Terjebak Pernikahan (1)

Terjebak Pernikahan (1)
Ketemu


__ADS_3

**Happy Reading** 🌟🌟


Silahkan like, komen dan Vote.


Carissa yang masih kesal pada Aaron terdiam Sepenjang jalan. Carissa pun mengikuti Aaron turun dari mobil masih dengan diam. Carissa tertegun ketika melihat mereka berhenti di sebuah Restoran yang mewah. Wow, keren banget desainnya! Semoga makanan yang ada di sini juga enak, Carissa mengulum senyum melihat restoran yang berada di depannya.


"Kok senyum? Yuk langsung masuk!" Aaron mengulurkan tangannya pada Carissa dan langsung disambut Carissa. Wanita itu berjalan dengan diam mengikuti punggung Aaron. Mata Carissa terbelalak melihat Rega juga ada di restoran ini. Apa ini Restoran Rega ya? Carissa mengalihkan pandangan menatap ke arah lain berpura-pura tidak melihat Rega. Setelah menemukan tempat duduk Carissa segera duduk di samping Aaron.


Rega mengerutkan alis melihat Carissa yang datang bersama Aaron, apa Aaron sengaja membawa Carissa ke sini? Rega menggenggam penumbuk, sekarang Fani juga datang mengunjunginya. Rega segera berdiri untuk mengusir Aaron, alih-alih mengusir Aaron sekarang dirinya malah dibuat tertegun dengan Fani yang terlihat berkaca-kaca. Huffttt! Rega menarik napas mendekati Fani.


"Untuk apa lo berkaca-kaca, lo nggak perlu menemui ******** itu sekarang." Kata-kata yang diucapkan Rega tidak di indahkan oleh Fani, gadis itu malah melangkah dengan pelan bersama senyum yang mengembang menghampiri Aaron. Fan, fan kapan sih Lo akan sadar? Rega yang terlihat ragu-ragu untuk melangkah akhirnya menyusul Fani menuju meja yang di tempati Aaron. Aaron dan Carissa kaget melihat Rega dan Fani yang menghampiri mereka.


"Ar, boleh 'kan kalau aku gabung disini?" Fani bertanya dan melemparkan senyum tipisnya yang mungkin tidak tertangkap dimata Aaron dan Carissa. Aaron terdiam melirik Carissa, Tuhan, bagaimana menjelaskannya pada Carissa nantinya. Bagaimana menghadapi Fani di situasi seperti ini?


Melihat Aaron yang terbengong, Carissa tersenyum dan mempersilahkan Rega dan Fani untuk gabung. Suasana canggung melingkupi mereka, Carissa hanya memerhatikan Aaron dan Fani serta Rega. Fani menatap Aaron dengan tatapan yang tidak dimengerti oleh Carissa, sedangkan Rega menatap Aaron seakan ingin menelan pria itu hidup-hidup. Aaron terdiam tanpa menatap dua orang yang kini berada di depannya ini.


"Mau pesan apa Tuan? Mbak?" Pelayan datang menghampiri mereka, lumayan untuk mencairkan suasana canggung yang melingkupi mereka. Carissa tersenyum pada pelayan itu, perempuan itu membaca menu yang disodorkan oleh pelayan.


"Aku pesan lasagna." Carissa bersuara tenang, gadis itu kembali melirik Aaron dan lainnnya yang masih terdiam. Carissa mulai kesal melihat Aaron yang masih diam.Carissa memukul tangan Aaron, membuat Aaron tersadar dan mengangkat alisnya menatap Carissa.

__ADS_1


"Ada apa, sayang?" Carissa menatap Aaron tajam, apa yang ada dipikiran pria ini?


"Mas mau pesan apa?" Carissa melembutkan suaranya, tanpa peduli pada Fani dan Rega yang juga berada di meja ini. Carissa menebalkan mukanya, walaupun ekor matanya menangkap wajah Rega yang mengeras dan juga Fani yang menatapnya tajam. Carissa merasa salah tempat berada di restoran ini siang ini.


"Aaron pasti mau pesan ayam goreng keju, itu makanan kesukaan Aaron. Jadi ayam kejunya dua mbak." Fani tersenyum penuh kemenangan menatap Carissa, Carissa balas tersenyum manis. Tahan Rissa, tidak perlu mempedulikan Fani yang terlihat sangat bangga mengetahui makanan kesukaan Aaron. Aaron tersenyum kaku, pria itu melirik Carissa merasa tidak enak pada istrinya.


Fani mengernyit, Carissa sangat tenang seperti tidak terjadi apa-apa.


Rega menggelengkan kepala menatap pelayan restoran yang melirik padanya, dengan isyarat tangan dirinya memberi kode agar pelayan itu segera pergi mengambilkan pesanan Aaron dan yang lainnya. Rega kehilangan selera makan setelah melihat Fani yang lagi lagi melakukan hal bodoh ketika melihat Aaron.


"Ar, ini siapa? Kamu belum kenalin ke aku." Fani menatap Carissa dengan tatapan mengintimidasi. Aaron menelan ludahnya menatap Carissa, diam-diam tangan Aaron mencari pegangan. Pria itu menautkan jari-jarinya pada jemari Carissa. Carissa terkaget dan melirik Aaron dan tangannya bergantian.


"Oh, harusnya kamu kenalin ke aku lebih awal. Kenalan sama Rega juga, kita kan sahabat dekat, dekat banget malah. Hahahaha." Fani tertawa menatap Aaron, Carissa merasa aneh dengan tawa yang diberikan oleh Fani. Carissa tahu gadis itu berbicara dengan kata-kata yang memiliki makna-makna yang tertentu.


"Fan, sudah deh. Nggak penting juga kali dikenalin ke kita, yang penting sekarang sudah kenal." Rega mulai mengeluarkan suaranya karena mulai muak dengan Aaron yang terlihat biasa saja. Jangan lupakan Carissa juga terlihat tidak terganggu dengan apapun.


"Nggak papa, aku kan bicara kenyataan. Kamu kenapa sih?" Fani melirik Rega dengan perasaan yang sangat sebal. Menggganggu saja! Selalu saja mengganggu, Fani menggeram dalam hati.


"Aku Fani, kekasih Aaron." Fani tersenyum manis dan menyodorkan tangannya pada Carissa. Carissa melirik Aaron, Aaron menganggukan kepala samar.

__ADS_1


"Aku Carissa, senang mengenal kamu" Carissa tersenyum manis, dirinya juga merasa ngeri merasakan Fani yang meremas tangannya.


"Sama aku juga senang, oh iya kenalin ini Rega sahabat aku." Carissa tersenyum pada Rega, dan membuat wajah polosnya menatap Rega.


" Aku kira dia suami kamu ternyata cuma sahabat ya." Carissa memasang mimik kecewa di wajahnya, Carissa masih kesal pada Rega karena pernah memintanya mundur dari Aaron. Rega semakin mentatap tajam Carissa, apa yang dipikirkan Carissa dengan mengatakan hal itu? Aaron terkejut Carissa bicara seberani itu. Fani tersenyum sinis, ternyata Carissa berani juga.


"Uhuk uhuk, kamu terlalu jauh mikirnya dia itu sahabat aku dan calon suami aku itu." Fani menahan senyum memerhatikan wajah Carissa, dengan senyum yang di buat-buat gadis itu menarik napas untuk melanjutkan kata-katanya.


"Permisi tuan, mbak, ini pesanannya." Pelayan itu melemparkan senyum kepada mereka semua. Carissa membalas senyuman pelayan itu, sedangkan Fani menggenggam penumbuk, dasar pelayan bodoh kenapa dia harus datang disaat seperti ini sih?


"Makasih ya mbak," Carissa mengucapkan terimakasih kemudian dengan polosnya Carissa langsung makan tanpa mau peduli sama orangnya yang ada di sekitarnya. Alhamdulillah akhirnya aku selamat dari keadaan yang membuat gemas ini, terimakasih Tuhan. Aaron tidak makan pria itu malah memerhatikan Carissa yang makan.


"Ar, kamu tidak mau makan. Ini tuh menu spesial yang dibuat Rega aku ketagihan loh untuk selalu makan ini." Fani mulai fokus pada ayam goreng keju miliknya dan Aaron tentu saja. Aaron menarik napas dan menghembuskannya dengan kasar.


"Tidak Fan, aku sudah kenyang. Kamu makan saja," Aaron berbicara datar dan kembali memerhatikan Carissa yang makan. Rega menggelengkan kepala melihat Fani yang belum juga terbuka matanya.


"Mubazir mas, makan saja." Carissa ikut menimpali Aaron, ini juga penting untuk dirinya. Aaron kekeuh menggeleng, pria itu hanya memperkuat genggaman tangganya yang menggenggam jemari Carissa.


************

__ADS_1


__ADS_2