Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 35 | Baik-Baik Saja


__ADS_3

"Apakah sekarang kau sudah bahagia setelah menjebakku" bisik Alena tepat ditelinga Nania, membuat Nania menegang.


Karena tidak ingin yang kain curiga, Nania melerai pelukan mereka dan tersenyum ke arah Alena.


"Seperti yang kau lihat aku sangat bahagia". Ucapnya memegang lengan Zachry.


Zachry yang menjadi target sangat kesal. Tetapi menangkap sesuatu yang aneh dari tatapan mereka.


"Ayo duduklah, dan kita mengobrol dulu, Mom Luna membawa mereka duduk.


Sebenarnya Mom Luna sangat terkejut saat mengetahui perancang perhiasan yang sangat dia minati adalah rancangan Alena, yang menggunakan nama depannya.


Tapi keterkejutannya hanya sebentar saat menyadari bahwa Alena memang menyukai perhiasan. Dia menyukai Alena karena baginya Alena sangat cocok untuk Zachry.


Dan dia tidak tahu kenapa Alena tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya waktu itu dengan sebuah surat yang Nania beri.


"Mom memanggil kami kenapa?" Tanya Zach akhirnya.


"Untuk memberitahu perhiasannya sudah selesai dan aku membawanya". Alena yang menjawab.


"Bukankah sudah kukatakan mengabariku?". Zachry jelas tidak suka ini. Dia tahu Mommy nya sangat menyukai Alena dan dia tidak ingin Alena mengambil kesempatan itu untuk rencananya.


"Aku merindukan Mommy apakah tidak boleh langsung menemuinya? Lagi, aku sama seperti Nania ingin berteman dekat denganmu?". Melirik Nania yang masih mematung.


Alena yakin saat ini Nania tengah hawatir karena perbuatannya akan terbongkar.


"Nania, kau baik-baik saja? Kau sangat pucat". Alena pura-pura perhatian dalam hati dia sangat senang melihat ketidak berdayaan Nania.


Tahun lalu andai saja Nania tidak memperdaya nya, tidak mencampurkan obat pada minumannya, dia tidak akan melakukan hal menjijikkan itu bersama David kekasih Stella. Dan sialnya Nania mengancam akan menyebarkan vidio milik Stella yang lain kalau saja Alena tidak mengikuti perintahnya.


Jadi saat mereka berdua sudah sadar karena pengaruh obat Nania sudah berada didalam kamar tersebut menunggu dua manusia yang baru saja melakukan penuntasan.

__ADS_1


Disaat itu Nania menghampiri Alena yang baru sangat terkejut karena mendapati David disebelahnya.


Nania memerintahkan agar mereka melakukan sandiwara saat Zach dan kekuarganya datang seolah mereka baru tersadar. Jika tidak maka Stella yang akan menanggung akibatnya.


Saat itu yang Alena fikirkan adalah Stella. Sedang David yang memang sudah merencanakan ini dengan Nania tampak sangat santai.


Dia menjalani hubungan dengan Stella bukan karena cinta. Dan sekarang ditawari kakaknya tentu saja dia tidak akan menolaknya. David hanya sisa berfikir bagaimana merasakan Nania selanjutnya.


"Kau faham?". Tanya Nania sekali lagi.


Yang di agguki oleh Alena. Dan benar saja beberapa menit setelah Nania keluar pintu hotel dibuka secara paksa Alena yang tidak bisa berbuat apa-apa selain mengatakan bahwa dia dijebak. Dan memohon agar pernikahan mereka tetap berlangsung. Namun dengan dia mengatakan seperti itu membuat Zach semakin menjauh.


Awalnya Nania kaget karena Alena tidak mengindahkan perintahnya, Namun ternyata dengan pengakuan baru Alena membuat Zachry tetap membatalkan pernikahan mereka.


"Ah iya aku baik-baik saja, aku memang sedikit pusing". Bohong Nania melihat ke arah Zachry yang terlihat mengabaikannya.


Akhirnya mereka semua melihat hasil rancangan Alena, Mom Luna tentu saja seperti biasa sangat menyukai hasilnya.


Sebelum tangannya ditarik oleh Alena, Zachry dan Zara sudah saling tatap. Terlihat senyuman Zara lenyap saat melihat Alena menarik tangan suaminya.


Dia yang awalnya akan menuju ruang keluarga bersama mereka, mengurungkan diri dan berjalan kendapur. Dia tidak akan membuat hatinya sakit. Lebih baik dia memasak atau apa saja asalkan didapur.


Zachry menyadari perubahan suasana hati istrinya menatap Alena tajam. "Jangan coba-coba menyentuhku". Desis Zach menahan emosi


Mom Luna yang melihat itu menenangkan putranya "Sudah Zachry Ale tidak sengaja menarikmu duduk". Ujar Mom Luna.


"Maaf kan aku, tadi reflek" Aku Alena yang tidak sepenuhnya benar.


Sementara Nania yang melihat itu hanya mengepalkan tangan, dia tidak menyangka Alena akan kembali dan tentu ini ancaman buatnya. Jangan sampai Alena mengatakan hal sebenarnya pada Zachry.


Dia harus membuat wanita ini menghilang dengan begitu langkahnya akan mudah, dan yang bisa membuatnya pergi adalah Zara.

__ADS_1


Ya dia akan memanfaat Zara kali ini. Tapi bagaimana? Terakhir kali mereka tidak dalam pembicaraan yang baik. Nania yakin Zara tidak menyukainya sekarang.


Nania menghembuskan nafas pelan melakukannya berulang-ulang kali sampai dadanya tidak terlalu sesak.


"Zachry tahu Mom menyukai nya tetapi Zachry mohon jangan selalu melihatnya tanpa cela Mom". Ya begitulah Mom Luna jika dia sudah menyukai seseorang maka sudah dipastikan yang disukainya selalu terlihat benar.


Setelah mengatakan itu Zachry bangkit dan berjalan mencari istrinya dia tahu suasana istrinya saat ini pasti tidak baik, atas apa yang dia lihat tadi dan Zachry tidak suka ada kesalah fahaman.


"Mengapa tidak bergabung bersama Mom diluar?"Tanya Zachry saat melihat istrinya yang sibuk memotong sayuran bersama Maidnya didapur.


Tampa malu Zachry mendekat dan mencium pucuk kepala istrinya dan duduk disebelahnya.


"Aku rasa aku tidak terlalu penting untuk ikut diluar, lagi aku lebih menyukai didapur".


"Maafkan aku, aku juga tidak tahu dia akan melakukan itu". Penyataan Zachry mengambil atensi Zara yang tengah sibuk dengan potongan-potongan sayur ditangannya


"Jangan difikirkan, aku tidak akan merasa cemburu hanya karena dia menyentuh tanganmu". Jawabnya dengan senyuman kecil.


"Ck, padahal aku berharap kau cemburu tadi". Zachry berdecak dan memandang teduh istrinya.


"Hum kalau begitu jangan mendekati wanita itu, karena aku tidak menyukai suamiku berdekatan apalagi sampai disentuh olehnya".


Mendengar itu Zachry terbahak, istrinya sangat menggemaskan, baru saja mengatakan bahwa dia tidak cemburu namun dengan cepat dia juga mengatakan bahwa dia cemburu.


Mendengar tawa Zachry yang menggema, menarik perhatian tiga wanita yang berada tidak jauh dari dapur itu menghentikan obrolan mereka, pasalnya mereka sangat jarang mendengar Zachry tertawa. Dan ini hal langka bagi mereka.


"Dia tertawa?" tanya Alena pada Mom Luna yang di angguki olehnya langsung.


"Hum, Mom juga tidak ingat kapan anak itu terakhir kali tertawa seperti itu". Jawabnya dengan wajah sangat bahagia, dia yakin yang membuat anaknya sampai tertawa seperti itu adalah istrinya.


Mom Luna sangat menyukai semua yang ada pada diri menantunya. Wanita itu seperti memiliki porsi yang pas.

__ADS_1


Dia menyukai Nania seperti putrinya karena Zach dan Nania sudah lama berteman sejak mereka pindah ke Indonesia. Sedangkan Mom Luna juga menyukai Alena karena gadis ini sangat manis dan Mom Luna suka karena bersama Alena dia mendapatkan teman ngobrol yang tepat seandainya waktu itu Alena dan Zachry tidak membatalkan pernikahan mereka Mom Luna anak senang mendapatkan menantu seperti Alena.


__ADS_2