Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 24 | Terima kasih


__ADS_3

Stella masih menimang, apakah dia harus mengatakannya sekarang. Menghela nafas berat. Stella mengangkat kepalanya dan menatap Aariz.


"Saya memang membencinya" Jawaban Stella tentu membuat Aariz terkejut tidak percaya.


"Kenapa? Kau mengenalnya? Kalian saling kenal?" Aariz sangat penasaran.


"Karena anda lebih memilihnya, kami tidak harus saling kenal untuk saling tidak menyukai". Aariz mengerutkan kenjng, jawaban Stella sangat ambigu, lagi katanya karena dirinya.


"Omong kosong apa yang kau katakan? Dan jangan pernah membuat cerita baru untuk membela dirimu?" Hardik Aariz sangat kesal. Dia mencoba menahan amarahnya. Dan mendengar penjelasan Stella kembali.


"Kau ingat gadis yang pernah kau dorong karena memelukmu waktu itu ? Kau menolakku didepan orang banyak hanya karena mahasiswa baru itu. Aariz memutar kembali ingatannya, sekarang dia mengingat bagaimana kejamnya dia menolak gadis itu, dan sempat mendorongnya sampai terjatuh. Saat itu dia tengah patah hati karena mendapat kabar bahwa Agatha berselingkuh dengan sahabatnya sehingga dia merasa sangat kesal. Lagi tiba-tiba saja seorang gadis memeluknya dan mengatakan perasaannya.


Dan disaat yang bersamaan dia melihat Zara, teman yang baru saja dikenalnya beberapa hari yang lalu, gadis manis pindahan ini tengah duduk santai ditaman. Aariz mendatanginya dan duduk disampingnya, dan Stella mengira ini salah Zara. Tidak masuk akal.


"Ka-kau..."


"Apakah kau melupakan wajahku? Oh aku yang bodoh bahkan kau tidak pernah melihatku, dan ternyata kau menolakku demi dia".


Stella melanjutkan "Aku sudah lama membayangkan berada di sisimu, bahkan aku tidak memikirkan bagaimana jadinya saat aku nekat menyentuhmu, tetapi hari itu, aku sudah tidak mampu menahannya, aku menginginkanmu"


Stella maju, dan memeluk Aariz, membuat pria itu terkejut tetapi suara Stella membuatnya terdiam "Aku akan memundurkan diri dari toko, tapi biarkan aku memelukmu sebentar" pinta Stella sudah melingkarkan tangannya dipinggang Aariz.


"Jika kau sudah puas, maka lepaskan. Aku tidak menyangka kau menampar seseorang yang salah hanya karena kau sakit hati padaku".


Stella mendongak. Salah? Maksudnya?. Dia kembali dibuat bingung


Aariz melepas pelukan Stella dengan kasar.


"Kau salah jika waktu itu kau mengira Zara adalah penyebabnya" Sekarang Stella benar-benar merasa bodoh berulang kali.


"Maafkan aku, aku hanya sakit hati dan cemburu". Jawabnya menunduk.

__ADS_1


"Aku akan menemuinya dan meminta maaf atas kebodohanku". Tapi sebelum aku memundurkan diri bolehkan aku memelukmu sekali lagi? Aku berjanji tidak akan mengganggumu seterusnya.


"Kembalilah ke dapur dan selesaikan tugasmu, jika Zara datang kau bisa meminta maaf padanya dan menjelaskan kesalahfahamanmu padanya".


Aariz berbalik hendak melangkah kekasurnya, dia sangat pening hari ini.


"Aku tidak dipecat?"


Aariz tidak menjawab dia terus melangkahkan kakinya tetapi dia kembali terpaku saat Stella lagi tiba-tiba memeluknya dari belakang


"Terima kasih, Tuan".


************


Sore hari Zachry sudah kembali dari kantor, dia melangkah lebar masuk mansion. Mencari dimana gadis nakalnya berada, dengan langkah terburu dia menaiki tangga dan berjalan ke arah kamarnya, baru saja pintu itu terbuka Zachry terpaku ditempat, darahnya berdesir jantungnya berdetak. Zara memeluknya. Pelukan pertama Zara setelah sebulan mereka menikah.


"Sayang..." Lirih Zachry setelah mwndapatkan kembali kesadarannya. Mencium pucuk kepala istrinya dan melerai pelukan Zara.


"Maafkan aku, Seharusnya aku tidak bertemu lagi dengannya". Aku Zara menarik tangan suaminya dan medudukkannya di sofa.


Zachry hanya diam memperhatikan istrinya yang sangat manis kalau seperti ini. Entah itu hanya pura-pura atau memang dia sudah berubah manis.


Zara melepas dasi suaminya, sambil mengoceh menceritakan kesehariannya di dapur membuat menu baru untuk suaminya.


"Lalu, kau tidak minta maaf untuk pagi tadi karena kembali bertemu dengan brengsek itu". Zara mematung, menggigit bibir bawahnya karena lagi-lagi dia ketahuan.


"Itu..." menghela nafas "Baiklah maafkan aku, aku memang bertemu dengannya, tapi jangan mengatainya brengsek" Zara berdecak kesal lalu berdiri namun satu tarikan tangan Zachry membuatnya terduduk dipangkuan suaminya


"Aww...."


"Kau tidak terima?" tanya Zachry menatap wajah manis itu".

__ADS_1


"Jangan memulai Zachry, Aku sudah mengakui kesalahanku, dan aku ingin mulai saat ini jangan membahas orang lain". Mereka saling menatap dalam. Sampai detik kemudia Zachry memeluk istrinya dan dibalas oleh Zara.


"Kau tahu, hari ini aku terluka lagi, karena kau diam-diam bertemu dengan si bre-, hm maksudku mantanmu itu" Zachry terdiam beberapa saat lalu menlanjutkan "Tetapi karena kau menyambutku sangat manis, aku menjadi sangat bahagia".


"Baiklah kalau begitu mandilah aku sudah menyiapkan air hangatnya. Setelah itu kita turun makan.


Setelah membersihkan diri kemudian makan, sepasang suami istri itu membahas banyak hal tentang mereka berdua. Makan malam yang mereka rencanakan akhirnya terlaksana. Mereka terlihat seperti sepasang suami istri pada umumnya jika seperti ini. Sampai di dalam kamar, tiba-tiba Zachry mendorong istrinya ke dinding, membungkam bibir manis yahg sudah lama tidak ia nikmati lagi. Melu*** dengan lembut dan menuntut.


Zara yang mendapatkan serangan tiba-tiba awalnya terkejut, awalnya dia memberontak kecil, tetapi karena mengingat akan memberikan hak suaminya dia menutup mata mencoba menerima. Tetapi detik selanjutnya dia merasakan ciuman suaminya sangat lembut, Zara terbuai dan ikut menikmati. Dari sebuah ciuman beralih ke arah yang kebih jauh, Zachry mulai melakukannya dengan lembut setiap inci tubuh istrinya tak luput dari sentuhan tangan dan lidahnya.


Sampai pada detik dimana mereka menunaikan kewajiban sebagai suami dan istri. Erangan dan ******* lembut keluar dari bibir keduanya. Zara yang awalnya menolak karena takut akhirnya menurut saat suaminya dengan lembut menuntunnya. Memberi kecupan dan luma***. Entah berapa kali mereka melakukannya malam itu.


Ini pertama bagi keduanya, dan mereka menyukainya. Sampai pada akhirnya Zachry tumbang diatas tubuh polos Istrinya.


Nafas Zara masih terengah-engah, dadanya naik turun, dia memejamkan mata. Merasakan seluruh tulangnya patah tapi dia menikmatinya.


"Terima kasih sayang". Zachry mencium kening istrinya, dan melihat bagaimana manisnya wanitanya dengan kondisi yang sangat berantakan.


Dia terkekeh melihat kamar mereka sudah seperti kaoan pecah. Sudah hampir pagi. Dan mereka baru saja selesai berolahraga semalaman.


Dengan sigap Zachry membuka selimut yang menutupi tubuh polos istrinya.


"Aa-apa yang lakukan?" Suara Zara serak masih dengan mata tertutup, dia mencoba meringkuk karena tubuhnya merasa dingin


"Aww..tulangku". Zara menhuka mata, belum selesai sakit yang dia rasa ditubuhnya Zachry kembali membuatnya terkejut karena sudah membawanya ke kamar mandi.


"Hei..apa yang kau lakukan? Zara reflek mengalungkan tangan ke leher Zachry, dan wajahnya memerah karena tatapan nakal suaminya pada tubuh polosnya.


"Jaga pandanganmu Tuan". Zara menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.


Zachry hanya terkekeh, wajah gadis keras kepala ini manis saat malu. Sangat menggemaskan.

__ADS_1


Tampa menunggu lama, mereka berdua berendam air hangat walau sempat dapat penolakan dari Zara karena takut kejadian semalam kembali terjadi saat merasakan sesuatu sudah tegak berdiri. Tapi bukan Zachry namanya jika mudah menyerah.


__ADS_2