Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 29 | Kau cemburu


__ADS_3

"Zara....


"Aku bilang lepaskan aku". Zara sangat kesal atas perlakuan tiba-tiba dari Aariz. Apalagi dipinggir jalan. Mungkin jika dulu saat dia belum menikah dia tidak akan terlalu kesal walaupun tindakan mereka memang tidak pantas karena berada dipinggir jalan.


Namun, saat ini dia sudah menikah, walaupun dia belum sepenuhnya menyerahkan hatinya untuk Zachry tetap saja laki-laki itu sudah menjadi suaminya.


Sementara di ruang kerja Zachry pria itu tidak henti-henti nya mengumpat karena terlalu kesal. Dia baru saja mendapatkan kiriman foto dari anak buahnya yang dia tugaskan dari jarak jauh menjaga Zara dan mengabarkan semua yang wanitanya lakukan diluar. Dan Zara tidak tahu bahwa selama ini dia dijaga.


"Dimana istriku saat ini?" Tanya Zach pada anak buahnya.


"Sudah kembali Tuan, saya memastikan dia sudah masuk setelah itu saya mengabari Tuan".


"Baiklah, awasi terus dia". Sambungan diputus sepihak oleh Zachry. Dia mengambil kunci mobil dan akan pulang. lebih baik dia mengikat istrinya agar tidak keluar lagi. Namun saat dia membuka pintu tubuhnya terhuyung kebelakang.


"Aku merindukanmu". Nania tampa aba-aba langsung memeluk zach erat, seolah tahu bahwa Zach yang akan membuka pintu tadi


"Nania, apa yang kau lakukan?" tangan Zach masih tergantung disamping tampa membalas pelukan. Dengan Nania yang masih memeluknya.


"Aku merindukanmu, aku tidak percaya kau benar-benar tidak mencariku".


"Lepaskan tanganmu". Suaranya dingin.


"tidak. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu".


Dengan kasar Zach melapas pelukan sahabatnya dan membuat tubuh ramping Nania terhempas. Untung saat itu Leon yang baru masuk langsung menangkap tubuh kecil Nania.


"Lepaskan aku Leon" bentaknya


Dia melihat kearah Zach dan tertawa sinis. "Kau berbuat kasar padaku, Zach? Kita sudah lama bersama dan kau tidak pernah melukai ku sedikitpun tetapi kali ini...." dia menarik nafas dan menghembuskannya "kau melakukan ini hanya karena aku merindukanmu?


"Apakah gadis kecil itu sudah banyak mencuci otakmu, hah?" pekiknya kesal


Nania dengan lantangnya berbicara membuat Zach dan Leon mengerutkan kening, pasalnya ini pertama kali mereka melihat Nania berbicara sangt kasar. Biasanya wanita ini akan bersikap lembut dimana pun dia berada.

__ADS_1


"Jaga bicaramu, ada hak apa kau bicara seperti itu pada nya?" nada suara Zachry datar dan dingin". Lagi, siapa kau sampai berani bicara begitu?


Zachry berjalan mendekat. Membuat Nania mundur sampai tersudut di dinding. Leon yang melihat itu hanya bisa berdiri diam. Dia tidak berani melakukan apapun karena dia tahu Zachry sedang sangat marah. Jika dia nekat maka hal buruk akan terjadi.


"Aku tidak perduli apa yang membuatnya sampai seperti ini. andaikan aku tidak menganggapmu seperti adik. Aku sudah lama menyingkirkanmu" sontak ucapan Zachry membuat Nania pucat. " dengarkan aku. Jangan pernah muncul lagi didepanku karena mulai hari ini aku tidak ingin melihatmu berkeliaran di sekitarku". Zachry berbisik membuat darah Nania berdesir. Setelah mengatakan itu Zach berbalik dan mengatakan pada Leon untuk membawa Nania sejauh mungkin dari hadapannya.


"Aku tidak akan berhenti, kau dengar. Aku akan menyingkirkan wanita itu". Teriak Nania membuat Zachry yang sudah hampir keluar berbalik dan dengan cepat Nania terdorong dengan leher yang tercekik.


Leon yang melihat itu dengan cepat memegang tangan Zachry memintanya untuk melepaskan cekalannya.


"Zach sadarlah. Kau bisa membunuhnya". Panik Leon.


"Kau bilang apa tadi? Menyingkirkannya hah?" bentak Zachry "


Nania masih berusaha melapas tangan Zach yang semakin kuat terasa dilehernya


"Za- zach le-pas- lepas". Nania terbata-bata terlihat wajahnya semkin pucat. karena tidak ingin sesuatu terjadi dengan sekuat tenaga Leon mendorong kuat tubuh Zach hingga genggamannya sedikit mengendor. merasakan itu dengan sekuat tenaga Nania melepaskan diri.


"Hentikan kau bisa membuhuhnya". Leon sangat frustasi.


Setekah mengatakan itu Zach keluar dengan persaan yang semakin kesal. Leon yang melihat Zach pergi hanya menyugar kasar rambutnya dan membantu Nania berdiri. wanita itu terlihat sangat kacau. Leon tidK tahu kenapa Nania yang sekarang berbeda. Apakah ini Nania yang sebenarnya? Nania yang dia cintai karena lemah lembutnya.


Sampai di depan mansion Zach melangkah lebar kedalam rumah. Dia sangat marah hari ini, suasana hatinya sangat buruk. Dia harus mencari Zara. Istrinya harus diberi hukuman bukan?


dengan tergesa-gesa dia berlari kecil naik tangga dan melangkah cepat ke kamar mereka. tapi dikamar kosong. Dimana Zara.


Emosinya semakin memuncak. Apakah istrinya pergi lagi. Dengan cepat dia menuruji tangga. Tapi dia mencium sesuatu dari arah dapur. Da semakin mendekat. Dan perasaan kesal tadi berubah menjadi tenanh saat melihat istrinya yang sibuk disana. Menatap kue besar yang baru saja dia keluarkan dari pemanggang.


Zara yang menyadari kehadiran suaminya langsung mendekat dan mencium pipi Zach. Membuat nya membeku karena terkejut. Hatinya menghangat.


"Kau merindukanku?" tanyaya dengan saura yang sangat lembut.


"Ayo duduklah, dan cobalah mereka?" Zara menuntun suaminya dan membuatnya duduk lalu menyodorkan beberapa makanan manis disana.

__ADS_1


"kau membuat semua ini?


"Tentu saja, cobalah dan katakan bagaimana rasanya"


Melihat suaminya hanya diam, Zara kemudian duduk dipangkuan Zach. Tindakan yang tidak pernah Zara lakukan padanya. Tetapi hari ini dia diatas pangkuan suaminya. bukankah ini hal bagus?


Zach bertanya apakah istri nya yang manis ini hanya bersandiwara agar dia tidak curiga karena beberapa jam yang lalu dia bersama Aariz.


"Ada apa? Kenapa kau hanya diam dari tadi? Tanya Zara dengan mengalungkan tangan dileher Zach


"Kau dari belanja?" Zach sengaja memancing" Zara mengangguk


"Ya, aku membeli beberapa bahan makanan dan bahan-bahan untuk kue. Kau tidak lula kan kita akan kerumah Mommy besok".


Zach diam dan Zara sepertinya mulai mengerti


"Kau pulang karena mengetahui aku bertemu Aariz?" pertanyaan Zara membuat Zach menatapnya. Menghela nafas panjang "Maafkan aku, tetapi kami memang tidak sengaja bertemu disana"


Zach lansung memeluk istrinya "aku hanya tidak suka kalian bertemu entah itu sengaja atau tidak".


"Ck, kau cemburu rupanya". Zara berdecak kemudian akan berdiri tapi pinggangnya ditahan.


"Mau kemana? Kau yang datang dan aku tidak akan melepaskanmu, lagi apa kau bilang, aku cemburu? Tentu saja, pria mana yang tidak cemburu isyrinya pelukan di pinggir jalan".


Mata Zara melotot. Dia sangat takut. Bagaima mungkin Zach tahu yang ini?


"Kau mengawasiku? Benarkah?


"Aku harus melakukannya". Jawabnya tampa beban.


"Sejak kapan? bukankah itu sangat keterlaluan? Kau tidak percaya oadaku?


Zara berdiri dan meninggalkan Zach ke kamr, dia sangat kesal bagaimana mumgkin dia tidak tahu diawasi. Rasmaya sangat tertekan. pantas saja selama ini dia tahu semua gerakan Zara.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin pemuda polos dengan kaca mata besar sepertinya bisa berubah menjadi orang mengerikan. Dia mengawasiku oh...kepalaku sangat pusing". Zara berbaring dan memegang kepalanya. Dulu sebelum menikah Daddy nya juga selalu menggunakan pengawal menjaganya. Walaupun Zara menolak tetap saja mereka melakukannya.


"Kalian terlalu meremehkan kemampuanku, ..."


__ADS_2