Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Menjelaskan pada Zara


__ADS_3

Suasana yang tadinya ramai tiba-tiba menjadi sunyi, memang acara sudah hampir selesai, Zara berdiri dan melangkah menyambut seseorang yang memanggilnya, senyumnya merekah, sementara Zachry dan Aariz serta Mom Luna hanya diam ditempat memperhatian Zara jangan sampai ada yang membuat kakinya tersandung.


“Dad, Zara rindu..”. katanya memeluk erat tuan Dixon.


“Mom, aku rindu…”. Zara juga memeluk ibunya


Tuan Dixon tersenyum lalu mengecut lembut kening putrinya. Sudah lama dia tidak mendengar kata rindu itu keluar, pasalnya karena Zara yang selalu sibuk ditoko dan anak keras kepala ini sangat gensi mengungkapkan perasaanya sendiri.


Dia membawa Daddy dan Mommy nya bergabung bersama, sementara itu semua yang hadir undur diri, karena merasa Zara membutuhkan waktu bersama Daddy nya.


Mom Luna kembali bersama anak buah Zachry, karena wanita paruh baya itu juga sangat lelah, dia juga sudah meminta maaf pada besannya karena harus kembali lebih awal. karyawan di toko Aariz juga sudah kembali bersama Agatha, sebenarnya Aariz juga ingin kembali namun tuan Dixon menahannya.


Aariz yang masih mengingat apa yang ibunya katakan waktu itu menatap tidak suka pada pria didepannya yang terus saja mengelus lembut rambut Zara didepannya.


Oke, jika saja Zara bukan mantan kekasihnya dia akan cemburu karena dia diabaikan disini, namun perasaan Aariz pada Zara adalah tulus. Dia hanya ingin melihat wanita itu bahagia.


“Dad, kapan kalian sampai..?” Tanya Zara tidak biasanya Daddy nya bisa meluangkan waktu datang mencarinya, biasanya dia akan menunggu Zara dirumah saja.


“Beberapa menit yang lalu, karena Dad tahu kamu disini dan juga Aariz, tidak ada salahnya kalau Daddy juga datang”.


Zara mulai bingung, bukankah seharusnya Daddy nya mengatakan bahwa dia dan Zachry kenapa menjadi dia dan Aariz.


“Nak boleh aku memelukmu..?” kata Mom Lucy membuat Zara semakin mengerutkan kening. Sementara Aariz hanya diam saja, dia juga masih bingung. Dia tidak akan percaya kalau sampai dia benar-benar bersaudara denga Zara.


“Mom..bukankah seharusnya Mom memeluk Zachry, dia menantu Mom, bukan Aariz..”. Candanya dengan kekehan kecil walau hatinya sudah merasa ada yang salah.


Zachry yang namanya disebut sudah tidak ada lagi disana, pria itu lagi-lagi bersembunyi karena tidak mampu mencium wangi farfum yang sejak tadi dia tahan.


“Aariz apakah boleh..?”. Aariz melihat kearah tuan Dixon yang masih saja diam sejak tadi padahal pria itu yang memintanya tetap disana. Aariz akhirnya mendekat, lalu membalas pelukan mom Lucy, membuat Zara semakin bingung.

__ADS_1


“Dad sebenarnya apa yang terjadi…? Kenapa sikap kalian menunjukkan seolah Aariz adalah anak kalian dan dia saudaraku..?”


“Dia memang saudaramu..!”.


“A-apa..” bukan hanya Zara tetapi juga Aariz ikut terkejut walau sebanarnya Aariz sudah menduga dari cerita ibunya, tetapi mendengarnya langsung dari orang yang membuangnya jauh lebih mengejutkan. Aariz menatap tajam kearah tuan Dixon.


“Apa maksud Daddy?”. Zara yang bertanya, dia sangat terkejut dengan fakta ini, apakah itu sebabnya Zachry selalu mengatakan bahwa Aariz adalah kakaknya. Itu artinya suaminya sudah tahu lebih awal?.


Tuan Dixon menjelaskan semuanya, bahkan istrinya sudah menangis kembali, padahal dia sudah mendengar semuanya saat di Roma. Zara menatap tidak percaya pada Daddy nya, jadi ini alasan kenapa dia tidak diizinkan bersama Aariz selama ini? Apakah ini juga alasan kenapa Daddy nya dengan suka rela memodali toto itu?.


“Kenapa Daddy merahasikannya? Kenapa Daddy membiarkan aku mencintai saudara ku? Kenapa Daddy tidak mencegah lebih awal sebelum aku menyerahkan hatiku padanya?”. Cerca Zara dengan tatapan sangat dingin.


“Apakah Daddy tahu karena perbuatan Daddy apa saja yang pernah aku lakukan dengannya?”. Dia menunjuk Aariz, yang juga diam mendengarkannya berbicara. Ingatan tentang bagaimana mereka saat menjadi sepasang kekasih membuatnya sangat malu sekarang.


“Kenapa Daddy membiarkanku larut dengan perasaanku? Bahkan Daddy tahu setahun setengah bukanlah waktu yang singkat bagiku. Kami bersama, dan Daddy membiarkannya?’


“Apakah itu yang membuat Daddy menjodohkanku dengan Zachry? Daddy menjodohkanku dengan pria yang tidak aku cintai karena perbuatan Daddy aku sudah menyerahkan semua hatiku untuknya..”.


“Jangan menyentuhku”. Peringat Zara. Dia malu karena pernah menjadi kekasih kakanya. Lalu menatap Daddy nya, dengan perasaan yang tidak bisa dia gambarkan. Dia marah, kecewa, sedih, malu dan semuanya.


Mom Lucy mencoba menenangkan putrinya, karena tidak ingin terjadi sesuatu pada putri nya yang tengah mengandung. Dan di ujung sana Zachry sudah berdiri dia mendengar suara teriakan istrinya dan dia memang sudah menduga ini. Tetapi saat mendengar Zara tidak mencintainya kembali membuat hatinya hancur.


“Aariz…”. Tuan Dixon ingin memeluk putranya, tetapi Aariz membuang muka, dia ingin marah dan menhajar pria yang sudah membuangnya saat baru lahir, namun batinnya menolak, dia benci karena memiliki perasaan selemah ini.


“Maafkan Daddy.. semua sudah berlalu, Daddy minta maaf padamu karena tidak bisa mengatakan pada dunia bahwa kamu adalah putra pertamaku, pria tua ini saat itu tidak berani mengambil tindakan sehingga membuatmu dan ibumu harus Daddy pindahkan’.


Lalu tuan Dixon menatap dua wanita yang juga masih menagis di depannya. “Maafkan aku Lucy karena sejak awal tidak jujur padamu, bahwa aku sudah menikah dan memiliki putra dengan istriku sebelumnya”. mendengar itu wanita tua itu semakin menangis, sesak rasanya mengetahui bahwa ada wanita lain juga berada di hati suaminya dan diadalah wanita kedua itu.


Karena sudah tidak tahan lagi, Zara kelar dan meninggalkan mereka semuamya, Aariz ingin mengejarnya namun tatapan Zara membuatnya tida bergerak.

__ADS_1


“Jangan mencoba mencegahku atau mengikutiku”.


Aariz hanya diam, dia sama hancurnya dengan Zara namun tetap saja dia tidak akan tenang membiarkan Zara pergi sendiri. Zachry yang melihat isrinya keluar segera berlari dan akan menyusul istrinya.


Jangan sampai Zara hilang lagi dan dia tidak akan bisa menemukannya. Dia menelpon anak buahnya agar mengikuti kemana perginya Zara.


Ditaman Zara yang kabur menggunakan taksi tidak tahu harus kemana. Dia tidak memiliki teman untuk dia kujungi.


Wanita hamil itu terus saja memamngis mengabaikan orang-orang yang memperhatikan sejak tadi. Dia hanya ingin melupakan apa yang dia dengar.


Lama menangis membuat kepalanya sakit. Dia memegang kepalanya yang terasa nyeri.


“Oh kepalaku”. Katanya memgang kepalanya.


“Sini biar aku memijatnya..” Zara terkejut mendengar suara dibelakangnya, dia ingin mendongak tetapi tangan pria itu sudah menekan kepalanya membuatnya susah untuk sekedar menoleh atau mendongak.


“Apa yang membuatmu sangat sedih, hm?”.


Zara tidak menjawab, pijatan dikepanya sangat nyaman, dia membiarkannya karena dia tidak merasakan ketakutan atau hal membahayakan dari orang tersebut, seperti dia merasakan tangan Aariz seperti itu.


Sekarang Zara sadar, kenapa perasaannya pada Aariz sangat halus, dia memnag mencintai Aariz bahkan sangat tetapi dia tidak bisa menjelaskannya. Ingin memiliki lebih dari ingin memiliki pada pasangan.


“Zara kau mendengarku?”


“Hm, ya kenapa kau ada disini..?” Tanya Zara dengan suara serak, dia menutup mata menikmati pijatan dikepalanya, tapi dia tahu betul siapa yang memijat kepalanya.


Dia tahu dia sudah menikah, dia hanya menganggapnya saudara dan mereka sudah sepakat dengan itu. Dalam dua hari dia sudah mendapatkan kakak laki-laki. Dan ternyata dia memili kakak kandung yang asli sayangnya dia terlambat mengetahuinya.


“Tentu saja ingin menjemputmu”. Jawabannya membuat Zara membuka mata dan berdiri sehingga tangan David terlepas.

__ADS_1


“Aku tidak ingin ikut denganmu”. Kata nya mundur, namun dengan cepat David meraihnya karena melihat batu dibelakang Zara.


“Yakin,,? Bukankah kamu tidak memiliki teman untuk berbagi kesedihan?”


__ADS_2