Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Kemarahan Zachry


__ADS_3

Dan disinilah mereka sekarang di bawah pohon samping rumah, dua orang yang pernah terjalin hubungan suami istri yang begitu singkat. Zara dan Zachry. Mereka berdua masih belum ada yang bersuara. Masih diam. Entah sampai kapan seperti ini, bahkan sudah lewat setengah jam dan mereka masih tidak ada yang memulai.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Zara pada akhirnya. Dia sebenarnya sangat canggung sekarang.


"Kenapa meninggalkanku?" jawab Zachry tidak menjawab pertanyaan Zara, lebih penting mengetahui alasan dia tinggalkan, dari pada hanya sebuah kabar saja.


Zara menoleh, melihat bagaimana perubahan dari pria yang pernah seatap dengannya. Dia bisa menilai bahwa Zachry kehilangan banyak berat badan bahkan kumis tipisnya juga sudah terlihat. Apakah dia tidak merawat diri dengan baik?


"Bukankah seharusnya pertanyaan itu dariku?"


"Kau yang meninggalkanku lebih dahulu bersama Nania, kekasihmu." kata Zara melanjutkan


"Apa, aku?" tunjuk Zachry pada dirinya.


"Kau masih tidak ingin mengakuinya? Aku menunggumu menjelaskan semua, tapi apa kau datang mencariku? Tidak! Kau bahkan pergi bersamanya, kau tidak tahu bagaimana terlukanya aku?"


"Aku mencintaimu, aku berusaha menahan keinginanku meninggalkanmu walaupun orang tuamu terus memaksaku untuk pergi, tapi apa kamu peduli? Tidak! kau tidak peduli, bahkan di hari dimana aku sangat berharap surat cerai darimu yang tiba".


"Surat cerai? Jadi yang Aariz katakan benar? Kamu mendapatkan surat cerai?"


"Kenapa harus terkejut? Kau pelakunya? Jangan pura-pura tidak tahu." decak Zara.


"Aku bersumpah, aku tidak mengirim surat apapun, dan aku, aku memang keluar negeri bersama Nania karena-"


"Yah akhirnya kau mengakui itu". cibir Zara


"Sayang, dengarkan aku-"


Ucapan Zachry terhenti saat Zara berdiri.


"Panggil saja Zara, karena kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi."


Zachry menahan kemarahannya, agar masalah mereka bisa segera mendapat jalan keluarnya.


"Baiklah, maafkan aku, tapi aku tidak pernah mengirim surat cerai apapun artinya kita masih ada ikatan. Dan dengarkan aku." Zara terlihat akan menyela namun secepatnya Zachry menahannya "Aku memang ke luar negeri bersama Nania karena Mommy tiba-tiba membutuhkan perawatan disana, Daddy tidak membiarkannya dirawat di Indonesia".


Zara masih mendengarkan, walau sebenarnya tidak terlalu masuk akal.


"Aku mencintaimu sungguh, aku mencarimu, tetapi aku kehilangan jejak karena semua anak buahku yang selama ini bekerja untukku diberhentikan secara sepihak oleh Daddy"


"Aku yang sudah putus asa karena kondisi Mommy, lalu tidak mendapatkanmu dimana-mana membuatku semakin frustasi, dan yang membuatku berhenti mencarimu adalah saat Daddy dan Nania mengatakan bahwa kau sudah pergi bersama seseorang,"


"Itulah alasannya aku pergi keluar negeri untuk melupakanmu, melupakan pengkhianatan yang kau lakukan"

__ADS_1


"Dan nyatanya kau yang berkhianat." Zara yang tidak ingin kalah menimpali.


Mereka berdua terlibat perdebatan panjang, hingga akhirnya Zachry tahu bahwa ada seseorang yang memang sengaja mengambil kesempatan membuat mereka berpisah dan dia tahu siapa orangnya.


"Maafkan aku, aku yang salah karena terlalu percaya pada mereka dan meninggalkanmu dengan anak-anak kita" lirihnya, tidak ada pembelaan lagi, dia menyadari dialah yang bersalah sepenuhnya disini.


Andai saja waktu itu, dia tidak terlalu terbawa emosi dan kesehatan mommy nya tidak membuatnya khawatir dia akan mencari dimanapun Zara, hingga akhirnya dia sadar bahwa apa yang dia lakukan 2 tahun ini salah dari Mommy nya yang mengatakan semua kebenaran padanya.


"Aku memaafkanmu, percayalah aku melupakan semuanya, aku melupakan bagaimana Dad Edgar tidak mengakui cucunya, aku menerima semuanya, tidak masalah".


"Itu karena dia mengira bahwa anak yang kamu kandung adalah-"


"Dan kau percaya? Bagaimana bisa kau percaya bahwa aku hamil anak orang lain?"


Zara sudah benar-benar geram, dia sudah mengubur semua masa lalunya, sekarang pria didepannya mengungkit kembali. Kesalahpahaman yang membuatnya sangat rapuh. 


"Kau sudah mendengar semua, aku tidak meninggalkanmu, tapi kamu yang meninggalkanku, aku menunggumu tapi kamu mengabaikanku, setelah melihat anak-anakmu aku mohon kembalilah, bukankah kau juga memiliki kehidupan?"


Zachry menatap kearah Zara, kehidupan yang Zara maksud tidaklah benar, dia masih sendiri karena dia tidak ingin menikah lagi. 


"Kembalilah bersamaku bersama anak-anak"


Belum Zara menjawab, dari arah sana terlihat kedua anak kembar itu berlari ke arah mereka. Zachry melihat ke arah mereka, sejak tadi dia ingin memeluk keduanya tapi sangat canggung. Takut keduanya menolak. 


"Ayo peluk Daddy!" kata Zara menyerukan kepada Zein, Zachry terkejut dia menatap Zara memastikan apa yang dia dengar.


"Daddy?" katanya mengulang yang mamanya katakan.


"Mm..ini Daddy Zein dan Zoya, ayo peluk!" Zachry tidak bisa menahan tangisnya, dia yang berinisiatif memeluk lebih dahulu anaknya, membuat Zein terkejut namun entah karena ikatan batin mereka terlalu kuat, Zein juga membalas pelukan Daddy.


Melihat itu Zoya hanya diam, biasanya jika Zein dipeluk oleh papa David maka dia akan histeris jika tidak dipeluk juga tapi kali ini gadis kecil bermata hitam itu hanya diam.


"Daddy?" Zachry mengangguk lalu mengecup seluruh wajah Zein yang sangat mirip dirinya saat masih seusianya.


Aksi yang Zachry lakukan membuat Zein tertawa geli, Zoya yang melihat saudaranya tertawa hanya tersenyum.


"Zoya ayo peluk Daddy" ucap Zara lembut setelah Zachry dan Zein kini menatap Zoya.


Tetapi saat ditawari anak manis itu menggeleng, membuat Zachry merasa kecewa dan Zara tidak enak. Saat itulah David dan Aariz muncul membuat Zoya yang tadinya berada di gendongan mamanya minta turun dan berlari ke arah kedua pria yang baru saja datang.


"Papa!" teriak Zoya yang melihat kearah mana David, Zachry yang melihat anaknya terlihat senang juga melihat kemana arah mata anaknya, namun saat netranya bertemu dengan dua orang disana membuatnya tahu, tetapi masih tidak ingin membenarkan.


Jika Aariz yang mereka panggil paman, apakah pria disebelahnya adalah yang anaknya maksud?

__ADS_1


Zachry mencoba berfikir, seperti pernah melihat pria yg bersama Aariz, tetapi dimana dan kapan, otaknya terus berputar sampai dia menemukan kejadian dimana dia benar-benar bertemu dengan wajah yang sama di ingatannya.


"Kau?" Kecemburuan dan amarah terlihat jelas dimata Zachry, dia ingin maju namun Aariz yang akan tahu situasi segera berada di tengah mereka.


"Bagaimana urusan kalian?" tanyanya pada keduanya mengabaikan tatapan membunuh Zachry pada David.


"Sayang, kalian main dulu disana, ya!" keduanya turun dalam gendongan Zachry dan David dan berlari ke arah perosotan yang memang disediakan David untuk mereka berdua disebelah sana.


"Apa maksud semua ini, kenapa dia ada disini, dan kenapa Zoya memanggilnya papa?" desisnya menatap tidak suka dengan David.


"Dia suamiku".


Perasaan marah yang tadi melingkupi Zachry melihat David semakin menjadi saat Zara mengatakan hal tidak masuk akal, suami. Apa maksud nya dengan ini Jantungnya berdegup, tubuhnya lemas.


"Apa yang kau katakan Zara!" teriaknya membuat Zara mundur selangkah.


Aariz yang melihat pergerakan Zachry yang akan membalas sakitnya pada David dengan cepat menahan tubuh mantan iparnya.


"Tenangkan dirimu".


"Tenang? Ku menyuruhku tenang saat wanita yang menjadi istrimu mengakui pria lain menjadi suaminya, dan kau bahkan tahu bahwa pria brengsek sepertinya adalah pria yang pernah merusak pertunanganku dengan Alena!" teriaknya dengan penuh emosi, setiap kata yang dia katakan penuh penekanan untuk menghalau rasa sakitnya.


"untuk itu tenangkan dirimu, dengar penjelasan apa yang akan mereka berdua katakan." Aariz masih mencoba membujuk.


"Tidak perlu, sekarang aku tahu kenapa Daddyku memisahkanku dengannya, karena mereka memang berselingkuh selama-"


'Bug


Zachry terhuyung dan terjatuh saat David memberinya sebuah pukulan telak di wajah.


"Diam brengsek!"


Aariz mencoba memisahkan mereka, jangan sampai perkelahian yang mereka berdua timbulkan membuat kedua keponakannya takut. Sementara itu Zara yang merasa terkejut dengan apa yang dia lihat menutup mulut.


"Kau boleh saja marah padaku karena merusak pernikahanmu dengan Alena, tapi jangan sekali-kali berani menuduhnya berselingkuh!"


"Kalau tidak berselingkuh apa lagi?" 


"Atau jangan-jangan kedua anak itu memang anak kalian?" kemarahan Zachry sudah tidak bisa terkendali. Semakin dia mengingat semakin luka hatinya. Hingga akhirnya David melepaskannya dan meninggalkannya di taman dengan keadaan yang berantakan.


David membawa Zein dan Zoya, entah kemana dan Zara membiarkannya.


"Sudah puas?" tanya Zara

__ADS_1


__ADS_2