Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
sembilan


__ADS_3

"Terkadang hidup tidak selalu sejalan dengan pemikiran dan keinginan kita"


Melvani Lestari


hari hari berlalu dengan cepat,tidak ada kemajuan dari hubungan Vani dan adyan,entah dia harus terus berjuang atau


menyerah karena keadaan tidak memungkin kan.


"adyan!tunggu"teriak Vani dari koridor sekolah


Adyan hanya melirik dan berlalu pergi tanpa memperdulikan Vani yang Terengah engah mengejar dirinya.


"apa Lo masih belum ada perasaan untuk gue Yan?"tanya Vani setelah mensejajarkan langkah nya dengan Adyan


"ga"


"sampai kapan Dyan?!"tanya Vani sedikit meninggikan suara nya


"....."tanpa menjawab adyan pergi meninggalkan Vani seorang diri

__ADS_1


"yang memenangkan hati tidak akan pernah kalah,aku akan menenangkan hati mu dan aku tak akan kalah"batin Vani


Vani pergi meninggalkan koridor sekolah menuju teman teman absurd nan bar bar nya.


"udah lah berhenti aja ngejar ngejar batu es kaya dia"tyani berbicara dengan nada kesal,pasalnya sahabat nya ini sangat susah diberi tahu untuk tidak mendekati adyan lagi


"gabisa,gue bakalan buktiin sama dia kalo cinta butuh perjuangan dan pengorbanan"jawab Vani lesu,Novy hanya menjadi pendengar setia sedangkan tyani menghembuskan napasnya kasar


"berjuanglah,tapi jika sudah tidak tahan berbalik lah kebelakang,kita selalu ada buat lu"ujar Novy merangkul pundak Vani


"sejak kapan seorang Novy jadi puitis begini!"teriak tyani heboh,seketika mereka semua tertawa.


tinggal beberapa bulan lagi mereka akan naik kelas 12,entah akan satu kelas dengan Adyan atau tidak,terapi perjuangan Vani tidak lah mudah,banyak kerikil tajam menghadang jalan nya.


"Adyan,belajarlah mencintai seseorang"ucap seseorang yang tak lain adalah Vani


"ga akan pernah"jawab Adyan malas


"apa masalah nya?!"bentak Vani kehilangan kesabaran nya

__ADS_1


"lu cinta gue karena apa hah!berhenti gangguin hidup gue dan jangan pernah bilang suka atau cinta lagi ke gue,bosen!"bentak adyan menekan kan kata bosan,seraya pergi meninggalkan Vani yang diam mematung merasakan sesak di dadanya


"suatu saat Lo bakal ngerasain apa yang gue rasain adyan"!teriak Vani terjatuh di lapangan sekolah dengan menangis dalam diam


"ssakitt"gumam Vani menangis sambil memukul mukul dadanya yang terasa sesak,tiba tiba seseorang datang mengulurkan tangan nya ke arah Vani,Vani mendongakkan kepalanya menatap ke arah sang empunya


"bangkit!jangan mengejar yang tidak mau dikejar dan jangan mencari yang tidak ingin dicari,hidup tidak hanya tentang cinta"ujar pria yang mengulurkan tangan nya ke arah vani.


Vani menunduk untuk mencerna kata kata pria tadi,perlahan tangan nya naik menerima uluran tangan seorang pangeran yang hadir kala kegelapan melanda


"terimakasih"ucap Vani


"jangan menangisi seseorang yang sama sekali tidak peduli pada mu,jangan menunduk,wanita tidak pantas seperti itu"ucapan pria itu seakan menampar Vani dari perasaan nya terhadap adyan


"mari aku antarkan pulang"ajak lelaki itu,Vani hanya mengangguk sebagai sebuah jawaban


tidak ada pembicaraan didalam mobil,keadaan hening.vani sedang menerawang jauh tentang perasaan nya sedangkan pria itu sedang dilanda rasa canggung hingga sampai dirumah Vani


"sekali lagi terimakasih,siapa nama mu?"tanya Vani dengan senyum tulus

__ADS_1


"aku....


like nya guys jangan lupa


__ADS_2