Terjebak Pernikahan (1)

Terjebak Pernikahan (1)
Orang Aneh


__ADS_3

Carissa hampir gila akhir-akhir ini, gadis itu selalu diperhadapkan dengan masalah-masalah yang di buat oleh Sasha. Ada saja kelakuan Carissa yang tidak kena dimta sasha. Carissa memilih tidak memberi tahu Aaron mengenai hal ini, karena semuanya masih bisa diatasinya sendiri.


Seperti pagi ini, Carissa dibuat naik darah dengan kelakuan Sasha yang menendang-nendang kakinya di bawah meja makan. Ingin sekali Carissa untuk memberikan pelajaran pada gadis itu. Sasha sepertinya sengaja melakukan hal ini, karena Aaron tidak sarapan di rumah ini. Aaron pergi dari pagi-pagi sekali. Carissa yang malas meladeni Sasha memilih untuk meninggalkan meja makan dan menuju dapur. Di meja makan Sasha menggerutu kesal karena tidak berhasil membuat Carissa naik darah pada dirinya. Padahal rencananya sasha akan membuat Carissa kesal sehingga Carissa memukulnya atau menamparnya dan dia bisa melaporkan Carissa pada Aaron.


Sasha mengambil kamera yang disimpannya tersembunyi di tempat yang tidak terlihat dari meja makan tetapi fokus kamera itu mengarah pada meja makan.


Sasha yang kesal kemudian mengusul Carissa ke dapur, Sasha mengambil air minum kemudian gadis itu lewat disamping Carissa. Sasha kemudian menjatuhkan dirinya sehingga air yang dipegangnya tumpah dan mengenai Carissa. Carissa hanya menatap datar pada gadis itu, Carissa tidak mengatakan apapun. Tyanpa menolong sasha Carissa segera pergi meninggalkan sasha yang meringis di dapur. Carissa menuju kamarnya, untuk mengganti pakaian dan jalan-jalan keluar mencari angin segar.


Sasha yang ditinggalkan oleh Carissa kembali kesal. Gagal lagi untuk yang kedua kalinya, sasha bergegas bangun dan menghentakkan kakinya kesal. Sepertinya dirinya kurang jahat dalam memperlakukan Carissa, Sasha menyemangati dirinya untuk mencari cara lain menyingkirkan Carissa.


***


Carissa memesan grab menuju taman hiburan, Carissa perlu menghibur dirinya sendiri agar mampu melewati hari-hari berat berikutnya yang penuh tantangan dari Sasha, sekarang memang hanya Sasha tapi tidak tahu dengan Sasha-Sasha lain yang akan muncul ke depannya.


Carissa hanya berjalan melihat-lihat, kebanyakan yang datang ketaman ini adalah pasangan. Setelah agak capek untuk berkeliling, Carissa mencoba naik roller coaster, carissa berteriak saat berada dipuncak tertinggi melampiaskan kekesalannya selama ini. Carissa mencoba semua wahana yang ada disitu tanpa lelah.


Di bawah sana seseorang mengamati aktifitas Carissa, pria itu telah mengikuti Carissa sejak beberapa hari yang lalu untuk mencari celah merusak hubungan Carissa dan Aaron. Pria itu terpana melihat gadis itu tersenyum, dirinya menjadi sedikit tertertarik. pantas saja bosnya yang sudah tua pun sampai tergila-gila pada gadis itu. Jadi Bukan salahnya jika dia yang masih muda pun ikut tertarik pada gadis itu. Melihat Carissa yang berjalan pulang, pria itu segera menyingkir mencari tempat yang lain. Besok zein akan menyelidiki Aaron.

__ADS_1


Carissa merasa merinding, beberapa hari ini gadis itu merasa selalu diperhatikan seseorang, tapi ketika menoleh atau memfokuskan pandangannya mencari orang yang dimaksud Carissa tidak menemukan siapapun. Gadis itu cepat-cepat berlalu dari taman hiburan. Sampai di rumah Carissa tidak menemukan siapapun. Sepertinya Sasha dan Nadirah sedang keluar, Carissa segera naik ke kamarnya. Sampai di kamarnya Carissa mengintip dari jendela kamarnya mengamati halaman rumah, matanya menemukan mobil yang berhenti di depan gerbang rumahnya.Carissa tidak dapat melihat orang yang mengendarai mobil itu, apa orang iseng ya? Carissa menutup jendelanya dengan rapat, gadis itu juga menutup pintu kamarnya. Carissa melangkah ke kamar mandi, setelah mandi dan berpakaian gadis itu kembali untuk melihat mobil yang tadi menarik perhatiannya.Mobil itu hilang dari tempatnya. Carissa segera melangkah ke meja belajarnya gadis itu mengulang materi Minggu lalu, dan membaca mmateri yang akan disampaikan pada perkuliahan besok. Untuk sementara gadis itu melupakan ketakutannya.


***


Malamnya Aaron sampai di rumah agak larut, tinggal sedikit pelayan yang lalu lalang. Pria itu naik ke kamar tidurnya, pemandangan pertama yang dilihatnya setelah membuka pintu adalah istrinya yang belum tidur, gadis itu terlihat gelisah. Berguling ke kanan kemudian berguling ke kiri. Aaron segera mengganti bajunya, pria itu sudah membersihkan diri di kantornya. Kemudian mendekati istrinya.


" Ada apa, hem? Kok kamu kelihatan gelisah?" Carissa menggeleng kemudian mengangguk. Aaron hanya mengernyitkan alis melihat istrinya yang seperti berperang dengan dirinya sendiri.


"Anu tuan. Engh, engh Carissa merasa selalu di awasi seseorang, tapi Carissa tidak pernah melihat orang itu." Gadis itu menghembuskan napasnya, Aaron menyimak dengan saksama.


"Berapa hari kamu merasa diikuti?" Aaron menatap istrinya lebih serius.


"Kamu harus hati-hati, ingatkan ayah tidak akan tinggal diam dengan kekacaun yang terjadi kemarin." Carissa mengangguk pria tua itu pasti sangat dendam padanya. Apalagi kemarin Aaron membelanya dihadapan pria tua itu.


"Aku juga tidak tahu pasti, mungkin ada orang lain selain ayah yang akan merusak rumah tangga kita. Intinya kita berdua hati-hati setiap saat." Aaron tersenyum menatap istrinya, Carissa balas tersenyum.


"Yuk tidur. Apapun yang mengganggu kamu, kamu harus segera laporkan ke saya." Tegas Aaron, Carissa mengangguk.

__ADS_1


Wajah Carissa memerah merasakan suaminya menarik dirinya dalam pelukannya. Keduanya pun tidur dengan nyenyak sampai subuh.


Di tempat lain Aisyah termenung memikirkan perkataan Vella tadi.


"Kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri Mbak, bagaimanapun ini keputusan terbaikmu." Vella katakan itu sambil mengunyah kacang yang disajikannya.


"Aku kasihan Nadirah, gadis itu sangat marah pada mantuku. Aku harap selepas umroh aku bisa pulang untuk menjelaskan kebenarannya pada Nadirah." Vella tersenyum menatap Aisyah.


"Nadirah, nanti juga akan tahu kok Mbak. Tinggal menunggu waktu saja." Aisyah tersenyum.


"Andai bapak masih hidup, pasti menyesal dia telah menjodohkanmu dengan hidung belang Nurmansyah itu. Kamu sih mbak, kuat dan sabar banget. Aku pun mungkin tidak akan sekuat kamu." Aisyah tersenyum malu.


"Aku kasihan sama anak-anak, ngeri aku melihat anak-anak yang terlantar, dek." Vella menggelengkan kepalanya.


"Iya juga sih Mbak, aku juga merasa seperti itu. Syukur Mas Aries tidak macam-macam padaku." Aisyah tertawa mendengar ucapan terakhir adiknya.


"Iyalah, diakan suami takut istri. Kamu dek, jangan terlalu keras sama dia." Vella tertawa.

__ADS_1


"Aku lembut, dianya saja yang keterlaluan jadi harus dijelasin." Aisyah menggelengkan kepala mendengar pembelaan adiknya.


Mungkin benar ini keputusan terbaiknya. Aisyah masih sering diterpa keraguan ditengah keputusannya ini. Tapi kalau tetap bertahan, kapan Nurmansyah akan melihat dirinya? Kapan Nurmansyah akan menghargai posisinya sebagai istri sah pria itu. Keberadaan anak-anak mereka nyatanya tidak mampu untuk membuat Nurmansyah bertobat dari kebiasaan buruknya. Satu hal yang patut disyukuri Aisyah adalah Selama berumah tangga pria itu tidak pernah memukulnya atau melakukan tindakan kekerasan lainnya.


__ADS_2