Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
Mau bertemu Daddy


__ADS_3

Sampai dikamar Zachry langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur, tidak ingin melakukan apa-apa karena sekarang hidupnya sudah benar-benar hancur. Zara menjadi milik orang lain dan anak-anaknya memanggil orang lain dengan sebutan papa, bahkan sampai dia pulang Zoya tidak sempat dia peluk.


Sesak sekali rasanya, dalam sekejab saja semua berakhir dan ini semua karena Daddy dan Nania, mengingat itu Zachry bangun, dia bergegas kekamar mandi membersihkan diri, tidak ada aura baik dalam dirinya saat ini.


Setelah dari kamar mandi dan mengenakan pakaian, dia menyambar kunci mobilnya dan mengabaikan Nania yang terus memanggilnya.


“Sialan!” umpat Nania karena Zachry meninggalkannya begitu saja.


Sesampainya di Mesnion utama, Zachry melihat Momnya sudah duduk dengan wajah yang tidak pernah lagi terlihat seperti dulu, wanita itu selalu saja murung dan menyendiri.


“Dad!” teriak Zachry


Mendengar anaknya berteriak pria tua itu lantas turun kelantai bawah dengan wajah yang biasa saja.


“Kenapa Daddy sampai melakukan ini?’


“Apa maksudmu?”


“SURAT CERAI!” teriaknya.


“Daddy yang mengurus surat cerai, tetapi kenapa Daddy menuduh Zara yang melakukannya, kenapa?” Zachry tidak bisa menahan amarahnya dia melanjutkan “Apa tujuan Daddy sebenarnya, sampai anak-anakku tidak Daddy anggap?”


“Anak-anak?” suara Mom Luna yang ikut menimpali dari arah belakang wanita itu langsung saja ke dalam saat mendengar teriakan anaknya.


“Ya, aku memiliki anak kembar, Mom, tetapi suamimu ternyata bahkan tidak mengakui mereka berdua,”


Edgar hanya diam, dia tidak menyangka bahwa cucunya kembar.


“Sekarang Daddy jelaskan, apa maksud semua ini, kenapa Daddy memfitnah istriku sekejam itu?”


“Mantan istri, kalian sudah bercerai, kau harus ingat itu!” suara Nania mempertegas, wania itu ternyata langsung menyusul kemana Zachry.


“Dad, aku ingin pernikahanku dengan Zachry dilaksanakan minggu depan,” katanya langsung berdiri disamping Daddynya


“Apa kau gila? Aku tidak akan menikahimu sampai kapanpun itu,” Zachry mempertegas


“Tapi kau harus menikahinya!” perintahnya


“Kenapa aku harus menikainya? Apa yang sebenarnya terjadi kenapa selama dua tahun ini perhatian Daddy pada wanita rendah ini sangat mencurigakan?”


“Zachry, tutup mulutmu!” bentak Edgar


“Apakah dia selingkuhan Daddy? Apa dia juga tidur dengan Daddy seperti dia tidur dengan Leo?”


‘Plak’


Nania yang menampar, bahkan Edgar dan Luna sangat terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar.


Zachry tertawa, melihat bagaimana pucatnya Nania.

__ADS_1


“Kau marah karena aku mengetahui kebusukanmu? Kau lupa bahwa Leo adalah sepupuku?” tangan Nania mengepal kuat. Dan dia harus membalas rasa malunya sekarang.


“Daddy, tentukan pernikahanku pada anak tirimu atau aku, tidak akan menganggapmu ayahmu lagi,” katanya dengan mata masih tertuju pada Zachry


“Anak tiri?”


Kini gantian Nania yang tertawa nelihat kebodohan Zachry.


“Yah, kau tidak tahu bahwa pria yang kau anggap Daddy selama ini adalah Ayah kandungku? Kasian sekali,” Nania mencibir


Sekarang Zachry yang tertawa, mereka berdua seperti orang gila sekarang karena tertawa bergantian, Zachry menatap Momnya yang menunduk kemudian melihat pria yang sudah merusak kebahagiaannya


“Jadi karena ini, karena aku bukan anak kandung jadi kau bebas merusak kehidupanku?”


“Aku bahkan sangat menyesal sekarang, mengidolakanmu setelah aku tahu pria yang menjadi panutanku adalah sumber dari kesedihanku.”


“Zachry, kau memang tidak bisa berterima kasih!” teriak Nania.


“Dan kalian berdua berharap aku berterima kasih dengan menikahi wanita sepertimu, yang rela tidur dengan siapapun?”


Nania sudah mengangkat tangan, namun Zachry dengan mudah menepis dan mendorongnya hingga hampir saja terjatuh jika saja Dad Edgar tidak menahan tubuhnya


“Jangan berani menyentuhkan tangan kotormu, NANIA!”


“Zachry apa-apaan kau!” teriak kembali Edgar kedua anaknya malah bertengkar, sementara itu Mom Luna sudah tidak bisa melakukan apapun, wanita itu hanya diam dengan lutut yang sudah lemas sejak tadi.


**


“Mama..” panggil Zein yang melihat Zara yang menyiapkan sarapan untuk mereka.


“Katakan sayang ada apa?”


“Dimana Daddy?”


Zara yang mendapat pertanyaan ini melihat kearah David yang hanya diam. Zara mendekat kearah Zein mengangkatnya dan mendudukkannya disamping Zoya yang sedari tadi asyik meminum susunya.


“Daddy sudah pulang kemarin, Zein tidur jadi Daddy tidak bisa bilang,”


Zein hanya mengangguk, kemudian menatap papanya yang masih saja diam, dengan wajah muramnya.


“Papa, ayo cari Daddy!”


“Zein!” peringat Zara namun David dengan cepat mendekati anaknya.


“Mau bertemu Daddy lagi?” tanyanya yang dibalas anggukan


“Zoya mau?” gadis itu menggeleng, membuat Zara hanya mendesah. Karena dipaksa bagaimanapun Zoya tidak akan mau.


“Baiklah, kita akan bertemu Daddy tiga hari lagi, bagaimana?”

__ADS_1


Zara terlihat protes, dia tidak suka dengan keputusan tiba-tiba ini, dan Zein yang mendengar itu bersorak karena senang. Zein menyukai Daddy nya.


Setelah keputusan itu Zara hanya diam, bahkan setelah kedua anaknya kembali bermain pun dia lebih memilih mengerjakan pekerjaan lainnya, dan David menyadari itu. Zara jika marah lebih terlihat menghindar. Dian itulah yang dilakukan wanitanya sekarang.


“Kau marah?” tanya David, tetapi Zara tidak ingin menjawab.


“Mereka merindukan Daddy nya dan aku tidak mungkin mencegah, karena-”


“Karena kau bukan ayahnya, begitu?” sela Zara.


“Mereka anak-anakku, tetapi ikatan darah lebih kuat, Zara”


“Terserah! Kalau kau mau mempertemukan mereka, maka pergilah aku akan tetap disini,”


Zara meninggalkan David sendiri, mereka sudah membahas ini semalam tetapi kenapa David belum juga mengerti, dia tidak ingin kembali bertemu Zachry dan orang-orang yang pernah menyakitinya dimasa lalu.


“Hei, kau benar-benar marah?” dia mencekal tangan Zara dan membawanya dalam pelukannya.


“Dengarkan aku, hm!”


Zara tidak menjawab, dia hanya mendesah kemudian membiarkan David melanjutkan kalimatnya


“Katakan apa yang kau takutkan?” tanyanya lembut


“Aku tidak ingin Zachry mengambil mereka dariku, dan bagaimana jika Dad Edgar juga menyesali dan memaksaku kembali memberikan kedua anakku..hiks”


“Aku tidak akan membiarkannya, mereka anak-anakku, aku hanya mengizinkan mereka bertemu tidak untuk memiliki,”


“Tapi, bagaimana kalau-”


“Percaya padaku, aku akan menjaga kalian, aku tidak akan melepaskanmu selama kau tidak memintanya,”


“Kalau begitu aku tidak akan memintanya”


***


Setelah tiga hari kemudian, David benar-benar menepati janjinya pada anaknya Zein. Mereka sekarang sudah sampai di mension baru David karena mension yang lama sudah dijualnya.


“Wow, ini rumah papa?” kata Zein. David mengangguk kemudian melihat Kearah Zara yang seperti meminta penjelasan.


“Aku akan jelaskan nanti,”


Karena mereka sampainya sudah sore, akhirnya mereka memutuskan untuk jalan-jalannya besok saja, tetapi paman mereka Aariz yang selalu mendaptkan informasi lebih cepat dari siapapun, dan disinilah pria tampan itu sekarang, dengan dua anak kecil di atas pangkuannya.


“Kalian datang karena merindukan paman, Ayis?” tanya Aariz dengan pedenya tetapi keduanya menggeleng, menggemaskan. Membuat David tertawa tapi tidak untuk Zara.


“Mereka, lebih tepatnya Zein ingin bertemu Zachry, aku menolak tetapi kau lihat pria keras kepala disana, dia tidak akan mendengarkanku,” katanya menunjuk David dengan dagunya.


“Kau tidak cemburu?” tanyanya serius pada David yang terihat sangat santai. Entah dengan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2