Terjebak Pernikahan (1)

Terjebak Pernikahan (1)
Misi Jahat Sasha


__ADS_3

Seketika Sasha tersenyum cerah, Kemudian mengirim pesan pada paman Nurmansyah untuk menanyakan penyebab perginya istri paman Ali. Siapa tahu informasi yang akan didapatkannya bisa digunakan untuk memisahkan Aaron dan Carissa. Sembari menunggu Sasha menyesap capuccino yang sedari tadi menemaninya.


Ting!


Gadis itu cepat-cepat mengambil handphonenya sasha tersenyum sumringah jika itu pesan balasan dari paman Nurmansyah.


Kalau tidak salah karena tidak punya keturunan, Untuk apa bertanya seperti ini?


Sasha tidak bodoh mau memberitahu pamannya jawaban yang sebenarnya dari pertanyaannya ini, pamannya pun cinta pada Carissa bisa saja akan membahayakan Sasha dimasa depan. Biarlah rencana kali ini berjalan sendirinya, Sasha memilih mengabaikan pertanyaan pamannya. Sasha tersenyum jahat, ketika Carissa tidak memberi keturunan cepat atau lambat akan di usir dari hidup Aaron. Sasha tersenyum seram, gadis itu menelpon seseorang untuk membuatkannya ramuan yang dapat merusak rahim seseorang. Sasha tersenyum licik, Sasha akan berubah menjadi baik pada Carissa untuk melncarkan misinya. Pokoknya untuk sementar ini ia akan membuat Carissa menjadi temannya, kalau perlu sampai Carissa benar- benar sangat percaya pada dirinya. Seseorang yang sedang menatap pada kamera pengintai merasa terkejut mendengar penuturan Sasha pada seseorang. Ramuan yang akan merusak rahim? Benar-benar keterlaluan gadis ini. Orang ini kemudian membuat sebuah catatan yang akan diselipkan pada bunga yang akan dikirimnya besok pagi. Carissa dalam bahaya, bisa-bisanya suaminya sangat tidak becus mengawasi istrinya bahkan yang akan mencelakainya adalah keluarga suaminya sendiri. Kemana orang-orang kepercayaan Aaron?


**


Paginya saat akan berangkat kuliah Carissa dikejutkan oleh kedatangan kurir yang mengantarkan bunga. Gadis itu bertanya-tanya siapa yang mengirimkan bunga untuknya? Aaron kah? Tapi aron bukan tipe yang romantis yang akan menghadiahkan bunga ataukah Arlan? Tapi inikan bukan hari spesial Carissa jadi tidak mungkin pria itu mau mengirim bunga untuk dirinya. Setelah bertanda tangan pada kurir, Carissa segera mencari siapa yang mengirimkan bunga tersebut, disitu tertulis malaikat pelindungmu. Carissa mengerutkan alisnya, siapa sih orang yang sok misterius ini. Malaikat pelindung? Carissa tersenyum geli, kayak remaja labil saja nama pengirim bunga ini. Gadis itu mengamati bunga yang ada di tangannya, Carissa tersenyum ada amplop yang akan menjadi petunjuk. Gadis itu mengambil amplop yang ada di dalam bunga itu,


Hati-hati dengan Sasha!


Jangan menerima makanan dari siapapun!


Sasha mengincar nyawamu!


Carissa merinding, gadis itu segera meletakkan isi surat singkat itu kedalam dompetnya, Carissa melirik ragu-ragu lingkungan sekitarnya takut ada orang yang melihat kelakuannya. Gadis itu menyimpan bunga di dalam keranjang sampah yang ada di sekitar situ, dan setelah merasa aman Carissa bergegas ke kampus. Di kampus Carissa membaca materinya sambil menunggu dosennya masuk. Terkadang Carissa melamun dan kembali terbayang isi surat itu. Apa iya Sasha Sejahat itu?

__ADS_1


Selesai kuliah Carissa bertemu lagi dengan Arlan, pria itu menghampiri Carissa ada yang mau diomongkan katanya. Gadis itu mengikuti Arlan ke kantin Carissa tidak menanyakan apapun. Di kantin mereka langsung memesan makanan dan terdiam, masing-masing tenggelam dalam lamunannya.


"Rissa, gue nggak punya tuntutan apapun dari kamu, tapi dengan mengatakan ini semua gue harap gue juga lega" Carissa mengangguk, memikirkan apa yang akan dikatakan Arlan.


"Jadi apa yang akan kamu omongin itu?" Arlan terlihat menghela napas.


" sebelum gue pindah ke sini, gue sempat ketemu paman lo. Gue cerita-cerita lah sedikit ke dia, dia senang banget pas tahu aku mau ke kota ini. Dia sudah pesan untuk gue liat liatin lo disini. Tapi setelah ketemu lo, gue merasa lo aman. Paman lo gak tahu lo menikah?" tatapan menyelidik Arlan menghujam Carissa.


"Gue SMS malam pas gue mau akad, cuma paman gak balas sih. Terakhir ketemu bagaimana keadaan paman?" Arlan tersenyum.


"Paman terlihat baik-baik saja, kenapa tidak pulang sekalian?". Carissa menggigit bibirnya kemudian menghela napasnya.


"Dulu, gue gak punya ongkos dan gue kan kuliah kalau libur gue bantu-bantu ibu kos nyapu biar dapat sedikit uang. Kalau sekarang gue udah punya semuanya, tapi gue belum pernah membicarakan ini dengan suami gue. lo tahukan gue udah bersuami" Arlan mengangguk, sekarang Carissa perlu berunding dengan suaminya untuk membuat keputusan.


"Lan, masih ada yang mau diomongin?" Pria itu mengangguk, Carissa duduk menunggu Arlan selesai makan.


Selesai makan Arlan kemudian kembali fokus menatap Carissa.


"Caris, lo tidak merasa ada yang aneh dengan pernikahan lo?" Arlan menatap Carissa serius.


"Aneh?" Gadis itu terlihat berpikir kemudian menggeleng.

__ADS_1


"Rissa, aku sedikit lancang tapi aku udah cari tahu tentang pernikahan kamu. Suami kamu itu dikabarkan gay, apalagi keluarga mereka yang sukar didekati oleh wanita." Arlan terdengar serius dan melanjutkan.


"Rissa, gue itu takutnya lo hanya dimanfaatkan oleh suamimu itu?" Carissa menggeleng, sejauh ini Tuan Aaron sangat baik padanya. Terkecuali papanya Aaron dan sepupunya, Sasha.


"Sejauh ini, aku belum melihat itu Lan. Kamu jangan khawatirin aku, aku bisa kok jaga diriku baik-baik" Carissa tersenyum meyakinkan.


Arlan mengangguk tidak mengatakan apapun lagi.


“ Kalau sama paman lo, lo ada kecurigaan nggak?” Carissa mengernyit heran.


“Curiga apaan?” arlan tersenyum kecil dan menggeleng.


" Lupain saja, kalau ada apa-apa, hubungi gue ya!" Carissa mengangguk kemudian pamit untuk pulang duluan. Arlan menatap kepergian Carissa dengan pandangan yang penuh khawatiran. Baru saja Arlan juga mau pergi dari tempat itu seseorang menghampiri nya melayangkan tamparan pada pipinya. Arlon kaget melihat siapa yang menamparnya.


"Dewi, ngapain lo nampar gue?" Arlan mengepalkan tangannya ingin membalas gadis itu.


"Jadi ini alasan lo putusin gue? Ala-ala nggak bisa LDR-an, ternyata hanya akal-akalan Lo agar dekat dengan Carissa!" Dewi berteriak, semua yang dilakukannya sia-sia untuk pria ini.


" Ini nggak seperti yang kamu pikir, aku dan Carissa tidak seperti itu. Kamu selalu cemburu, aku tidak biasa Wi, aku lelah." Arlan menghela napas, pria itu harus menjelaskan dengan baik agar dewi paham.


"Gue harus jagain Carissa, Wi. dan kamu tidak setuju untuk itu. Kamu berhak bahagia, jangan cari aku lagi Wi. Carissa itu dalam bahaya, dan dia butuh aku sekarang." Dewi kesal, gadis itu mendekati Arlan.

__ADS_1


"Brengsek" maki Dewi menyiramkan sisa minuman yang ada di meja ke muka Arlan.


Dewi berlari bersama linangan air mata, Sok-sok banget jadi malaikat penyelamat untuk Carissa. Dewi tersenyum menyeringai, sore ini giliran Carissa yang akan dilabraknya. Biar tahu rasa Carissa, gara-gara gadis itu Arlan memutuskan dirinya.


__ADS_2