
Zara mengangguk, memang dia akan mengatakannya pada suaminya waktu itu tetapi karena insiden itu membuatnya mengurungkan niatnya.
“Kau-kau hamil? Benarkah?” Zachry melepas potongan rotinya dan memeluk Zara dengan erat. “Sayang, kau hamil?”. Tanya nya sekali lagi, dia bahkan mengabaikan Marry yang sejak tadi melihat tingkahnya.
“Hm, yah aku hamil”. Katanya menunduk.
Zachry menaikkan dagun Zara pelan, dan mengecup lembut bibir Zara, sangat lembut, tapi bisa menggetarkah hati wanita hamil itu.
“Kenapa tidak mengatakannya hm? ayo sekarang kita ke dokter!”. Zara menahan tangan suaminya, dan menggeleng saat Zachry menoleh padanya.
“Aku sudah memeriksanya di dokter, baru 8 minngu”. Zachry mengurungkan langkahnya dan membawa istrinya dalam pelukannya, dia bahagia sekali sekarang. Dia merasa bersalah karena tidak bisa memperhatikan istrinya dan sibuk dengan urusannya yang tidak penting selama ini.
“Mafkan aku, karena kau harus ke dokter sendiri”. Ucapnya mencium pucuk kepala istrinya dengan lembut beruang kali. Zara memeluk hangat suaminya, dia juga sangat lega karena akhirnya bisa mengatakannya pada Zachry.
“Kalau begitu besok kita akan kembali ke mansion, hm?” Zara kembali mengangguk, sebenarnya dia suka dikediamanannya sendiri tetapi karena orang tuanya keluar negeri rasanya sangat sepi.
Karena rasa bahagianya, Zachry terus menempel pada Zara, seperti perangko membuat Zara yang gampang kegerahan menjadi kesal “Zachry, jangan terlalu menempeliku, kau membuatku kepanasan”. Katanya mendorong pelan suaminya.
“Aku tidak menempel padamu Nyonya tapi pada anakku”. Bela Zachry memang dia hanya menyentuh perut rata itu, tapi itulah yang membuat Zara jengah.
“Zachry, ayolah jangan begini aku mengantuk”.
Memang suda malam, dan biasa Zara juga sudah tertidur jam begini namun karena Zachry terus mengganggunya membuatnya susah memejamkan mata.
__ADS_1
Karena berulang kali mndengar Zara yang protes akhirnya Zachry mengalah dia juga tidak bisa mengganggu istrahat istrinya karena akan mempengaruhi bayi nya. Zachry memang sangat menyukai anak-anak sejak dulu. Itulah sebabnyaa dia mencintai kedua adik kembarnya dengan sangat Zoe dan Zea. Dan Nania memanfaatkan bagian yang adiknya berikan untuk membuatnya jatuh.
Malam itu Zara tertidur dengan perasaan bahagia, kedua orang tuanya sudah tahu dan mereka akan segera kembali menyambut kehadiran cucu pertama mereka.
Sedangkan Zachry juga sudah memberi tahukan pada Mom Luna bahwa dia akan segera menjadi Daddy, tentu saja membuat wanita paruh baya itu bahagia, tetapi tidak untuk ketiga orang didepannya saat ini, Nania, Agnesia dan suaminya Edgar.
“Aku tidak perduli apakah kau akan mengambil semua yang kau beri pada Zachry atau tidak, aku yakin dia juga tidak akan terpengaruh” kata Mom Luna dia sudah sangat kecewa sekarang karena suaminya mengancam jika Zachry tidak menikahi Nania maka dia akan mencabut semua fasilitas yang Zachry miliki darinya.
“Ambillah semua hartamu, asalkan jangan merusak kebahagiaan anakkku dan istrinya”. Menatap sengit kearah tiga manusia yang tidak tahu diri itu.
‘Mom Luna, apakah mom tidak menyayangiku? Tanyanya sudah berdiri menghampiri wanita yang dia sayangi seperti ibunya sendiri. Luna memalingkan wajahnya, dia menyanyangi Nania, karena dia merasakan anak nya didalam Nania. Tapi dia tidak akan bisa melihat Nania sebagai menantu.
“Mom, aku tahu Mom Luna menyayangiku, aku juga, lalu apa alasan Mom tidak merestui kami?’
Edgar mengusap wajahnya karena melihat bagaimana sedihnya wajah Nania, dia menarik rambutnya kuat, bagaimana cara menjelaskn pada Luna bahwa dia hanya ingin putrinya yang lama dia sembunyikan bahagia, apakah dia salah jika meminta Zachry untuk menikahinya Nania.
“Dengarkan aku, ini adalah terakhir kalinya aku mengatakan ini pada kalian bertiga, dia menatap lama pada pria yang sudah lama menemani sisa usianya. “Aku tidak akan pernah setuju dengan ide gila kalian, lagi aku mohon jangan mengusik menantuku”. Setelah mengatakan itu Luna meninggalkan ruang keluarga, memang sejak sore Edgar datang bersana Nania dan ibunya.
“Dad bagaimana?, Zara hamil itu artinya Zachry akan semakin terjerarat, aku membenci Zara, bukankah dia seharusnya bersama Aariz?” gerutu Nania duduk disamping ibunya yang sejak tadi hanya diam saja, dia sebenarnya tidak menyetujui ide gila anaknya dan ayah dari anaknya ini, namun Nania selalu saja mengancam akan meningglkannya.
“Tidak bisa, mereka bersaudara”. Jawaban Edgar yang tentu saja membuat Nania tidak percaya, bagaimana mungkin sepasang kekasih yang pernah saling mencintai bahkan hampir menikah adalah saudara.
“Saudara, saudara sesama manusia?” Nania mencoba menghilangkan keterkejutannya dengan tertawa.
__ADS_1
“Mereka saudara kandung, ayah mereka sana Dixon Advinson”. Mata Nania membulat, dia tidak percaya dengan berita ini. Jika mereka sempat menjadi kekasih bukankah berarti bahwa kedua saudara itu tidak tahu kebenarannya?
“Daddy tahu dari mana? Jangan menyebar berita palsu Dad!”
“Bahkan Zachry tahu bahwa Aariz adalah saudara kandung Zara, untuk itu dia berhenti melakukan penyerangan pada Aariz, karena merasa Aariz tidak akan bisa menjadi penghalang untuknya”. Tuan Egdar melanjutkan bahwa “kemungkinan yang belum tahu disini adalah Zara dan ibunya”.
Edgar menjelaskan semuanya, pada dua wanita diepannya, bagaimana kehidupan Dixon muda sampai menikahi Maria ibu Aariz dan meninggalkan anak istrinya karena dipaksa menikahi ibu Zara karena bisnis, tidak ada yang sangka bahwa ternyata kelembutan Lucy membuat Dixon jatuh cinta untuk kedua kalinya pada istri keduanya”. Mengehela nafas pelan lalu melanjutkan “Dixon memenuhi kebutuhan kedua istrinya, bahkan membuatkan mereka berdua rumah yang sama di kota yang berbeda.
Nania mendengar semua, dia mencena semua yang Dadnya katakana tentang kebenaran Zara dan Aariz yang ternyata saudra kandung. Nania akan melihat bagaimana hancurnya Zara karena dibohongi oleh orang-orang yang dia cintai, Aariz kakaknya, Daddy nya bahkan juga suaminya.
Nania tertawa, sepertinya dia tahu apa yang harus dia lakuakn untuk menghancurkan gadis yang tidak pernah terlihat baik itu.
‘Zara, aku ingin lihat bagaimana kau bertahan dengan semua ini, aku akan mengambil suamimu yang memang sejak awal adalah milikku, lalu kau akan berlindung kemana? Kakakmu bahkan merahasiakan ini, terlebih Daddymu’. gumamnya dalam hati.
Nania dan ibunya kembali ke kediaman orang tuanya, Daddy nya sudah berjanji akan membantunya untuk mendaptkan Zachry dan Nania akan menagih janji itu.
Keesokan harinya, Zachry sudah membawa kembali istrinya kemansion mereka, karena dia akan lebih mudah untuk mengurus istrinya, jarak dari kantor nya tidaklah terlalu jauh sehingga akan memudahkan baginya jika dia tiba-tiba merindukan anaknya.
Setelah membawa istrinya ke kamar Zachry turun kelantai bawah meminta Rafh untuk membuatkan makan siang serta membawakan buah-buahan segar ke kamarnya, mereka akan makan siang di kamar saja.
Baru saja Zachry akan naik kembali ke kamarnya, dia mendengar suara Mom Luna datang dengan sebuah koper. “Mom, ada apa?” kata Zachry menghampiri ibunya, melihat bawaan Mommy yang menurutnya sangat banyak.
“Mom akan tinggal bersama kalian, Mom akan menjadi nenek yang siaga”. Kilahnya lalu melewati Zachry dan memasukkan semua barang-barangnya dikamar.
__ADS_1
Zachry hanya mengerdikkan bahu, dan kembali naik, jika ada Momnya dia tidak akan merasa takut membiarkan Zara dirumah. Saat ini Zachry lupa siapa Zara yang suka sekali keluar walau tidak melakukan apapun.