Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Bab 19 | Zachry, Aku mencintaimu


__ADS_3

Setelah kejadian dikantor tadi Zara memilih untuk diam saja, dan Zachry membiarkannya. Dia sangat kesal sekarang. Harus bagaimana membuat gadis keras kepala ini mengerti bahwa dia sudah bersuami.


"Kau mau kemana?" tanya Zach melihat Zara membawa selimut kearah pintu.


"Aku akan tidur dikamar tamu".


"Kembali..". Perintah Zachry dengan raut wajah datar.


Zara melangkah keluar tampa menghiraukan ucapan Zachry, yang sudah kepalang emosi.


Tampa menunggu aba-aba Zach melebarkan langkah, melewati pintu, berjalan dibelakang Zara dan 'Hap'.


"Turunkan aku, kenapa kau sangat suka mengangkatku" Teriak Memukul punggung Zach, agar mau melepasnya.


Sampai dikamar, Zach melepar Zara ke atas kasur dengan sedikit kasar, membuat Zara kaget lalu beringsut bangun dengan selimut yang masih berada ditangannya.


"Kau mau apa?". Zara melotot melihat Zach melepas semua pakaiannya didepan Zara, dan meninggalkan satu kain penutup di benda pusakanya.


Zara menelan saliva dengan kasar, melihat bentuk dan ukuran suaminya, walaupun tertutup kain dia sudah bisa menebak bagaimana perkasanya.


Detik kemudia Zach naik ke kasur mendekati Zara, membuat wanitanya semakin takut. hanya senyum tipis yang Zach beri saat melihat ketakutan istrinya.


"A-apa yang kau lakukan, tolong menjauhlah". Ucap Zara terbata bata sambil mengibaskan tangan mengusir Zach.


"Kenapa harus? Zack menaikkan alisnya, semaiin mendekatkan wajahnya ke wajah Zara, meniup Wajah bulat itu dan mengecup keningnya. Membuat Zara membeku dengan mata melotot.


"Zach, kau sudah berjanji, kita tidak akan melakukannya sebelum aku mencintaimu kau harus tepati janjimu".


"Melakukan? Melakukan apa maksudmu?"


Zach trsenyum melihat merahnya pipi Zara karena malu


"Itu..aku..." ucapnya terbata.


"Aww. ....A-apa.... Zach". Pekik Zara kaget karena tiba-tiba saja kakinya ditarik, membuatnya terlentang. Dengan sigap Zachry sudah berada di atas tubuh mungil itu. Menahan bobot tubuh dengan sikunya. Matanya menatap lekat ke mata Zara yang membeliak menatapnya tak percaya.

__ADS_1


"Haruskan aku melakukannya dengan kasar agar aku bisa memilikimu?". Tanya Zachry masih menatap lekat wajah istrinya.


"A-ap yang akan kau lakukan?". Lirih Zara dengan dada berdetak. Dan semoga saja Zachry tidak mendengarnya, kalau tidak dia akan merasa sangat malu.


"Aku meminta hakku sebagai suamimu". Sontak membuat Zara semakin membeku.


"Zachry...aku....".


'Cup.


Zara mengerjapkan matanya, merasakan bibir hangat Zach menempel tadi.


'Cup.


"Jangan menggodaku dengan mata indahmu"


Mendengar itu wajah Zara merah seperti tomat rebus. Dia memalingkan wajahnya kesamping, karena Malu Zachry melihatnya yang bersemu.


"Minggirlah, aku mengantuk". Zara mendorong dengan kuat tubuh kekar itu dari atasnya, dan segera menutup tubuhnya dengan selimut membelakangi Zachry.


Zachry hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya, Dia masuk ke dalam selimut Zara, dan memeluk istrinya dari belakang. Zachry dapat merasakan ketegangan tubuh istrinya "Tidurlah, aku hanya akan memelukmu tidak akan lebih dari ini". Bisiknya didibelakang tengkuk Zara. Dan menciumnya berulang kali. Sampai Zara dapat mendengar suara nafas teratur dibelakangnya.


Tengah malam Zara terbangun, karena tenggorokannya sangat kering. Dia meraba disebelahnya. Tidak ada siapapun. Dia mengeryitkan dahi dan membuka mata perlahan.


"Dimana dia?"


Zara turun dari kasur. Dia menggunakan pakaian tidur dengan kain yang tipis berwarna putih sampai atas paha dengan model bagian dada sangat rendah. serta jubah yang menjutai sampai mata kaki.


Dia mengedarkan pandangannya kesemua arah. Tidak ada juga, bahkan dia memeriksa kamar mandi, tetapi lelaki yang kadang bersikap aneh itu tidak ada.


Dia terus melangkah keluar, melewati tangga dengan perlahan sambil mencari dimana Zachry. Setibanya di dapur mengambil air outih dan meneguknya cepat. Dia berniat membawa nya juga ke atas agar sewaktu-waktu dia tidak perlu turun lagi.


Langkahnya pasti sampai dia melihat sosok yang dia cari diruang tamu tengan teridur dengan lengan di atas menutut mata.


Menatap wajah suaminya yang terlelap. Dalam keadaan tidurpu. Zachry tetap terlihat tampan. Kemudian dia melihat benda pipih yang berada di atas perut Zachry, mengambilnya dan tampa sengaja benda itu menyala dan menampilkan panggilan masuk teratas.

__ADS_1


"Nania..". Dahi Zara mengkerut. Dia lihat lagi wajah tampan Zach. Dia berfikir untuk apa Nania menelpon selarut ini. Dan kenapa mereka harus berbicara dari jarak jauh darinya?


Tapi lagi-lagi Zara masa bodoh. Tidak ada urusan nya dengan masalah dua sahabat itu karena dia lebih mementingkan dimana Aariz saat ini.


*****


Disebuah Clup, Seorang wanita cantik masih asyik meliuk-liukkan tubuhnya diatas lantai dansa.


Walaupun banyak tatapan lapar menatapnya tetapi tidak ada yang berani mendekatinya saat mengetahui siapa gadis itu. Karena Clup ini salah satu milik dari Leon, sehingga tidak ada yang berani mendekati gadis sexy itu, atau mereka akan tahu akibatnya.


Lelah berdansa, Nania berjalan menuju meja bar, disana sudah ada David menunggunya dengan senyum merekah.


"Kau lelah? Tanya nya dengan mengelus pipi putih Nania, dan diangguki langsung oleh Nania.


"Minumlah, aku akan ketoilet sebentar setelah itu aku akan mengantarmu kembali".


Nania mengangguk dan tampa curiga langsung meneguk minumannya. David yang melihat itu hanya tersenyum dan melangkah ke toilet meninggalkan Nania dengan minumannya.


Setelah menunggu sedikit lama, Nania merasa tubuhnya terasa panas. Dia berdiri, dia harus pulang, tetapi tubuhnya tidak seimbang. Hampir saja dia terjatuh sebelum tangan kekar menahannya dan membawanya keluar menuju mobil.


Nania yang merasa tubuhnya panas, dan seperti mendapatkan sentuhan yang di inginkan dari gesekan kulitnya membuatnya berdesis, merasa nikmat.


Sedang Pria yang membawanya masauk kedalam mobil sedikit kewalahan karena Nania terus saja menempel, dan dengan gerakan cepat dia mendorong Nania masuk ke dalam mobil dan membawanya pergi dari Clup.


Didalam mobil, tubuh Nania semakin kepanasan, dia melepas satu persatu pakaian bagian atasnya. Membuat pria yang membawanya melotot tidak percaya.


"Hei, Tunggu apa yang kau lakukan?" Teriaknya frustasi karena hanya penutup bagian terakhir ditubuh Nania yang masih menempel. Memperlihatkan aset berharganya yang menyembul ingin keluar.


"Diamlah...tubuhku sangat panas" Jawabnya denga gelisah ingin membuka bagian bawahnya tapi tangannya ditahan.


"Sabarlah..kita akan ke tempatku dan kau akan lebih baik". Dia memegang satu tangan Nania dengan tangan satunya.


Sampai di depan Apartemen, Dia langsung memakaikan kembali baju Nania dan membawanya langsung masuk ke dalam apartemennya. Didalam Ruangan Nania seperti cacing kepanasan, dia sudah tidak bisa menahan gejolak didalam tubuhnya yang meminta penuntasan. Dia menarik tubuh Pria yang dia yakini adalah Zachry kedalam pelukannya. Me****t bibir manis itu lebih dalam.


Mereka sudah dikamar mandi, Sebelum air Shower dinyalakan ternyata Nania lebih dulu mengambil kendali tadi. Sehingga ciuman itu semakin dalam.

__ADS_1


"Zachry...aku mencintaimu, aku mohon puaskan aku". Nania kembali mencium rakus Aariz yang kewalahan menghadapi Nania.


Yah, Pria itu Aariz. Tadi dia di Clup untuk menenangkan fikirannya, gejolak rindunya sudah tidak bisa dibendung lagi. Rasa cintanya pada Zara semakin tumbuh setiap harinya. Dan tampa sengaja dia melihat teman pria Nania memasukkan sebuah obat didalam gelas gadis yang baru saja menyebutnya dengan nama Zachry. Entah karena apa Aariz membawanya ke apartemennya


__ADS_2