
Zara hanya diam, sesekali meringis karena cerita Aariz yang seperti akan gila mencarinya. Aariz memang bersama Zachry sebelumnya, namun tiba-tiba seseorang membisikkannya sesuatu dan pria itu pergi.
Aariz masih ingat Nania saat itu dengan suka rela memberitahu alamat toko Zara. Dan saat ini ternyata alamat yang diberikannya sangat bermanfaat.
"Aku bisa melihat bagaimana kau hawatir, terima kasih". Zara tersenyum kecil. Dia sebenarnya ingin melihat Zachry hawatir, ternyata pria itu tidak memperdulikannya.
"Hm, mulai sekarang jangan menghilang, aku tidak akan memaafkan diriku kalau sampai terjadi sesuatu padamu".
"Kau seperti kekasihku, kalau begini aku mana bisa melupakanmu". Zara mengerucutkan bibirnya. Aarz melihat itu, andai saja dia tidak mendengar bahwa wanita didepannya adalah adiknya, dia tidak akan melapaskannya.
Aariz memperhatikan wajah Zara dengan lamat, mencari dimana letak kemiripan mereka berdua. Mulai mata, hidung dan bibir, semua tidak ada yang lolos.
Sampai detik ini dia memang tidak percaya sepenuhnya. Bisa saja mereka hanya berbohong. Hanya untuk membuatnya dan Zara tidak bisa bersama.
Apakah masih ada kemungkinan?
Aariz kembali bertanya, apakah masih ada jalan untuknya bersama Zara?
Menghembuskan nafas pelan. Dia tidak akan memaafkan siapapun yang mengarang cerita bahwa mereka berdua saudara.
"Aariz, kau melamun?" tanyanya lembut. Hanya pada Aariz saja dia bisa lembut.
"Tidak, apa kau tidak merindukan suamimu?". Jawabnya dengan pertanyaan. Dia sebenarnya tidak mau membahas manusia kaku itu. Hanya saja mungkin Zara membutuhkannya. Dan mau menceritakan kemana dia selama dua hari ini.
"Jangan mengungkitnya, dia saja tidak mau repot mencariku". Masih memasukkan makanan dimulutnya. Dia sebenarnya merindukan suaminya. Hanya saja dia tidak ingin kecewa.
"Kau benar, dia memang tidak pernah menghawatirkanmu ku rasa". Asriz sengaja, dia akan mengerjai Zachry melalui Zara.
Mendengar itu Zara menghentikan kunyahannya, dan meletakkan makanan yang tadi sempat ingin dia masukkan kemulut.
Zachry tidak salah, selama ini dialah yang tidak menghargai perasaan suaminya. Berulang kali pria itu menunggu jawaban perasaannya, tetapi tidak sekalipun dia memperjelas.
"Kau serius tidak ingin mengatakan kenapa kau menghilang, dan kemana kau selama ini bersembunyi? Aariz masih mencoba membujuk.
"Jangan hawatirkan itu, aku kerumah temanku". Jawabnya singkat. Dia tidak bisa mengatakan bahwa dia diculik David.
"Baiklah, sekarang kau akan pulang kemana? Aku antar?".
Zara diam sesaat, dia merindukan Zachry suaminya, tetapi mendengar bahwa dia tidak pernah dicemaskan membuatnya kesal.
"Antarkan aku kerumah Daddy". Jawabnya mantap
__ADS_1
Aariz diam, membuat Zara sedikit mengerti.
"Daddy dan Mommy di Roma, mereka mengabariku sebelumnya, jadi jangan hawatir di Mansion aman".
Yang sebenarnya terjadi adalah Aariz tidak ingin kerumah itu, setelah dia mengetahui fakta yang belum tentu juga benar dia enggan kesana. Entahlah dia hanya merasa sangat marah pada tuan Dixon.
Sesuai keinginan Zara, akhirnya Aariz mengantar wanita itu pulang kerumahnya, perasaan Aariz berkecamuk. Ini pertama kalinya dia menginjakkan kakinya. Dan yang membuatnya melongo adalah Mansion ini sama persis dengan mansion Ibunya.
"****". Aariz mengumpat, dia semakin kesal. andaikan saja Tuan Dixon tidak keluar Negeri dia akan meminta penjelasan ini.
"Aariz..? Kau mengumpat?". Zara berdecak. Mantan kekasihnya ini banyak sekali berubah.
Menghela nafas panjang, dia menatap Zara sekali lagi. "Aku harus kembali ke toko". Ucapnya menatap mata indah itu.
"Masuklah dulu, aku akan menyiapkan minuman". Sebenarnya Aariz tidak ingin, tetapi Zara terus saja memohon, jadi dia tidak akan bisa menolak wanita tersayangnya.
Didalam, Aariz memperhatikan semuanya, sama persis dengan Mansion milik ibunya. Dia berfikir Tuan Dixon lebih mencintai siapa sebenarnya?
Diruang tamu, terdapat bingkai berukuran sangat besar dipasamg di dinding. Siapapun tamu yang datang akan langsung melihat harmonisnya keluarga ini.
Senyum Zara di foto ini sangat manis.
'Jika ini benar, bukankah Tuhan sangat tidak adil? Dia menjauhkanku dari ayahku dan menjadikan wanitaku sebagai adik kandungku'
"Kau merindukan Agatha? Kalau begitu pergilah".
Ucapan Zara membuat Aariz menoleh, mau dijelaskan bagaimanna lagi, dia dan Agatha hanyalah masa lalu.
"Dia hanya masa lalu". Jawabnya yang mendapat cibiran dari Zara.
"Jangan melakukan hal seperti itu lagi, jangan sampai aku lupa kau istri orang lain". Ancamnya.
Zara terkekeh. "Oke baiklah, sekarang minum dan kembalilah, kekasihmu pasti juga rindu". Candanya.
Dimansion Utama, setelah ponsel miliknya dia hancurkan, Mom Luna terpaksa menelpon salah satu anak buah putranya yang dia tahu pasti tengah bersama anaknya.
Dan disinilah Zachry sekarang, duduk dengan rahang mengeras mendengarkan semua ucapan tidak masuk akal Daddy nya.
Zachry tidak memberi tanggapan apa-apa dia lelah, belum selesai pencarian istrinya sekarang, dia harus dilibatkan dengan masalah lainnya.
"Jadi bagaimana keputusanmu?" Dad Edgar bertanya walau sebenarnya dia sudah tahu jawabannya.
__ADS_1
"Aku tidak akan menikahinya, Dad, kau lupa aku suami wanita lain?". Jawabnya datar, percuma saja dia meninggikan suara. Hanya membuang nafas.
"Dad, tahu tetapi kau juga harus memikirkan Nania!".
"Sudah cukup!". Kini Mom Luna yang bersuara dia lelah dengan suaminya. Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja suaminya meminta hal tidak masuk akal.
"Ada apa sebenarnya?". Dia berdiri menatap suaminya, mereka sekarang berhadapan dengan Zachry yang duduk di antara mereka.
"Kau tidak perlu tahu, bukankah kau juga akan senang jika Nania menjadi menantumu?". Dia enggan menatap mata istrinya.
"Ho ho, ya sepertinya aku sudah tahu apa yang sebenarnya terjad-".
"Sudahlah dan kau Zach, sekarang Dad, hanya meminta kamu menikahi Nania, kalian bisa merahasiakan ini dari Zara".
Zachry tertawa sampai air disudut matanya keluar, dia merasa Daddynya sangat lucu. Menikahi wanita lain diam-diam katanya.
Menjijikkan.
"Mommy rasa Daddy memang sudah gila, Mom yakin dia melakukan ini karena mantan kekasihnya". Sarkas Mom Luna membuat Edgar terdiam.
"Kenapa diam?, kau kira aku bodoh?" Dia berdecih. Suaminya tidak akan pernah berubah.
"Mantan?"
"Jangan dengarkan Mommy mu". Edgar segera menyela
Namun Luna yang sudah merasa akan gila dengan keputusan suaminya yang tidak masuk akal membuatnya diluar batas kesabaran, dia meluapkan semua amarahnya. Dia tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan putranya.
Tidak siapapun.
"Yah, Agnesia, Mom Nania adalah mantan kekasih Daddy".
Zachry yang mengetahui fakta mengejutkan ini lantas berdiri dan memandang tidak percaya pada dua orang didepannya.
"Apa lagi yang kalian sembunyikan?"
"Jelaskan, kami menunggu penjelasanmu? Apa semua ini ada hubungannya dengan Agnes?". Luna merendahkan suaranya.
Zachry pergi meninggalkan kedua orang tuanya. tidak tahan karena keduanya suka sekali menyimpan kebenaran.
Tentang kebenaran bahwa Zoe dan Zea memberikan kehidupan pada Nania, lalu apa lagi ini? Apa hubungannya?
__ADS_1
Tidak masuk akal.
"Kau akan mengatakan kebenaran padanya? Jangan bodoh Luna, kau ingin dia membenciku?". Hardik Edgar pada istrinya.