Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 56| Kau Hamil?


__ADS_3

Diruang kerja Aariz, Zachry yang awalnya hanya berniat akan memesan roti langsung pulang, nyata pria beristri itu makah tertidur di kasur yang biasa Zara tempati, bahkan wangi istrinya saja masih menempel di seprai.


Aariz yang sejak tadi didalam ruangannya hanya menghembuskan nafas panjang, karena pria kaku ini bersikap seenaknya sekarang.


"Sampai kapan disini? Kau lihat langit sudah sore, pulanglah!" ini adalah kali kesekiannya Aariz mengusirnya namun seakan tuli Zachry hanya memainkan ponselnya dengan memeluk guling yang wangi Zara.


"Kenapa kasur dan guling ini masih wangi istriku? Kau tidak pernah menggantinya?" Zachry mengatakannya namun masih dengan posisi memunggungi Aariz yang duduk di sofa.


"Kau tidak lihat farfum di atas nakas itu? itu farpum Zara, aku akan menyemprotkannya setiap selesai mengganti seprai, tenang saja". Jelasnya membuat Zachry sedikit lega. Namun juga kesal karena Aariz seperti sengaja membuat dirinya selalu didekat istrinya.


"Pulanglah, kau sudah ku beri makan dan pesananmu juga ku gratiskan". Aariz mulai kesal sekarang.


Zachry bangun dan berbalik menatap tajam ke arah Aariz dan pria tampan itu sudah tidak gentar lagi. Setajam apapun tatapan Zachry dia tidak akan kalah.


"Kau benar-benar mengusirku?"


Aariz berdecak, harus kah dia mengatakan berulang kali agar pria ini tahu bahwa dia benar-benar di usir.


"Zara menunggumu, sebaiknya sekarang kau pulang, dan apa kau lupa kita tidak sedekat ini untuk terus bersama!"


"Baiklah, sebaiknya memang aku harus pulang, lama-lama disini membuatku tidak tahan melihatmu".


Woah, tuan muda ini memang sebaiknya diberi pelajaran, dia yang sejak tadi tidak ingin pulang dan sekarang mengatakan bahwa lama-lama disini membuatnya tidak tahan.


Zachry berdiri dan hendak meninggalkan ruangan Aariz namun sebelum dia menghilang dari balik pintu Aariz kembali menghentikannya.


"Apakah kau sudah tahu kemana istrimu selama dua hari ini?"


Zachry menegok kebelakang, dia juga sebenarnya ingin menanyakan itu tadi, tetapi wangi Zara diruang kerja ini membuatnya betah dan melupakan semuanya.


"Apa kau mencurigai seseorang?


"Tidak, maksudku aku memang mencurigai seseorang namun aku akan buktikan sendiri apakah dia terlibat atau tidak".


Zachry mengangguk, sebenarnya dia juga mencurigai seseorang namun sepertinya dia tidak akan percaya jika memang dia terlibat. Zachry keluar dari toko Aariz sore hari, dengan membawa banyak roti karena Aariz benar-benar memberinya gratisan, entah kenapa pria itu tiba-tiba saja baik padanya. Dan tentu saja Zachry tidak akan menolak, dia suka roti buatan Aariz dan diberikan gratis dalam jumlah banyak adalah rezeki tidak terduga.


Sampai dirumah keluarga istrinya, Zachry memasuki rumah dengan wajah berbinar karena memiliki banyak stok makanan. Zara yang baru saja turun dari lantai atas melihat banyak bawaan suaminya, melangkah lebih cepat dan mendekat.

__ADS_1


"Kau bawa apa sebanyak ini?" Zara melihat isi didalam plastik, dan matanya membola saat melihat banyaknya roti-rotian didalam, lagi Zara sangat mengenal label roti yang dibawa Zachry.


"Kau beli sebanyak ini?" katanya tidak percaya karena sangat banyak.


"Tidak, ini gratis dari iparku". Katanya santai melewati Zara dan meletakkan semua rotinya diatas meja ruang tamu.


"Hah, lelahnya". Katanya bersandar dan memejamkan mata. Zara ikut duduk disamping suaminya, masih bingung dengan kata ipar tadi.


"Kau ingin tahu ipar yang aku maksud?" katanya seolah mengerti dengan kebingungan Zara.


"Aku tahu semua roti ini dari toko Aariz karena aku yang membuat labelnya. Yang tidak aku tahu adalah siapa iparmu?".


"Hentikan Nona kau membuatku cemburu"?


'Cup.


Satu kecupan mendarat di pipi Zaxhry "Maafkan aku". Katanya dengan senyum tulus. "Kau dari toko Aariz? Jangan salah faham aku hanya bertanya".


"Karena kau sudah memberikan hadiah ini" menunjuk pipinya, "Maka aku akan menjawab, Aku memang dari sana, bukankah kami sangat cocok jika berteman"..


"Jangan mencoba memikirkan pria lain walau dia adalah kakakmu".


Perkataan Zachry kembali membuat Zara bertanya-tanya. "Zachry apa kau tahu sesuatu?".


Zachry menoleh, sudah pasti Zara akan bertanya-tanya namun apakah dia harus memberitahu kebenarannya? Atau kah mertuanya yang entah kapan akan kembali akan memberintahu kebenarannya.


"Apa?"


"Beberapa kali aku mendengar bahwa, kau mengatakan bahwa kamu bersama iparmu, dan dia kakakku, Apa maksudmu? Dan apakah kau tahu siapa dia?"


Dari pertanyaan Zara, Sepertinya memang wanita ini mengetahui sesuatu. Apakah sudah waktunya Zachry mengatakanya dia kembali bingung. Bagaimana kalau mertuanya murka dan memisahkan mereka?


Tidak, itu sangat mustahil


Zachry tahu mertuanya, dia memang sedikit galak namun dia tahu bahwa pria kaya raya itu sangat baik.


"Sayang...".

__ADS_1


Zachry reflek menoleh ke arah Zara, apa kata istrinya tadi sayang? Dia dipanggil sayang? Apakah gadis keras ini sudah melunak? Oh dia sangat bahagia.


"Kau,, kau bilang apa tadi? Coba, coba ulangi?"


"Sayang". Zara mengulangi kembali. Dengan sekali tarik Zach membawa istrinya dalam pelukannya, diciumnya wajah itu tampa ada yang terlewati.


"Aku bahagia, oh sekarang aku yakin bahwa aku bisa membuatmu mencintaiku". Zachry berdiri dan sedikit membuat tangannya seperti genggaman semangat.


"Jadi selama ini kau tidak percaya? Kata Zara membuat Zachry terdiam. kemudian membuang nafas.


"Aku percaya, hanya saja kadang aku takut bahwa aku hanya terlalu banyak berharap".


"Kalau begitu mulai sekarang kau harus percaya bahwa aku sudah mencintaimu".


"Aku akan mengatakan pada Aariz besok bahwa kita sudah saling mencintai".


"Kekanakan!". Kata Zara namun Zachry tidak perduli, dia akan memamerkan pada kakak iparnya besok.


Karena lelah berdebat akhirnya Zara mengalah, dia masuk kedapur menemani Marry untuk membuat makan malam untuk mereka, sementara Zachry membawa masuk semua rotinya kedalam kamar.


Selesai mandi dan mengganti pakaian Zachry turun ke bawah memenui istri cantiknya, Zachry memang selalu terlihat berkali-kali lipat saat menggunakan baju kaos bsrwarna putih. Jangan lupakan rambut basahnya yang setengah kering.


"Sayang...."


"Hai Bik Marry, tolong bawakan apapun untuk roti-roti ini". Zachry membawa sebagian rotinya kedapur, dia akan memakannya setelah makan malam nanti.


Marry yang mendapatkan perintah langsung membawa sebuah tempat dengan modelan persegi panjang dan memembantu tuannya memasukkan roti-roti yang dia bawa.


"Kenapa tidak bilang kalau kau mau makan roti, aku bisa membuatkanmu". Kata Zara memperhatikan Zachry yang sudah menghabiskan 3 buah roti didepannya.


"Tidak perlu, karena aku hanya ingin memakan yang ada di toko Aariz". Jawabnya masih memakan rotinya. Zara yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala karena merasa Zach memang sedikit berubah.


"Mungkin Nona muda lagi hamil dan tuan kebagian ngidamnya". Marry yang mengatakan itu namun yang tersendak adalah Zara dan Zachry.


Zara segera meminum air minum miliknya dan menyodorkan Zachry gelas lain milik suaminya. Zachry yang mendengar perkataan Marry menatap ke arah Zara yang terlihat sangat gugup.


"Hamil? Zara kau hamil?"

__ADS_1


__ADS_2