Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 44 | Si penggoda


__ADS_3

Dia berlari kembali menuruni tangga, mengambil kunci mobil, sebenarnya dia tidak tahu dimana tempat tinggal Aariz namun dia akan menunggu di Toko, saat akan memasuki mobil dengan tangan sudah memegang pintu, dia teringat pengawalnya, ya dia memiliki pengawal untuk menjaga Zara. Dia hampir saja melupakan itu.


Zachry merongoh kantong dan mengambil benda pipih didalamnya, men deal satu nama disana.


"Katakan kemana istriku". Tampa basi basi dia bertanya setelah sambungan terhubung


(......)


"Baiklah".


Dengan cepat dia melajukan mobil, dia senang karena tahu bahwa Zara tidak bersama Aariz. Sampai ditempat yang pengawalnya katakan dia melesat naik kelantai yang dimaksud.


Sudah pagi, dia yakin istrinya sudah bangun mungkin didalam mereka tengah mengobrol dan semacamnya fikirnya. Pengawalnya memang mengatakan dia bersama seorang wanita. Bel ditekan kesekian kalinya dan terbukalah menampilkan wanita bersurai hitam disana. Zachry tidak mengenalnya mungkin dia adalah yang mambwa Zara dia tidak perduli asalkan wanita.


"Dimana istriku". Katanya langsung pada Agatha.


"Oh, silahkan masuk Tuan, Nona masih tertidur". Katanya tersadar beberapa menit tadi dia sangat terpana melihat pria tampan pagi-pagi. Ini pertama kalinya dia melihat Zachry lebih jelas dan memang dia sangat tampan.


Zachry masuk di mengikuti Agatha, dia bisa melihat bagaimana istrinya tertidur pulas disofa. Menghela nafas pelan lalu melirik ke arah Agatha.


"Maaf Tuan, saya hanya sendiri tidak bisa membantu Nona masuk kekamar". Seperti mengerti dengan tatapan itu, dia tidak bohong walau sebenarnya saat dia melihat Zara tertidur, Aariz kembali datang dan ingin membantunya ke kekamar namun Agatha mencegah. Dan lihat dia berhasil menyelamatkan mantan kekasihnya yang keras kepala itu.


Dengan sigap Zachry mengangkat tubuh yang sedikit berisi itu dalam gendongannya, dia heran biasanya Zara sudah bangun jika sudah pagi dan ini wanitanya tidak terganggu sedikitpun.


"Kau makan apa saja, kenapa kau semakin berat?" keluhnya dengan senyuman, wajah damai Zara saat tertidur sangat cantik.


Sampai di Mansion dia membaringkan istrinya yang belum juga terbangun, dia jadi hawatir jangan sampai istrinya pingsan.


"Sayang..."


Tidak ada jawaban, dia menaikkan selimut sampai atas leher istrinya. Masih tidak afa gerakan, terkihat bahwa Zara semakin nyaman.


Namun dia hanya tersenyum dan memberikan satu kecupan di kening istrinya, dia merasa sangat mengantuk, jam tiga pagi harus terbangun karena ulah Nania. Dia yakin gadis itu memang sengaja memanfaatkannya semalam.


Baru saja dia akan meletakkan kepala di atas bantal dia mendengar Zara berteriak " Akkkhhhhhhh".


Zachry yang terkejut langsung mendudukkan diri, kantuknya hilang. "Kau kenapa?" tanyanya melihat istrinya sudah duduk menghadapnya


"Siapa yang membawaku kembali?" katanya tidak terima.


"Aku, siapa lagi, kau kira mantanmu yang akan membawamu pulang begitu?


"Hah, setidaknya dia lebih baik, tidak akan tidur dengan wanita lain". Tuduhnya dengan dada bergemuruh


"Kau membelanya karena kau mencintainya, dan walaupun dia juga melakukan hal sama dibelakangmu dia akan selalu terlihat baik didepanmu kan?".

__ADS_1


"Ya aku tahu karena kau mencintainya sampai kapanpun" Lanjutnya lagi.


Mendengar itu Zara hanya menatap suaminya malas, lalu menarik kembali selimutnya dan tidur.


Ya Zara tidur lagi.


Zachry yang tadi sudah mulai emosi melihat tidak ada reaksi dari istrinya menyipitkan mata.


Dia hawatir, istrinya terkihat berbeda, tadi dia mekihat amarah itu dari tatapan Zara kemudian wanita itu kembaki cuek. Sangat aneh.


"Kau kembali tidur?" Tanyanya heran.


"Mm..kalau kau mau marah-marah, lanjutkan saja" katanya.


"Sayang kau sakit? Ku perhatikan kau selalu saja tidur," Dia memutari ranjang dan duduk dekat istrinya.


"Aku hanya ingin bermalasan, kau lanjutkan saja marahmu". Katanya masih memejamkan mata.


"Kenapa aku harus marah? Bukannya seharusnya kau yang harus marah karena mendapatiku di kamar Nania?" Sengaja memancing Zara.


"Oh jadi aku harus marah begitu?. Baiklah sekarang keluar, aku tidak ingin melihatmu". Zara membalik diri memunggungi suaminya.


"Hah..."


"Aku tidak tahu kenapa aku berada diatas tempat tidurnya, aku memang mengantarnya kekamar karena kakinya terkilir".


Zachry menyugar kasar rambutnya. Tadi rencananya tidak seperti ini. Dia hanya melihat aneh karena Zara lebih memilih tidur. Tapi kalau sekarang dia diserang harus bagaimana?


"Keluarlah, bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa Nania tidak berbahaya?" Sekarang Zara sudah bangkit dan duduk di depan suaminya.


"Ya aku memang melihat itu, dia mencintaimu, dia menginginkanmu, bahkan sampai melakukan hal nekad itu padamu".


Zara sudah tahu rencana Nania dari Agatha, pagi-pagi sekali dia terbangun karena lapar, untung saja Agatha memiliki makanan. Setelah makannya habis Agatha menceritakan semua bahwa dia melihat Nania mencampurkan sesuatu keminuman mereka semua. Dia juga melihat Nania yang sengaja menjatuhkan sisa kue kelantai dan menjatuhkan dirinya. Bahkan saat Zachry jatuh tertidur ke sofapun dia melihat dari balik tirai. Yang tidak Agatha ceritakan bahwa Aariz membatu Nania. Dia akan merahasikan poin itu.


"Terkadang aku merasa kau sudah mencintaiku sebagai suamimu, tetapi terkadang juga melihat bagaimana kau menatap Aariz membuat ku sadar, bahwa kau memang masih menyimpannya dihatimu". Zachry menggengam tangan istrinya


Dia bersyukur karena Zara percaya padanya, masalah Nania dia akan selesaiakan nanti.


"Apakah begitu penting ungkapan itu?


"Mm, sangat aku heran dikisah kita seharusnya kau yang sebagai wanita yang menunjukkan ketertarikanmu padaku, aku tampan sudah seharusnya kau mengejarku". Mengehela nafas "Tetapi disini akulah yang selalu berlari kesana kemari membuatku percaya".


Zara hanya tertawa melihat bagaimana kesalnya suaminya.


"Sekarang katakan kenapa kau tidak ingin mengejar cintaku?"

__ADS_1


"Tampa aku lakukan bukankah kau sendiri yang mendekat?" Kata Zara berdecak


"Mm ya, gadis pertama disemua kisah hanya Zara Florenzia yang kaku dan tidak mengejar pangerannya". Zara makin tertawa keras.


Melihat istrinya tertawa hati Zachry semakin menghangat, ditariknya tubuh sedikit berisi itu kedalam kedapannya, dipeluk dan mendaratkan kecupan dipucuk kepalanya.


"Aku bahagia karena memilikimu sebagai istriku, tidak mengapa kau belum mencintaiku seperti kau mencintai si penggoda itu, asalkan kau selalu bersamaku dan percaya padaku itu sudah cukup".


"Siapa lagi maksudmu Penggoda?" Zara masih menggeratkan pelukannya dan menghirup aroma suaminya.


Dalam hati Zachry tersenyum karena dia mendapatkan pelukan dari gadis yang sangat sulit dimengerti ini.


"Sudah jangan dibahas".


"Kau yang memulai, jangan lupa". Kata Zara makin mengeratkan pelukannya.


"Zachry.."


"Panggil aku sayang".


"Zach-"


"Kau tidak mau mengalah". Menghela nafas " Katakan ada apa?"


"Aku lapar" Zara mendongak dan tersenyum menampakkan giginya "Buatkan aku sarapan". Rengeknya.


"A-aku? Aku tidak bisa" Kembali memeluk istrinya dia akan menghabiskan waktu seharian untuk berpelukan "Kau yang meminta agar tidak usah memiliki tukang masak". Zachry mengingatkan.


"Aku memang tidak ingin ada wanita lain yang memasakkan makanan untukmu".


"Jadi sekarang bagamana? Kita keluar cari makan".


"No, aku malas keluar, aku mau kau buatkan aku sarapan sekarang". Rengeknya. Dia bahkan sampai melerai pelukan dan mendorong suaminya agar turun ke dapur.


"Buatkan nasi goreng saja". Katanya sebelum menutup pintu. Dan meninggalkan Zachry yang masih bengong didepan pintu.


Pria itu turun, menggulung kemejanya, bahkan dia belum mandi, sudah harus kedapur membuat sarapan. Ada apa dengan istrinya. Tiba-tiba sangat manja.


Setelah sejam lebih didapur Zachry naik dengan membawa sepiring nasi goreng spesial buatannya, untung saja Mommy Luna mau mengajarkannya dengan telaten lewat panggilan vidio.


"Sayang....."


Setelah membukan pintu dengan sepiring nasi goreng ditangannya Zachry yang tadinya semangat kini terlihat sangat lesu melihat apa didepannya.z


Wanita yang sudah membuatnya kelimpungan didapur tengah tetidur pulas.

__ADS_1


"Menghela nafas pelan, Zachry masuk dengan lunglai dia meletakkan nasi buatannya di atas nakas dan masuk kemar mandi.


Dia butuh mandi, agar pusing dikepalanya berkurang.


__ADS_2