Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 40 | Bisa kau lepaskan


__ADS_3

"Bisa kau lepaskan pelukanmu". Desis Zachry yang tidak suka dengan tindakan Alena yang dikiranya sudah berani menyentuhnya. Ya memang semalam dia menerima karena dia merasa Alena perlu menerimanya untuk mereda rasa bersalahnya.


"Oh maafkan aku". Katanya melepas pelukan Zachry dan tersenyum manis padanya.


"Duduklah, dan katakan ada apa?" kini mereka sudah duduk di sofa ada Leon juga disana masih berdiri.


"Leon duduklah, kau tidak lelah berdiri?"


"Baik saya permi-" belum selesai dia berucap Zachry sudah menghentikannya


"Duduklah beramsa kami disini". Leon yang mengerti langsung duduk namun terlihat ada raut kecewa diwajah Alena.


"Aku ingin bicara berdua denganmu". Katanya tampa malu, membuat kening zachry mengkerut.


"Apa bedanya, Leon sekertarisku dia berhak tahu apa saja yang kita bicarakan, dan katakan apa maksudmu tadi dengan takut?"


"Itu..aku hanya takut kau tidak datang" Jawaban yang ambigu


Menghela nafas Zachry mulai jengah. Merasa buang-buang waktu.


"Apa yang ingin kau sampaikan, tidak mungkin kau kemari jika tidak memiliki urusan yang mendesak".


"Ayahku mengundangmu kami akan mengadakan acara makan malam sebagai tanda minta maafnya padamu".


"Bukankah itu sudah lama? Dan kalian mengundang setelah setahun berlalu?" bagi Zachry ini sangat terlambat menunggu setahun untuk minta maaf.


"Ayahku baru tahu aku dijebak, dan dia merasa bersalah padamu karena kejadian itu kita batal me-"


"Tolong sampaikan pada beliau aku sudah memaafkan semuanya, lagi tidak akan ada yang berubah aku sudah menikah". Jelasnya membuat Alena kesal namun dia menahannya.


"Aku mohon datanglah jangan mengecewakan orang tua itu, dia sangat mengharapkan kehadiranmu, dan Mom Luna dan Daddy mu juga akan hadir, aku sudah mengatakannya dan mereka akan datang".


Karena Alena terus saja membujuk mau tidak mau Zachry menyetujuinya. Karena Mom Luna pasti akan memaksa juga.


"Dan bisakah Zara tidak ikut?" katanya hati-hati.


"Apa maksudmu?" Jelas Zaxhry tidak suka


"Aku mohon, Ayahku sudah sangat tua dan sakit-sakitan kalau dia mengetahui kau sudah menikah aku takut kesehatannya semakin memburuk".


Satu fakta bahwa Ayah Alena memang sudah sangat tua, awalnya pria itu sangat sehat namun setelah mengetahui kejadian dan melihat sendiri bagaimana anaknya mempermalukannya. Dia terkena serangan jantung ringan. Dan saat dia mengetahui kebenaran bahwa anaknya benar-benar dijebak dia ingin meminta maaf langsung pada orang tua Zachry.


"Aku tidak percaya kau tidak mengatakan hal yang sebenarnya pada Ayahmu". Zachry berdiri.


"Maafkan aku tapi aku terpaksa melakukannya".


Menghela nafas panjang. kepalanya sakit sekarang.


Diperjalanan pulang Zachry hanya diam dan Leon menyadari kegundahan sepupunya berceletuk.


"Kau yakin tidak akan membawa kakak ipar? Kau tidak takut dia tahu kau menyembunyikan ini darinya?"


"Lalu aku harus bagaimana?".


Sampai dirumah Zachry masih diam, dia memang meminta Leon mengantarnya pulang karena dia tidak akan bisa membawa mobil dalam keadaan pusing seperti ini. Dan sialnya Leon harus kembali mengambil mobilnya dengan naik taksi.


"Kau lelah?" Kata Zara melihat suaminya yang sudah duduk di sofa kamar dengan kepala menengadah ke atas.


"Kemarilah". katanya menepuk pahanya mengisayaratkan agar wanita itu duduk dipahanya.


"Kau kenapa lagi?" kata Zara yang merasa aneh karena suaminya terlihat tidak bersemangat.


"Apa kau sudah mencintaiku?" katanya masih diceruk leher Zara, wangi mawar. Dia suka.


"Kenapa? Bukankah itu tidak penting, aku sudah menjadi istrimu kan".


"Itu penting, dan sangat penting". Dia terus mengendus wangi rambut gelombang istrinya


Zara hanya berdehem sebagi jawaban.


"Kalau begitu bersiaplah kita akan pergi jam delapan nanti".


"Kita akan kemana?" Tanyanya


****

__ADS_1


Disinilah mereka sekarang didepan halaman rumah Alena, memang tidak sebesar Mansion milik Zara dan Zachry tapi tidak terlalu dikatakan lecil karena ternyata Mansion ini melebar kebelakang.


Zara melihat kearah suaminya yang terlihat sangat tampan tapi tatapannya sangat dingin. Ya mereka datang berdua karena ternyata Mom Luna dan Daddy nya berhalangan karena ada urusan mendadak.


Sampai didalam mereka disambut dengan baik, Tuan Dedrick Ayah Alena sudah duduk di ruang makan menunggu tamunya.


"Maafkan atas keterlambatan kami, Tuan". Zachry sedikit membungkuk dengan kaku menatap pria Tua didepannya, Dia adalah rekan bisnis Daddynya.


Saat perjodohan itu Tuan Dedrick yang memohon agar perjodohan itu berlangsung entah apa kesepakatan mereka berdua, dan Daddynya menyetujuinya.


"Duduklah". Ucapnya mata tuanya melirik ke arah Zara dengan tatapan bingung dan tidak suka. Zara menyadarinya dan dia tidak perduli.


Yang membuat Zara heran adalah disana ada Stella, apakah Stella dan suaminya saling kenal? Belum juga hilang rasa bingungnya, Alena muncul dengan gaun hitam menampakkan bentuk tubuhnya.


"Alena? Stella?". Dia hanya berguman dalam hati. mereka masih berdiri dengan Zachry yang terus menggenggam tangannya.


"Kau sudah datang?" Tanyanya berjalan ke arah Zachry dan memeluk pria itu. Membuat Zachry mengeram kesal.


"Apa yang kau lakukan?" Bisiknya yang masih didengar Zara.


"Maafkan aku, aku terpaksa". Balasnya namun terdapat senyuman licik disudut bibirnya


"Silahkan duduk". Dia berjalan mendekati sang Ayah mengabaikan kehadiran Zara disana. Membuat Zachry tentu saja sangat marah karena istrinya diabaikan. Taoi Zara dengan lembut mengelus lengannya dan mengajak suaminya duduk.


"Selamat malam Tuan, bagaimana kesehatan anda?" Zara yang menyapa. dia mengabaikan tatapan tidak suka yang Dedrick beri padanya. Bukankah sebagai tamu dia harus sopan?


Stella yang menyadari sistuaai menegahi kecanggungan, gadis yang seusia Zara itu terlihat sangat berbeda terlihat lebih kurus dari sebelumnya.


"Nona Zara, Bagaimana kabarmu?" katanya membuat Zara bingung bukankah terakhir kali gadis ini sangat aneh kenapa sekarang berbicara manis?.


"Aku baik, kau apa kabar? Kau sakit?" Tanya Zara yang hanya dibalas dengan senyuman simpul oleh Stella itu membuat Zara semakin bingung.


"Stella masuklah" kata Alena mulai jenggah jangan sampai Stella merusak rencananya


"Tapi aku-"


"Pelayan akan mengantar makan malammu, kembalilah kekamar sekarang". Tekan Alena.


Dengan berat hati Stella terlihat menurut, dia menunduk saat Ayahnya tidak membelanya sama sekali.


Dia menyendokkan sup diatas piring Zachry dan itu ditangkap tidak suka oleh Zara namun dia masih diam.


Sedangkan Tuan Dedrick terus saja menatap tidak suka ke arah Zara.


"Zach, bagaimana keadaan Daddymu". Tanya Tuan Dedrick akhirnya


"Dia baik, dan perkenalkan di-".


"Oh syukurlah sampaikan salam maaf pria tua ini padanya". Katanya tidak membiarkan Zachry memperkenalkan Zara.


"Makanlah" Kata Alena setelah melihat piring Zachry sudah terisi.


Namun yang membuat Alena geram adalah piring itu disodorkan didepan istrinya dan menggambil piring kosong itu lalu meminta Zara yang menyendokkan yang lain.


Sedangkan Tuan Decrick sudah memiliki bubur didepannya. Pria tua itu benar-benar harus menjaga makannya.


"Terima kasih". Katanya tersenyum lembut pada pada Zara istrinya


Makan malam yang seharusnya romantis berubah menjadi menyebalkan karenanZachry seolah sengaja mempertontonkan kemesraannya didepan dua Tuan rumah tersebut.


"Zach bisa bantu antarkan pak Tua ini kemakar? tulang orang tua ini sudah tidak mampu lagi duduk lama". Katanya


"Zachry masih diam lalu menatap istrinya dan saat melihat senyuman istrinya Zachry langsung mengangguk dan mendorong kursi roda itu menuju kamar utama.


Mungkin ini alasan kenapa rumah ini tidak memiliki lantai atas agar lebih mudah sampai saat situasi sepeerti ini.


Sampai dikamar, Zachry membantu membaringkan Tuan Dedrick dengan posisi yang masih nyaman untuk berbicara karena mereka memang harus berbicara sekarang.


"Tolong jagalah Alena". Katanya tiba-tiba tampa melihat lawan bicaranya.


"Maksud Tuan? Kenapa saya harus Menj-"


"Aku tidak mungkin akan hidup lebih lama, dan aku tidak memiliki keluarga dikota besar ini, Alena dan Stella mereka tidak bisa hanya hidup berdua". Katanya panjang lebar dengan nafas yang tersenggal karena panjangnya kalimat yang dia ucapkan.


"Ayah jangan banyak bicara". Kata Alena duduk di samping tempat tidur ayahnya, dia senang karena ayahnya meminta Zachry menjaganya tapi melihat kondisi ayahnya yang berbicara malah membuatnya takut.

__ADS_1


Dikamar itu juga ada Zara dia berdiri tidak jauh dari suaminya. Dia hanya diam mendengarkan semuanya.


"Aku tidak ingin putriku mengalami hal yang sama seperti saudranya Stella. Anak bodoh itu harus mengalami gangguan kejiwaan karena kebodohannya".


"Untuk itu aku hanya percaya pada mu, dan aku percaya hanya kau laki-laki baik dan pantas untuk putriku, Alena".


Zachry berdiri, dia sudahntahunkemana marah pembicaraan mereka.


"Duduklah". Katanya lagi lalu melanjutan "Kau mau berjanji menikahi Alena?".


Deg


Zara yang berada dibelakang jelas saja kaget dengan permintaan itu untuk suamihya.


Dia mematung hanya melihat bagaimana reaksi suaminya sekarang.


"Nak Zachry maukan kau-".


"Ayah sudahlah, baiknya ayah sekarang istrahat kau terlalu banyak berbicara". Alena membenarkan selimut ayahnya. Dia memang berencana mempertemukan keduanya namun tidak dalam pembahasan secepat ini.


"Ale kau harus janji kau akan menikah dengan nya, kalau kau ingin ayah memaafkanmu". Katanya pada Alena.


"Tidurlah, besok kita akan membahas ini, dan sepertina Zachry juga akan kembali ini sudah larut". Katanya membiarkan ayahnya tertidur


Setelaglg meminum obat pria tua itu menutup mata sampai dengkuran halus terdengar. Alena keluar dari kamar menemui tamunya.


Disinilah merwka sekarang ditaman belakang. Memang lebih baik membicarakan ini dialam terbuka agar hawa panas mudah menguap.


Terlihat jelas dari tatapan Zara aura kebencian itu sudah muncul.


"Apa maksud semua ini? Kau sengaja mengundangku karena ini?" kata Zachry dingin.


"Tenaglah dulu, Alena duduk". Jujur dia merasa tidak enak sekarang.


"Jelaskan apa maksud ayahmu?".


"Dia Stella adik bungsuku mungkin seusia dengan istrimu Zara. Dia mengalami gangguan pada otaknya, sering berbicara tidak jelas secara tiba-tiba, bahkan sering melakukan kekerasan fisik secara tiba-tiba juga, jika dia merasa itu ancaman.


Dia terlaku mencintai seorang pria namun sayangnya pria itu hany memanfaatkannya. dia belum juga sadar saat itu. Sampai kejadian itu terjadi seseorang menjebakku bersama kekasihnya dihotel tempat kita akan menikah". Dia memelankan kata menikah agar Zara tidak terlalu sakit. Entah kenapa dia merasa tidak enak sekaramg.


Dia David kekasih Stella pria itu hanya memanfaatkan nya. Membuat vidio dan mengancam menyebarkannya. Jika saja waktu itu aku tidak mengikuti rencananya dengan bersandiwara bahwa aku dan David memang sudah lama bersama didepanmu. Walau memang saat itu aku dalam pengaruh obat.


Zachry semakin tercengang. Dia hanya tahu bahwa Alena dijebak dan diancam.


Stella sudah dapat perawatan sampai akhirnya dinyatakan sembuh, namun tiba-tiba saja dikampusnya (dia menyebut nama kampus Zara) dia kembali gergila-gila dengan pria lain yang katanya mirip dengan David dan setelah aku memastikannya mereka jauh berbeda. Ya dia selalu berhalusinasi seperti itu.


"Yang membuatmu hawatir adalah dia bekerja di sebuah toko-"


"Zacake". Zara yang menjawab." dia bekerja disana". Kata Zara yang sejak tadi ikut menyimak. Dia kembali mengingat kenapa Stella tiba-tiba menamparnya dan seribg berbicara ngelantur saat sia bertemu dwngannya, itu artinya Zara seperti ancaman. Kenapa?


"Kau tahu? Ku dengar pria yang memiliki toko itu adakah orang yang dia kira mirip David, aku tentu hawatir dia akan melukai siapapun disana saat dia kembali kehilangan kesadarannya.


Menghela nafas pelan.


"Aku minta maaf, aku memang sengaja membawamu makan malam, tampa membawa istrimu, karena aku tidak ingin dia terluka saat Ayahku tidak menyukainya".


Kembali menghela nafas.


Dia menyesal.


"Aku memang masih mencintaimu, sejak dulu dan aku tahu kau tidak pernah menyukainku".


Dia melihat kearah Zara


"Tapi aku tidak buta kau mencintai wanita ini, wanita muda yang terlihat sangat berani". Dia terkekeh geli saat mengingat bahwa dia pernah sangat kesal pada Zara.


"Aku tidak ingin ada wanita lain yang bernasib sama seperti adikku, karena aku tahu kalian saling mencintai".


Kalimat Alena tentu membuat Zachry melihat ke arah istrinya yang terlihat tenang.


Zachry heran kenapa wanita ini tidak pernah memiliki ekspresi lain selain saat dia tertawa saja


"Baiklah, aku sudah menjelaskan panjang lebar alasan ayahku memintamu menikahiku, sekarang apa jawabanmu?" kata Alena membuat dua orang datar didepannya hanya mengerutkan kening.


Melihat tidak ada jawaban Alena mengulang pertanyaannya

__ADS_1


"Kapan kau akan menikahiku?"


__ADS_2