai….” Kata Zara tetapi tidak dijawab Zachry.
“Kau marah karena aku datang menggagalkan pernikahanmu?” godanya kembali. Dia melanjutkan “Maaf, mana ada istri mau suaminya menikah dengan perempuan lain.”
“Tapi kau menikah dengan David, kau--,”
“Apa kau bilang? Kau bilang istri? Kau ini istri siapa sebenarnya?” jawaban Zara membuat Zachry bingung.
“Tentu saja istrimu, istri siapa lagi.” Zara berdecak
“Aku dan David tidak pernah menikah, kami memang sengaja membuat cerita palsu untukmu.”
“A-apa? Cerita palsu? Tidak menikah? Oh apa maksudmu, kau, kau aggggghhhht…” Zachry semakin bingung, dia bahagia, terkejut heran tidak percaya dan senang semua bercampur menjadi satu dan dia tidak tahu mana yang dominan.
“Ah sudahlah, aku akan pulang dulu.” Mereka semua memang masih berada di dalam ruang gedung tadi. Hanya ada rombongan mereka karena semua tamu sudah kembali dengan perginya Nania dan Edgar.
Tetapi baru saja Zara akan melangkah Zacry sudah memeluknya dari belakang “Kau masih istriku?” tanyanya lirih.
“Mm.. aku memang masih istrimu, kau tidak suka?” Zachry membalik istrinya dan mencium gemas wajah cantik didepannya. Setelah puas dia langsung memeluk erat wanita yang selama ini membuatnya hampir gila
Semua orang disana menatap dua pasang suami istri yang lama terpisah itu dengan haru.
“Kau cemburu? Kau tidak apa-apa melepasnya?” kata Alena yang sudah duduk di samping David.
“Tentu saja aku cemburu, tetapi tidak ada alasanku tidak melepasnya, melihatnya bahagia sudah membuatku sangat bahagia, dia adikku yang manis.” Ucap David tulus.
“Kalau Zara adikmu, lalu aku?”
David tersenyum lembut lalu mengecup sayang kening Alena mesra “Kau calon istriku.” Jawabnya membuat Alena tersipu.
***
“Jadi sekarang kita tinggal bersama Daddy?” kata Zein berbinar, yang dijawab anggukan oleh mamanya.
“Papa uga?” sambung Zoya.
“No! papa harus tinggal dengan tante Alena, Zoya sudah lihat tante itukan, yang selalu bawa boneka buat Zoya?” anak perempuan itu mengagguk.
Yah selain keluarganya, satu-satunya orang lain yang sering berkunjung kerumah Zara adalah Alena. Itulah yang memuat Zara memutuskan untuk mengatakn kebenarannya pada Zachry karena melihat harapan untuk kedua orang itu.
“Tapi, Soya mau sama papa,” Zoya menunduk. Dia memang sangat dekat dengan David.
__ADS_1
“Boleh, tapi izin Daddy dulu, ya?”