Terjebak Dalam Cinta

Terjebak Dalam Cinta
novy VS Rucika


__ADS_3

20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di sekolah,Vani dan Tya turun duluan sedangkan Novy memarkirkan mobil nya terlebih dahulu,setelah dirasa cukup aman untuk mobil nya,Novy pun turun dan menyusul Vani dan Tya


"hei...hei..hei...gaes gue udah sampe di sekolah,mana karpet merah nya woyyy"teriak tyani yang membuat semua mata tertuju pada mereka.


Vani yang mendengar itu tiba tiba jiwa bar bar nya memberontak ingin keluar,tapi terhenti ketika melihat adyan lewat di depan mereka dengan muka datar dan dingin nya


"heh lu,cecunguk kebun sinting,urusan kita yang kemaren blom selesai"teriak tyani yang membuat adyan dkk menengok ke arah mereka


"heh lu,mana ada cecunguk kebun setampan gue,lu rabun?mau gue beliin kacamata?!"sewot Nugraha


"mana ada gue rabun!!gue masih normal. dasar cecunguk kebun sialan!"maki Tya yang membuat Ryan a.k.a temen Nugraha tertawa


"lu lagi,jelangkung tanah kusir,ngapain lu ketawa,ga ada yang lucu"sekarang makian di tujukan pada Ryan yang membuat Novy,Vani,Nugraha tertawa kecuali adyan yang masih tak berekspresi


"nah kan lu,kena semprot juga"cibir Vani


"niatnya ngeledek,malah kena semprot"cibir Novy

__ADS_1


adyan yang tak perduli dengan perdebatan itu memilih pergi dan menarik tangan Nugraha dan Ryan,Tya yang merasa di abaikan melotot kan Mata nya menatap punggung adyan dkk


"woy lu kulkas es sinting,gunung Everest,batu es dua ribuan,gue belum selesai ngomong"teriak Tya yang masih tidak di hiraukan oleh adyan yang sedetik kemudian menghilang dari pandangan Tya


"udah Tya udah,masih pagi udah ribut aja"ucap Vani


"kesel gue,tuh si gunung Everest,sero Khan lu lancang banget,gue blom selesai marah juga.


Tya dan Novy memilih pergi karena tidak ingin di semprot Mak lampir lagi,melihat Novy dan Vani pergi,Tya menjadi tambah kesal dan melemparkan batu kerikil yang dia pegang,di kejauhan,pak Dodi sedang menuju jelas untuk mengajar


batu yang di lempar Tya mengenai kepala botak pak Dodi


"siapa yang melempar ini?!"teriak pak Dodi


Tya yang mendengar teriakan pak Dodi,langsung lari terbirit birit menuju Vani dan novy,dengan napas yang Ter engah engah,Tya menyusul Vani dan menyamakan langkah kaki mereka,Vani yang melihat itu merasa heran dan menaik kan sebelah alis nya


"ngapa lu,kek abis di kejar hutang aja"ledek Novy yang membuat Vani terkekeh pelan

__ADS_1


"gue ngelempar batu,terus batu nya kena pala botak pak Dodi,dia langsung teriak dan gue langsung kabur"ketus Tya


"haha,pantesan lu lari kek gitu,dikejar si lampu bohlam ternyata"kekeh Novy.


Vani dan Tya yang tak mengerti maksud "si lampu bohlam"itu pun menautkan alis mereka pertanda tidak mengerti.


"itu loh,kepala pak Dodi kan botak,trs kalo di kegelapan Kaya nyala gitu,jadi gue panggil pak lampu bohlam"jelas Novy yang membuat mereka bertiga tertawa terbahak-bahak


"eh,lu tau ga beda nya lu sama Rucika?"tanya Vani menatap Novy yang dibalas gelengan oleh Novy


"beda nya kalo Rucika,air nya mengalir sampai jauh,kalo lu ogeb nya mengalir sampai jauh"jawab Vani membuat Tya tertawa terbahak-bahak


"ogeb apaan?"tanya Novy polos yang membuat Tya dan Vani semakin keras tertawa sampai badan mereka terguncang guncang(di kira gempa bumi kali ah terguncang😅)


"ogeb itu be*o novy,cuma di balikin aja huruf nya"jelas Vani setelah berhenti tertawa


"tau nih si Novy,ogeb nya nyampe ke ubun ubun"tambah Tya yang membuat Novy nyengir kuda

__ADS_1


__ADS_2