Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 42 | Dia menolakmu


__ADS_3

"Menurutmu aku harus bagaimana?" Zach pura-pura bingung.


"Ayolah jangan bersikap bodoh, kau bisa menolaknya dan katakan kau sudah menikah dengan kakak Ipar". Imbuhnya terlihat dari wajahnya Leon sangat kesal


"Dan kau tahu apa yang akan terjadi? Tuan Dedrick sudah sangat tua, lagi dia tidak dalam kondisi yang baik".


"Oh ya ampun lalu? Oh kakak iparku yang malang?" katanya duduk dengan menopang kepala dengam kedua tangannya. Diam-diam Zachry tersenyum bahagia melihat bagaimana Leon frustasi.


Dan sepanjang hari jika tidak ada pertemuan mendadak dan pekerjaan tidaklah terlalu banyak Zachry kembali melakukan ke usilan pada sepupunya.


Sementara itu disebuah apartemen mewah seorang pemuda tampan dengan wanita cantik tengah duduk bersama, didepan mereka beberapa botol minuman sudah tandas. Namun tidak membuat dua pasang manusia itu mabuk, mereka terlihat masih sangat sadar.


"Jadi bagaimana rencanamu, sekarang?" Tanya wanita itu.


"Entahlah, aku sudah menghancurkan isi gudang agar membuatnya datang dan kami bisa bekerja sama mengelolanya lagi, tapi tetap saja tidak berhasil". Jawabnya masih dengan pandangan kosong.


"Aku bahkan tidak percaya kau merugikan dirimu dengan merusak isi gudang". Nania mencebik dan mengejek


"Karena aku tahu dia sangat mencintai itu, dia tidak akan bisa melihat bagaimana isi gudang berkurang sedikitpun, dan aku memanfaatkan itu agar dia bisa lebih lama lagi bersamamaku tapi-"


"Tapi dia menolakmu". Nania menjawab dengan tawa meremehkan.


"Lalu apa rencanamu? bukankah Zachry berulang kali menyakitimu? Aku yakin kau akan semakin sulit mendekatinya". Ejek Aariz.


"Kau salah, Zachry tidak akan bisa lama membenciku, kami sudah lama bersama, Mom Luna menyanyangiku, dan kau tahu kenapa aku sangat yakin Zachry akan selalu memaafkanku?"


"Kenapa?".


"Kau tidak perlu tahu sekarang". Katanya masih dengan gelas minuman ditangan.


"Dua hari lagi akan ada pesta di kediaman orang tuaku, datanglah kau akan melihat seperti apa rencanaku disana".


Setelah menghabiskan beberapa botol minuman Nania akhirnya kembali kekediaman orang tuanya, dia akan menyusun rencananya disana. Dia akan memastiskan bahwa Zachry akan menjadi miliknya malam itu.


Dua hari berlalu dengan begitu cepat. Disinilah mereka saat ini di kediaman orang tua Nania. Mom Luna dan Dad Edgar juga sudah tiba sejak tadi, Aariz dan Agatha juga, tidak akan sulit menjawab kenapa dua orang ini berada disana. Karena semua hidangan yang di atas meja sebagian besar dari tempat Aariz.


Mereka mengadakan perayaan ulang tahun pernikahan. Dan Nania mengambil kesempatan ini untuk rencananya. Karena acara akan berlangsung sampai larut malam Nania dan keluarganya sudah siapkan tempat yang nyamam.


Setelah lama menunggu akhirnya yang dinantikan juga telah tiba. Zachry datang dengan kemeja putih dan celana kain dengan warna hitam. Serta Zara menggunakan gaun malam berwana hitam senada dengan warna yang Zachry kenakan. Dia menata rambutnya yang panjang dengan sedikit sanggulan di bagian belakang serta bawahnya dia membuatnya sedikit bergelombang.


Dibalik tirai berwana keemasan dengan lampu kecil yang menjuntai Aariz menatap lekat wanitanya yang semakin terlihat cantik. Dia belum tahu apa rencana Nania, tapi wanita itu sudah memastikan bahwa tidak akan melukainya sedikitpun.


"Terima kasih sudah datang, Nak". Kata Nyonya Agnes memeluk Zachry dan Zara bergantian. Begitupun juga dengan Tuan Carlos. Pria yang tambun namun sangat peramah.


"Semoga pernikahan kalian selalu dalam kebaikan". Zara yang berujar.


"Kau sangat manis sayang, Maaf karena tidak bisa menghadiri pernikahan kalian". Katanya dengan penyesalan.


"Tidak masalah, kami tau Nyonya pasti sibuk".


"Panggil saja Mommy, seperti Nania, Gadis itu sejak dulu saat menginginkan adik perempuan, dia pasti bahagia memiliki adik semanis dirimu". Katanya lagi masih dengan senyum ramahnya.


"Dimana Nania?" Kata Carlos karena tidak melihat dimana putri nya.


"Aku disini Dad, Hai Zara kau sudah datang". Nania datang dengan anggun dia memang menggunakan gaun biru gelap berbahan lembut dengan modelan sabrina.


"Hai Zach". Sapanya ramah dan hanya dijawab oleh anggukan oleh Zachry.

__ADS_1


Sementara pesta dimulai, makanan penutup datang Agatha dan rekannya membawa beberapa menu baru mereka. Zara yang melihat Agatha mengerutkan kening karena tidak menyangka bahwa ada Agatha ditempat ini.


Zara menghampiri Agatha yang sudah berdiri disampimg meja makanan, tatapan wanita itu lurus melihat beberapa pasang kekasih yang berdansa di tengah ruangan dengan pencahayaan yang hanya tersorot pada peserta saja.


"Agatha, kau disini?" Tanya Zara yang sudah berada sisamping Agatha.


"No-Nona Zara". Agatha terkejut karena dia tidak tahu bahwa akan bertemu dengan Zara, dia membungkuk sedikit tanda hormat.


"Jadi semua makanan ini dari toko?". Kata Zara melihat banyaknya makanan diatas meja.


"I-iya Nona, Aariz, maksud saya Bos hanya mengatakan bahwa ada yang memesan banyak makanan manis dan saya tidak menyangka bisa bertemu Nona disini".


"Kenapa masih memanggilnya Bos? Bukankah kalian sepasang kekasih? Jangan sungkan padaku".


"Itu, sepertinya anda salah faham Nona, kami tidaklah seperti yang Nona kira". Katanya masih merasa tidak enak.


Namun Zara hanya tersenyum dia tahu bahwa Agatha mumgkin masih merasa malu.


"Mau menemaniku berdansa Nyonya?". Kata Zachry yang sudah berada disamping istrinya dan memegang jemari lentik milik Zara.


Zara hanya tersenyum dan mengangguk, mengizinkan Zachry membawanya ke tengah ruangan dimana sudah ada beberapa pasangan disana. Nania yang melihat itu mengepalkan tangan karena baru saja dia akan mengajak Zachry tetapi dia kalah cepat.


Namun dia tidak akan meyerah malam ini, dia melihat Aariz yang menatap takjub Zara di ujung sana, Nania menyunggingkan senyum dan menghampiri budak cinta itu.


"Ayo berdansa lah denganku, biarkan bagaimana takdir membawanya bersamamu nanti".


Tampa menunggu babibu lagi Aariz menarik tangan Nania dan membawanya ke lantai dansa bergabung bersama pasangan 'Z' dan lainnya.


Alunan musik mengalun dengan lembut, Zara meletakkan kedua telapak tangan didada bidang Zach sedangkan si pria yang terlihat sangat berkarisma sudah meletatakkan tangan dipinggang ramping sang istri.


Belum sampai tangan kekar itu bertengger di pinggang Zara tangannya sudah ditepis. "Lepaskan, Jangan berani menyentuhku". Zara berlalu meninggalkan Aariz yang masih tidak percaya ditolak di tengah-tengah ruangan.


Saat dia akan menyusul Zara, Nania menghentikannya "Biarkan saja, setelah ini kau akan bersamanya". Katanya dengan senyum licik.


Senua orang sudah berkumpul bersama lagi dimeja makan yang memang disiapkan lebih besar dari biasanya, sengaja agar semua keluarga bisa dimeja yang sama.


Tidak hanya itu ternyata Nania juga membawa Aariz dan Agatha untuk bergabung, Nania memperkenalkan kedua orang tersebut sebagai sepasang kekasih yang telah menyiapkan semua makanan untuk mereka.


Tentu disini Aariz mendapatkan banyak pujian karena sangat jarang seorang pemuda sepertinya yang mau terjun didunia itu. Aariz yang mendapatkan banyak pujian hanya tersenyum tidak enak, pasalnya Nania tidak mengatakan bahwa Zara adalah salah satu pendukungnya mengelola toko itu.


Setelah makan malam, mereka kembali berbincang hangat, belum terlalu malam jadi tetua masih berkumpul bersama yang masih muda sampai semua orang mendapatkan teh melati khusus racikan Mommy Agnes.


Sesuai rencana Zachry dan semua orang meneguk minumannya. Tampa mereka semua sadari bahwa didalam teh itu terdapat obat tidur yang sudah Nania campurkan untuk semua orang.


Tidak, masih ada satu orang lagi yang tidak meminum teh tersebut karena dari awal sudah mulai curiga. Selain Nania dan Aariz tentunya.


Dalam hitungan menit semua orang merasakan kantuk berat, bahkan Mom Luna dan Dad Edgar yang sudah merasa sangat mengantuk undur diri kekamar mereka. Dan disusul oleh yang lain. Tidak ada yang curiga kenapa mereka tiba-tiba mengantuk karena mereka semua berfikir bahwa mereka lelah.


Ya kecuali orang yang tidak meminum teh tersebut.


"Sayang kau masuklah ke kamar dulu, aku akan menghubungi Leon". Yang di angguki oleh Zara.


Zachry harus menelpon sepupunya itu, tadi dia memintanya mencarikanbmakanan pedas untuk dirinya, entah kenapa dia menginginkan itu, atau mungkn saja karena tidak ingin makanan yang Aariz bawa.


Namun sebelum sambungan itu tersambung dia melihat Nania yang tiba-tiba saja terpleset karena menginjak sisa makanan yang terjatuh.


Zachry mengantongi kembali ponselnya dan berlari ke arah Nania yang meringis karena kakinya sepertinya terkilir.

__ADS_1


"Aww..". Pekiknya saat berusaha berdiri. Nania tidak berbohong demi rencananya dia harus merasakan kakinya benar-bernar terkilir.


"Kau tidak apa-apa?" Kata Zachry sudah menopangbtubuh Nania agar tidak kembali terjatuh. Sebenarnya dia sangat mengantuk namun harus dia tahan.


"Hm, sepertinya kakiku terkilir, kau bisa membantuku kembali ke kamarku?" Pintanya masih menunduk merasakan sakit di kakinya.


'Sial. Ini benar-benar sakit'. Batinnya


"Baiklah, ayo ". Zachry tidak akan curiga karena dia tahu Nania tidak berbohong kakinya terkilir.


Dikamar Zachry mendudukkan Nania di sofa, kemudian memeriksa kakinya. Zachry akan membantu sedikit. Dia tahu caranya. Lagi dia tidak mungkin membangunkan tetua mereka pasti lelah.


Pelayan belum tentu mengerti. Fikirnya. Dan "Kreek". Kaki yang tadi terkilir sudah baikan.


"Woh terima kasih, aku masih bisa menggunakan hell". Nania terkekeh. dia sangat senang, senang karena kakinya baikan juga senang karena rencanaya sebentar lagi akan berhasil.


Dan yah, Zachry tertidur, dia tidak bisa menahan kantuknya, kepalanya jatuh diatas sofa samping Nania duduk. Dengan badan terduduk dilantai beralaskan karpet bulu yang sangat halus.


Karena obat yang Nania campurkan tidak banyak dan efek tergantung banyaknya yang masuk ditubuh. Zara terbangun matanya terbuka perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk. Dia melihat jam sudah sangat larut, tapi dimana suaminya?


Dia keluar mencari keberadaan Zachry, sepi. Dia hanya melihat Leon tertidur di sofa dengan bungkusan di atas meja.


Lalu dimana Zachry? "Leon, kau melihat Zachry? Katanya setelah menggoyang-goyangkan Leon sampai terbangun.


"Tidak, bukannya bersamamu dikamar?". Leon berdiri terlihat juga sangat panik.


"Dimana dia?" Zara sudah sangat hawatir karena tiba-tiba saja perasaannya tidak enak.


Tidak lama yang lain juga terbangun karena Leon begitu panik sekarang. Sepupunya menghilang.


Zara masih terlihat sangat hawatir, walau mertuanya sudah berusaha menenangkan. "Coba kita tanya Nania mungkin saja dia melihat Zachry keluar?" Usul Mom Luna akhirnya yang di angguki oleh semua orang.


Leon dan Zara pergi bersama ke kamar Nania. Disini Leon sudah mulai merasa ada yang salah namun dia berusaha mengenyahkan fikirannya. "Kakak ipar tunggulah, biarkan aku yang kesana bertanya". Kata Leon setenang mungkin walau didalam hatinya sudah merasa ada yang salah.


"Tidak, aku akan mendengar langsung darinya, sebelum itu aku tidak akan bisa tenang". Katanya berjalan lebih dulu.


Dan disinilah mereka sekarang di depan pintu kamar Nania.


Baru saja Zara akan mengetuk, pintu itu sudah terbuka, menampilkan Nania dengan penampilan khas bangun tidur. dia terkejut karena melihat Zara disana.


"Za-". Belum juga dia menyelesaikan ucapannya Zara sudah masuk dan memastikan siapa yang baru saja dia lihat disana.


Dia tersenyum getir bahkan tawanya terdengar sedikit mengerikan. Sangat dingin. Zachry suaminya tertidur disana.


"Zachry..." Teriak Leon yang juga sangat terkejut. Baru saja dia membuka mata karena teriakan Leon Zachry terkejut melihat tatapan Zara yang sangat dingin


"Sa-".


'Plak'


Satu tamparan mendarat diwajahnya membuat nania dan Leon terkejut.


Saat Zara akan keluar Nania mencoba menghentikannya di pintu "Zara, kau salah fa-"


'Plak


"Menyingkir dari jalanku".

__ADS_1


__ADS_2