Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bertemu Aariz


__ADS_3

“Bagaimana kabarmu?” Zara melerai pelukannya dan mengecup wajah tampan didepannya, wajah yang paling tampan selain wajah Dad Dixon.


“Aku baik, apakah dia tidak melakukan hal tidak baik padamu?” menunjuk David dengan dagunya. Sangat menyebalkan bagi David.


“Dia suamiku, kenapa harus melakukan hal tidak baik?” Aariz mendengus mendengar jawaban adiknya.


David yang mendengar itu mengedipkan mata bangga pada Aariz. Tidak ada yang bisa mereka lakukan waktu itu selain menikah setelah kelahiran kembar Zein dan Zoya, mereka tinggal dilingkungan yang mementingkan adab dan akan sangat tidak baik jika mereka tinggal dalam satu rumah namun tidak dalam ikatan pernikahan.


“Baiklah, dibandingkan dia, kau memang lebih baik, meskipun sebelumnya aku menganggapmu pria tidak baik karena terus saja berada dalam Clab” bisik Aariz dia tidak mau adiknya yang galak itu mendengarnya.


“Masa lalu, kau tidak tahu apa alasanku disana” tegasnya dan berjalan cepat meninggalkan Aariz dan meraih pinggang Zara didepan Aariz.


“Sial!” umpatnya karena David sengaja melakukannya.


Aariz dan Zara memang sudah berdamai dengan keadaan, bagaimanapun saat itu mereka sama-sama tidak tahu bahwa mereka adalah saudara. Adapun kekhilafan mereka yang terjadi dulu semoga Tuhan memaafkan.


Didalam rumah dengan cat putih gading bergaris hitam itu Aariz duduk di ruang tamu dengan menumpu kaki satu dengan kaki lainnya. Melihat sekeliling mencari bunyi yang biasa sangat berisik.


“Mereka baru saja tidur” jawab David yang seperti tahu tatapan menyapu Aariz.


“Hah! Padahal aku kemari mencari mereka bukan melihat kemesraan kalian” Aariz berdecak.


“Kau masih cemburu? Bukankah kau sudah menerima dia adikmu?”


“Aku tidak cemburu, bagaimanapun aku adakah pria nomer satu dihatinya, coba tanyakan padanya siapa pria yang diasayang” tantang Aariz dia yakin bahwa adiknya akan mengakuinya.


“Kau akan kecewa nanti”


Aariz melihat kearah mana Zara tadi masuk, dia yain adiknya masuk kedapur, dan dia yakin dia cukup punya waktu untuk sekedar memberi informasi pada David.


“Ada apa? Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu?”


“Kemarin tidak sengaja aku melewati toko lama Zara dan melihat Zachry berada disana”


Zara yang baru saja keluar dengan nampan ditangannya terdiam saat Aariz mengatakan nama Zachry, David melihat itu dia tersenyum dan memnaggil Zara duduk disampingnya. Zara patuh dan duduk disamping David setelah meletakkan minuman dan cemilan untuk kakanya dan David.


“Kau baik-baik saja?” Tanya Aariz, dia merasa tidak enak sekarang

__ADS_1


Zara mengangguk, dia baik-baik saja, dia hanya tidak ingin mengungkit masa lalu.


“Katakan saja, apa yang ingin kalian bicarakan dibelakangku tadi” kata Zara karena kedu pria ini maah terdiam saat dia sudah berada disana.


Menarik napas kemudian menghembuskannya pelan Aariz melirik David dan mendapatkan Anggukan pelan dari ipar barunya. Disini Aariz lebih menyukai David karena lebih bisa bersikap dewasa. Bukan berarti dia tidak menyukai Zachry hanya saja dibanding mereka berdua David lebih bisa menempatkan diri.


“Ini tentang mantan suamimu”


Zara mengangguk dengan wajah datar, dia tahu soal itu. Dia tidak bersuara masih menunggu Aariz menyelesaikan kalimatnya.


“Aku melihatnya sudah berada di toko yang kalian resmikan waktu itu, dan aku sudah melihat dia menamakan tokomu dengan nama ‘Zara Bakery, aku rasa dia menyesal” ucap Aariz pelan merasa tidak enak dengan pandangan suami istri didepannya.


Zara mengangguk lalu tersenyum membuat dua pria disana merasa aneh.


“Lalu kenapa jika toko itu memang dinamakan dengan namaku?”


Aariz diam, memang benar memang kenapa bukankah semua ini kesalahan Zachry, lalu kenapa menamakan toko itu dengan nama Zara. Sejak tadi David hanya diam mendengar dua adik kakak yang dahulu pernah menjadi kekasih itu. Dia sadar dia tidak seharusnya berada di antara Zara dan Zachry.


Setelah kepulangan Aariz Zara masuk kekamar mereka, rumah yang mereka miliki hanya berlantai satu, sangat sederhana namun inilah rumah yang Zara inginkan.


Zara keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono berwarna lavender dan duduk didepan meja rias. David berdiri dan membantu Zara mengeringkan rambut sebahu itu. Setelah kejadian 2 tahun yang lalu Zara memang merubah tatanan rambutnya, memotong dan mengecatnya dengan wrna coklat. Dia benar-benar keluar dari masa menyakitkan itu.


Mengehla napas Zara meraih tangan David dan berdiri menghadap pria yang sudah mengubah seluruh hidup kakunya menjadi lebih berarti.


Jika dulu saat bersama Aariz dia akan menjadi gadis budak cinta, bersama Zachry yang usia pernikahannya hanya empat bulan itu Zara merasa masih canggung, entah apa yang menghalangi hati mereka berdua, meski kata sayang sering terucap tetap saja terasa hambar.


“Aku hanya merasa bersalah karena berada diantara kalian berdua?” katanya membuat Zara melepaaskan tangannya pada tangan David.


Zara memeluk pria yang sudah menjadi suaminya selama dua tahun ini. Saat itu dia tidak tahu harus bagaimana. Setelah kepergiannya dari kediamannya ternyata Dad Edgar kembali menemuinya.


Entah kenapa pria paruh baya yang sudah dianggapnya Ayah itu tiba-tiba saja membencinya dengan sangat. Begitu benyak tuduhan yang dia berikan pada Zara, bukan hanya perselingkuhan dengan David, bahkan cucu dari Zachry juga tidak ingin dia akui.


Lebih saat dia mengatakan bahwa jika Zara berniat muncul dikehidupan Zachry lagi maka dia akan menghancurkan nama baik Dad Dixon yang beristri dua. Serta mengatakan pada dunia bahwa dia pernah menjadi kekasih kakak kandungnya.


Disaat fikirannya sangat kacau, tidak ada dukungan apalagi yang bisa dia lakukan selain menjauhkan diri? Lagi dia sudah menunggu Zachry selama sebulan lebih untuk menunggunya menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit.


Pria yang dia harapkan ternyata tidak datang bahkan terdengar bahwa dia keluar negeri bersama Nania. Lalu Zara harus bagaimana selain bertahan menguatkan diri demi kandungannya.

__ADS_1


Bagi orang lain mungkin keputusan yang Zara ambil adalah keputusan yang salah dan tergesa-gesa karena dengan mudah menikah dengan orang lain sementara dia masih bersuami.


Tidak.


Karena sebelum Zara mengambil keputusan besar itu surat cerai sudah dia terima dengan Zachry sebagai penggugat.


Kalau sudah seperti ini harus bagaimana?


Bisa saja dia hidup sendiri dengan membesarkan kedua anaknya atau tinggal bersama Aariz saat itu. Tetapi saat itu dia tidak ingin tinggal dikota itu.


Dia harus keluar untuk melupakan semuanya. Demi kesembuhan hatinya.


Keputusannya menikah dengan David tidak lain karena desakan orang tuanya, karena tidak ingin kedua cucu mereka lahir tampa seorang Ayah.


“Kau tidak lelah membahasanya?”


“Ayolah, aku tahu awalnya aku memang pria yang tidak baik, tetapi aku tidak pernah ingin merusak kebahagiaanmu” menatap mata bulat Zara.


Zara memeluknya erat. Dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang David. “Aku yang salah disini, aku yang menghancurkan masa mudamu, bahkan kau harus menikahi wanita dengan dua anak kembar”


“Jangan bawa anak-anakku, dan aku menikahi memang karena ingin, hanya saja-”


“Sudah, kau terlalu berisik”


Mau tidak mau David diam, dia tiak tahu bahwa ini adalah kisahnya, karena dialah yang berhasil mendapatkan hati Zara. Mungkin.


Ditempat yang berbeda ditoko Aariz ‘Zacake’ Aariz yang baru saja sampai tokonya dikejutkan dengan seseorang yang sudah lama tidak membuat ulah. Siapa lagi kalau bukan Zachry mantan iparnya.


“Hai kakak ipar” ucapnya berdiri masih dengan nada yang sama namun tatapannya berbeda seperti diselimuti luka. Tapi Aariz mengabaikan itu.


“Kapan kau datang?” katanya basa-basi karena ini masih sangat pagi, lagi bukan itu maksud pertanyaannya.


“Baru saja,”


“Duduklah, ku lihat kau semakin kurus, jangan katakan karena tidak memakan roti buatanku kau malas makan”


Zachry tergelak, tetapi matanya tetap menyiratkan kesedihan.

__ADS_1


“Apa kau bahagia?” Tanya Aariz menghentikan tawa Zachry yang memang terlihat dipaksakan.


__ADS_2