
Setelah memasuki mobil dengan terlihat wajah Zara yang tertekuk membuat Zachry heran. Padahal tadi jelas sekali melihat wanitanya sangat bahagia saat masuk.
"Apa terjadi masalah didalam?"
"Tidak ada masalah besar". Jawabnya membetulkan duduknya
"Kalau begitu siapa yang mebuat wajah cantik istriku ini tampak kesal?".
"Sudahlah, jangan dibahas ayo kita berangkat, aku rindu mommy".
Mau tidak mau Zachry melajukan kembali mobilnya. Dia penasaran dengan suasana hati istrinya namun mau dipaksa bagaimana pun kalau Zara tidak ingin cerita ya percuma saja.
Sampai di Mansion keluarga Horrison Zara yang sudah sangat merindukan Mommy dan Daddy nya langsung berlari kecil memeluk wanita cantik itu. Mencium pipinya dan kembali memeluknya.
"Mommy bagaimana kabarnya?" Zachry yang bertanya setelah Zara melepas pelukannya
"Kami baik, ayo kita masuk". Tersenyum ke arah anak menantunya.
Setelah menyerahkan semua belanjaan dan kue yang dibuatnya ke pada Maid nya. Zara membawa Zachry naik kekamarnya. Mereka harus membersihkan diri sebentar.
Sementara Nyonya Lucy, Mommy Zara sudah berada di dapur menyiapkan makanan bersama Maidnya. Ya Zara seperti Mommy nya suka sekali berkecimpung didapur.
"Mandilah dulu, aku akan menyiapkan pakaian ganti untukmu". Kata Zara melihat suaminya hanya duduk di pinggiran kasur.
Zachry menarik tangan istrinya dan membuatnya duduk diatas pangkuanya.
"Ternyata kamarmu sangat nyaman, ternyata karena ini kau ingin cepat pulang?"
Zara terkekeh " Iya, aku merindukan kamarku dan coba lihat itu". Menunjuk ke arah tumpukan buku di atas meja.
"Dulu setelah pulang dari toko aku akan membaca dulu agar bisa tidur".
"Kau suka membaca? Wah ternyata istriku mempunyai banyak kegemaran selain membuat kue manis". Mencubit pipi Zara gemas.
Zara menepis tangan Zachry dan mengusap pipinya yang agak sakit "Orang yang melihat ini akan heran karena tidak menyangka CEO tampan yang biasa terlihat kaku dan datar ini sangat manja dan menyebalkan".
"Aku memang tampan, tapi tidak kaku, datar dan apa kau bilang? Menyebalkan? Woah.. Kau berani mengatakanku menyebalkan?". Tercetak senyum jahil di bibir Zach membuat Zara bergidik ngeri. Dia bangkit dan berlari ke pintu.
Setelah keluar dari pintu, dia kembali memunculkan kepala dari luar melihat bagaimana suaminya kesal karena dia berhasil kabur. "Mandilah dulu kau pakai pakaian yang kusiapkan itu dan setelah itu turun".
Dan Zara benar-benar menghilang dari balik pintu, Zachry hanya menghela nafas panjang melihat kelakuan istrinya. "Gadis nakal itu mendapatkan pakaian ini dari mana? Melihat pakaian santai yang lengkap di atas nakas.
__ADS_1
Tampa memikirkan banyak hal, dia melenggang masuk kamar mandi membersihkan diri dan keluar dengan tubuh yang jauh lehih segar.
Dia tidak memakai pakaian yang tadi Zara siapkan. Dia menggunakan handuk dan berbaring di kasur. Kepalanya tiba-tiba terasa berat.
Beberapa menit kemudian dilantai bawah karena tidak mendapati menantunya turun Mom Lucy menyuruh Zara memeriksa suaminya keatas yang di turuti lansung oleh Zara.
"Dia tidur? Dengan handuk?" Zara mengerutkan kening pusing. Bagaimana bisa suaminya tertidur hanya dengan handuk?
"Zachry. Bagunlah kau sakit?
Setelah beberapa kali mengoyangkan tubuh suaminya akhirnya pria tampan itu bangun.
"Kenapa tidak berpakaian? Tanya Zara.
"Aku tidak akan memakainya". Jawab Zach singkat
"Kenapa? Kau mau sepanjang hari hanya mengenakan handuk? Kalau begitu ayolah Mommy dan Daddy sudah menunggu kita makan siang".
Zachry tidak menjawab takut Zara akan tersinggung. Dia memang lupa bertanya pada istrinya kenapa tidak membawa baju ganti tadi. Kalau sudah begini bagaimana? Tidak mungkin akan menyuruh Leon datang. Eh sepertinya dia memang membutuhkan Leon.
Melihat suaminya yang berdiri dan mengambil ponselnya Zara hanya diam. Melihat apa yang akan suaminya lakukan. Dan jelas saja Zara geram karena suaminya ternyata meminta Leon membawakan pakaian.
"Aku hanya takut kecewa, takut mengetahui kalau pakaian itu sebenarnya untuk mantanmu tapi terpaksa kau berikan padaku". Jawab Zachry datar.
Zara terdiam kemudian menghela nafas. Dia tidak pernah berfikir akan membelikan Aariz pakaian karena dia tahu Aariz tidak membutuhkan itu. Zachry hanya tidak tahu dua hari yang lalu dia menyuruh Maidnya membeli beberapa pakaian baru dan menyiapkannya di kamarnya. Agar sewaktu jika dia pulang dia tidak harus membawa pakaian.
"Aku tidak tahu kenapa kau sangat cemburu padanya padahal sudah jelas kau pemenangnya".
Zara mengambil pakaian itu dan mendudukkan Zachry, membuat Zachry memakainya. Tapi pria itu masih tidak bergeming.
"Ini pakaian baru yang ku pesan dua hari yang lalu untukmu, agar kita tidak harus membawa pakaian.
"Bagaimana mungkin aku tidak cemburu, sangat sulit membuatmu jatuh cinta padaku"
"Cinta atau tidak yang jelas aku istrimu, kau memilikiku harusnya itu cukup".
"Kau memang istriku, tapi hatimu masih bersamanya". Setelah mengatakan itu Zachry mengambil pakaian yang ada ditangan Zara dan memakainya dikamar mandi.
Bukan tampa alasan dia mengatakan itu, sebenarnya tadi sebelum dia masuk ke kamar mandi dia tidak sengaja membuka laci Zara dan melihat sebuah Liontin berbandul 'Za' dan Zach yakin itu singkatan nama mereka Zara dan Aariz.
Mereka sudah dimeja makan, sepasang suami istri itu tidak lagi harus saling diam-diam karena dengan cepat mereka berdua menyadari bahwa tidak harus selalu mengedepankan emosi dan cemburu, memang berat namum mereka berusaha menerima, bagaimana pun mereka sudah dalam satu ikatan.
__ADS_1
Sedang makan dengan hangat tiba-tiba Maid memberi tahu bahwa Leon sudah berada diruang tamu, Tuan Horrison yang mengenal Leon tentu saja langsung memberi perintah agar sepupu dari menantunya ikut bergabung. Namun yang tidak Zachry dan yang lain tahu adalah Leon bersama Nania.
Terlihat wajah Zach yang datar saat bertatap muka dengan sahabatnya itu. Namun lagi Nania yang sudah mengetahui bagaimana karakter Zach terlihat sangat santai. Dia berjalan dan menyapa Zara dengan ramahnya. Dan tentu saja jtu hanya topeng.
"Maaf karena aku membawa teman, Tuan?" Kata Leon merasa tidak enak.
"Kau boleh memanggilku paman, kau sepupu menantuku". Jawab Tuan Horrison dengan hangat.
Mereka semua makan bagi Leon yang jauh dari keluarga merasakan suasana hangat seperti ini membuatnya sangat bahagia. Dia terus saja memuji Mom Lucy yang sangat baik dan pandai memasak
Sedangkan Zach hanya diam, Zara merasa ada yang aneh setelah melihat bagaimana suaminya bertatap muka dengan Nania tadi. Karena sebelumnya mereka sangat akrab bahkan pernah membuat Zara merasa canggung atas kedekatan mereka.
Setelah menikmati makan siang mereka semua keruang tamu, dengan Zara dan Mom Lucy membawa kue yang Zara buat serta teh manis. Hanya beberapa karena mereka sudah makan siang. Tapi tidak ada salahnya menyediakan makanan tambahan.
Zara dan Nania berada ditaman samping. dibawah pohon terdapat bangku panjang dan meja disana.
"Kue ini buatanmu?" Tanya Nania saat mencicipi kue yang dibawa Zara dan hanya mendapat anggukan oleh wanita cantik dengan dress berwarna biru muda itu.
"Kau sangat pintar membuatnya, aku jadi tahu apa kelebihanmu yang dilihat Zachry"
"Maksudmu?" tanya Zara bingung, dia merasa pernyataan Nania sangat ambigu.
"Jangan bersikap polos, kau tahu kemana arah pembicaraanku".
"Kau menyukai suamiku?" tembak Zara
"Haruskah aku akui? Bukankah sebelumnya kau sudah bahagia bersama Aariz, kenapa kau bersama Zachry yang tidak kau cintai? Bukankah kau sangat egois dan serakah?".
"Beginikah seharusnya kau bertamu? Tanya Zara memhuat Nania tersenyum kaku. Dia tersinggung tentu saja, namun sudah terlanjur menyebar api. Maka dia tidak akan berhenti.
"Apa urusanmu jika aku pernah bahagia bersama Aariz dan menikah bersama Zachry? Mereka yang memilihku haruskah aku tolak?"
Zara masih melanjutkan "Bukan salahku jika suamiku tidak pernah melihatmu dulu, dan sebelum kau terlibat didalam rumah tangga seseorang lebih jauh carilah pasangan".
Nania mengepalkan tangan. Dia sudah mengira akan membuat wanita disampingnya bungkam tetapi ternyata dia salah. Wanita itu terlalu banyak bicara.
"Terima kasih Nona, atas hidanganya". Dia berdiri untuk mereda amarahnya. Nania mengucapkan itu dengan pujian yang tulus. Dia tidak akan bisa menyangkal bahwa memang kue buatan Zara sangat enak.
"Aku permisi, tapi satu hal yang akan aku pastikan aku akan pastikan Zachry akan menyesal menikahimu".
Nania berlalu meninggalkan Zara dengan aura gelap. Dia mengepalkan tangan. Terlalu banyak pengganggu dalam rumah tangganya yang baru saja dia jalani.
__ADS_1