Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Peresmian Toko


__ADS_3

Setelah kepulang Nania, malam itu David terus memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan untuk memisahkan Zara dari suaminya, namun begitu banyak rencana yang dia punya tidak ada satupun yang membuatnya puas di akhirmya. Semua rencana yang dia fikirkan semua berujung Zara membencinya


“Sial..”.


Dia kembali duduk dikursinya, memandang langit pekat. Ya dia sekarang berada dibalkon kamar. Matanya tertutup rapat. Tetapi fikirannya melayang jauh entah kemana.


Lupakan tentang David yang tengah bimbang dengan rencananya sendiri. Beberapa hari setelah itu Mom Luna tidak lagi merasa sedih dengan apa yang suaminya lakukan, dia memang kecewa karena Edgar menyembunyikan ini darinya. Tetapi yang lebih penting sekarang adalah menjaga menantunya agar tidak banyak terlalu kelelah.


Hari ini adalah Lauching toto baru Zara, wanita hamil itu sangat antusias sekali dan bergerak kesana kemari membuat mertuanya hawatir karena menantunya terlalu. Lincah.


“Zara..pelan-pelang sayang”. Kata Luna melihat bagaimana gesitnya Zara mempersiapkan acara yang sebentar lagi akan dimulai. Sementara Zachry pria tampan itu tengah berbaring didalam kamar diruangan kerja Zara. Dia tidak akan sanggup mencium banyaknya wangi farfum orang-orang diluar sana, untuk itu dia lebih memilih mengurung diri saja.


Yah kehamilan Zara sudah memasuki 3 bulan namun perut rata itu sudah mulai terlihat menonjol. Karena itulah Luna sangat hawatir melihat menantunya yang sangat energik.


“Tidak apa-apa Mom, duduklah?” Zra terus bergerak, menurutnya ini tidaklah terlalu berat, hanya saja dia butuh ruangan yang agak luas karena dia merasa gerakannya sedikit terhimpit.


“Nyonya biarkan kami yang melakukannya”. Salah satu karyawannya meminta box kue yang Zara bawa. Dan karena Zara sudah kelelahan dia menyerahkan pada Lili. Karyawan nya.


Sementara itu Zara duduk disamping mertuanya yang masih terlihat sangat cantik.


“Kamu lelah…?”. Zara mengangguk dan cengir dia memang lelah tetapi dia tidak bisa berdiam lebih lama, dia ingin meresmikan tokonya dengan segera.


“Dimana Zach mom…?” menyapu seluruh ruangan dia baru sadar bahwa pria tersayangnya tidak berada disekelilingan.


“Anak itu, didalam katanya dia akan keluar saat acra akan dimulai, mungkin sja perutnya mulas”. Zara yang mendengar itu hanya mengeryitkan kening, Zara memang menyadari bahwa sudah beberapa hari suaminya sering muntah-muntah.


“Biar Zara masuk dan melihat nya kedalam mom?”Zara berdiri dan beralalu meninggalkan memuanya, acara akan dimulai dan dia harus membawa Zachry ikut serta.

__ADS_1


Didalam ruangan Zachry sudah terlihat duduk dipinggir kasur dengan wajah yang masih pucat. Seperinya dia baru saja dari kamar mandi. Zara mendekat dan menagkup wajah pucat didepannya.


“Acara akan dimulai?” Tanya Zachry tetapi tidak juga dijawab oleh istrinya wanita itu masih saja menatap wajah pucat itu.


“Kau baik-baik saja, kenapa wajahmu sangat pucat?”. Zachy menurunkan tangan istrinya dan mendudukkan Zara dipangkuannya, lalu memeluknya erat. Dia tidak suka wangi farfum orang lain, dan hanya wangi istrinya saja yang tidak membuatnya mual.


“Apakah masih mual? Mau makan apa biar aku ambilkan didapur?”. Zara sudah bersiap turun namun pagangan Zachry dipinggang istrinya dikuatkan tetapi tetap menjaga agar bayinya didalam tidak terganggu.


“Pesankan saja roti ditoko Aariz, pesankan yang banyak”.


“Kenapa harus dari tokonya? Kita bahkan dotoko sendiri sekarang?”.


“Aku hanya ingin makan roti dari tokonya, mungkin saja anakku menghukumku karena dulu sudah membuat pria itu babak belur”. Desahnya tampa sadar membuat mata wanita hamil itu melotot.


“Kau, apakan dia?”. Zara berdiri dan menatap lekat suaminya, kapan dia membuat Aariz babak belur.


“Jangan katakan bahwa kau masih mencintainya, aku tidak mengizinkannya”. Zara memutar mata malas lalu duduk disamping suaminya. dia akan meminta penjelasan sekarang namun suara ketukan memuatnya mengurungkan niat.


Zara mendekati pintu dan melihat Lili sudah membawa nampan berisi makanan.


“Nyonya, makanan untuk tuan”. Katanya menunduk dengan senyum malu-malu dan Zara tahu arti senyuman itu. Dia hanya mengangguk dan mengambil nampan berisi makanan ditangan Lili.


Zara hanya menggeleng dan senyum melihat Lili yang tidak merasa takut tertangkap senyum sendiri.


Zara masuk dan mebawa makan yang Lili bawa tadi lalu menaruhnya diatas meja karena Zachry sama sekali tidak tertarik dia hanya menginginkan roti di toko Aariz dan mau tidak mau Zara menelpon Agatha dan memintanya langsung datang bersama Aariz ke acara peresmian.


Beberapa menit kemudian Aariz dan Agatha datang membawa pesanan yang Zachry minta, tatapan Zachry berbinar-binar karean melihat kantong plastik yang ditangan Agatha terlihat menyembul keluar.

__ADS_1


Zara melihat Aariz yang berjalan bersama Agatha dengan tatapan yang sulit diartikan, pria itu dulu yang paling dia inginkan.


Semakin dekat Aaris semakin bahagia juga Zachry tetapi tidak dengan Zara yang hatinya tiba-tiba merasa sangat aneh.


“Jangan sampai kau memikirkannya semakin jauh”. Kata Zachry menatap kearah mata istrinya.


Aariz sudah sampai didepan mereka dan sudah berada didepan Zara, dia menyerahkan plastik berisikan roti ke Zachry dan mengatakan kalau yang ini tidak ada gratisan lagi, mengingat belum seminggu pria didepannya membawa banyak roti dari tokonya,


Zachry menerimanya dan meminta Lili menyimpannya didalam ruangan yang langsung dituruti Lili dengan senang hati. Sementara itu Zara masih berdiri didepan Aariz dan Agatha disampingnya. Namun matanya seketika membola saat Aariz memeluknya dengan erat didepan Zachry.


Bukan hanya Zara yang terkejut tetapi semua yang berada disana termaksud Zachry, walaupun dia tahu bahwa mereka saudara tetapi di belum bisa menerima sepenuhnya karena Zara tidak tahu kebenarannya.


“Aku merindukanmu..”. katanya masih bisa didengar oleh Zachry yang wajahnya sudah memerah menahan cemburu.


‘Tidak, jangan sampai aku membuatnya terpental, dia kakak iparku’. Zachry merapalkan didalam hati sambil mengepalkan tangan.


Zara masih memaku, waktu itu dia tidak secanggung ini pada Aariz saat dia meminta mengantarnya pulang, apakah karena dia melihat Aariz bersama Agatha? Hanya Zara yang tahu.


Karena tidak ingin berlama-lama dalam situasi yang terasa canggung, Zara memulai acara peresmian toko barunya. Karena Zara memang tidak memliki teman selama ini, jadi dia hanya mengundang beberapa karyawan di toko Aariz, dan beberapa orang dari toko tepung.


Sebagiannya adalah karyawan barunya, Mom Luna, dan beberapa anak buah Zachry yang ternyata tidak bisa dikatakan cukup. Jangan lupakan Aariz dan Agatha.


Acara berlanjut dengan hidmat, tepuk tangan memenuhi ruangan itu, semua mengucapkan selamat pada wanita hamil itu yang tampak bahagia karena memiliki toko idamannya.


“Aku kira kau akan menamakan toko ini dengan nama ‘Zacake’’. Goda Zachry yang masih disamping istrinya yang sibuk dengan makanan didepannya. Sementara Aariz yang berada dimeja yang sama dengan mereka mendongak karena nama tokonya disebutkan.


“Kenapa memang dengan nama itu? Kau tidak tahu kepanjangan dari nama itu-?” Aariz membuka suara ingin melanjutkan tetapi melihat tatapan Zara membuatnya tidak jadi meneruskan.

__ADS_1


Sejak tadi Agatha hanya diam saja, dia tidak tahu harus mengatakan apa, dia sudah tahu bahwa kedua mantan kekasih ini adalah saudara kandung, dan itu sebabnya Zachry tidak lagi membuat masalah Aariz. Namun yang tidak dia ketahui adalah apakah Zara sudah tahu atau belum sampai suara pria paruh baya datang dan membuat mereka semua termaksud Aariz berbalik kearah sumber suara itu.


__ADS_2