Terjebak Pernikahan (1)

Terjebak Pernikahan (1)
Carissa terhimpit


__ADS_3

Rega menatap datar Fani yang terlihat sibuk dengan keranjang buah-buahannya. Gadis itu terlihat sangat antusias untuk pergi menjenguk Nadirah, adik Aaron yang kecelakaan. Rega yang baru sampai dari kampung oma Aaron menjadi bertambah lelah ketika Fani menelponnya untuk datang di apartemennya dan sekarang dirinya menjadi patung yang hanya mengamati tingkah gadis itu.


"Lo, yakin mau ketemu mereka? Lo yakin mau menghadapi papanya Aaron? Bagaimanapun pandangan Nurmansyah sama lo masih sama, perempuan miskin!" Rega menghembuskan napasnya kasar, apalagi Fani dengan keras kepala tidak menanggapi omongannya.


"Terserah lo deh, kalau lo mau keras kepala. Tapi kalau nanti lo dipermalukan lagi, gue akan gue turunin lo dijalanan." Fani mengangkat bahu acuh, tidak peduli pada omelan Rega.


"Lo jangan marah-marah nanti lo cepat tuwir, sini antarin gue!" Fani menarik tangan Rega dan menyeret pria itu mengikutinya keluar dari apartemen miliknya.


Sepanjang jalan Rega diam, tidak mengeluarkan satu kata pun untuk mengajak Fani berbicara. Fani tidak terlalu memikirkan hal itu, sejak dulu Rega memang tidak pernah senang ketika dirinya membahas Aaron ataupun bertemu Aaron.


Fani segera turun dan masuk ke rumah Aaron, Rega mengekori gadis itu. Fani mendekati Aaron dan mengucapkan ucapan bela sungkawa gadis itu memberikan keranjang buah pada Aziz, agar asisten itu yang memberikannya pada Nadirah.


Aaron segera mengajak Fani menjauh, pria itu menitikkan air matanya di hadapan Fani. Fani menyemangati Aaron, ini kali kedua Aaron terpukul berat seperti ini. Pertamanya adalah ketika mereka masih remaja, Aaron terpukul karena kepergian opanya. Saat itu Fani, selalu menemani pria ini, Fani mengelus punggung Aaron.


"Gue merasa gagal Fan, makasih Lo sudah mau datang. Setidaknya gue punya tempat untuk mengeluarkan kesedihan gue." Fani mengangguk, gadis itu senyum setidaknya kedatangannya agak berguna bagi Aaron.


"Sama-sama Ron, ngomong-ngomong dimana istri lo gue mau kenalan dong?" Fani sejak tadi tidak melihat wanita yang cocok untuk istri Aaron.


"Dia,,,dia di rumah temannya." Aaron terdiam tidak berbicara lagi.


"Gue, merasa ini semua salah gue. Harusnya gue ajak dia ke kampung oma, harusnya gue tidak lengah sedikitpun. Gue Abang yang gagal, Fan!" Aaron menitikkan lagi air matanya, membuat Fani ikut terluka melihat air mata yang jatuh dari mata pria itu.


"Bukan salah lo, lo kakak yang baik untuk Nadirah kok." Fani memeluk pria itu dan mengelus punggungnya beberapa saat.

__ADS_1


" Tetap saja, gue merasa gagal." Aaron bersuara lirih, Fani memaklumi Nadirah adalah adik Aaron yang pasti Aaron sangat sayangi. Fani terus memberikan masukan-masukan bijak pada Aaron sembari mengusap punggung pria itu.


Rega yang benci dengan adegan yang jaraknya beberapa meter dari hadapannya, mengeluarkan ponselnya dan merekam adegan itu. Rega akan menemui Carissa, Aaron brengsek begitupun Fani, tapi Rega tidak bisa mengalahkan Fani sepenuhnya. Nurmansyah pamit pada Rega untuk pulang, Rega mengangguk dan menunggu Fani yang masih bersama Aaron. Setelah Aaron merasa baikan, Fani pamit pulang. Gadis itu segera menghampiri Rega, untuk mengantarnya. Rega memasang wajah datar, tidak mengeluarkan sepatah katapun untuk Fani.


Setelah lama terdiam, Rega mengeluarkan suaranya memecah keheningan diantara mereka berdua.


"Fan, lo jangan bodoh. Aaron itu hanya akan menyakiti kamu, dia sudah punya istri!" Fani mendengus malas, Rega mulai lagi membahas ini.


"Kan bisa diceraikan istrinya, lo kenapa sih. Gue kesana maksudnya baik, biar Aaron tidak terlalu terpuruk. Lagian salah istrinya kenapa dia tidak bersama Aaron sekarang?" Fani mencebik pada Rega dan memainkan ponselnya.


"Maksudnya lo memang baik, itu pengakuan bibir lo. Tapi bagaimana dengan hati lo? Apa hati lo juga berniat baik?" Fani terdiam, dan menghela napas menatap Rega jengah.


" Ga, gue capek bahas ini, karena akhirnya kita berdua yang akan berantem. Gue capek, lo satu-satunya sahabat yang gue punya!" Rega tersenyum miris, selalu saja seperti ini. Kapan gadis ini akan sadar sih?


"Terus kalau gue masih cinta apa masalahnya sama lo? Asal Lo tahu gue yang duluan dan Aaron bukan istrinya!" Fani berteriak kesal, Rega memukul stirnya kesal. Pria itu mengalah tidak berbicara lagi.


Malam ini Zein tidak langsung pulang ke rumahnya, pria itu pergi ke makam yang jauh dari pusat kota. Zein tidak peduli jika seandainya ada pocong, kuntilanak atau apapun yang menyeramkan di pemakaman ini. Pria itu berjalan dengan penuh keberanian, matanya basah ketika mendekati makan yang bertuliskan Sarah Hamid.


"Kak, pria itu meminta aku untuk menikahi gadis itu. Tapi aku tidak yakin aku tidak punya jawabannya, aku takut jika seandainya aku malah melukai gadis itu." Zein mengelap air matanya.


"Kak, demi lo gue menanggung perasaan bersalah ini, demi lo gue bersusah payah sejauh ini. Tapi jika pada akhirnya harus menikahi Nadirah suatu saat nanti bagaimana aku mengatasi semuanya kak?" Zein menangis tersedu-sedu memeluk nisan kakaknya.


"Kak, aku kangen kalian. Kakak, papa dan mama. Kak, jika aku akhirnya menikahi gadis itu, maka restuilah kak." Zein memeluk erat nisan itu, Zein melampiaskan rindunya.

__ADS_1


Di rumah Dewi, Carissa terbangun di pertengahan malam. Dewi terlihat tidur dengan nyenyak. Carissa masih lagi memikirkan siapa orang yang berani-beraninya menggunakan dirinya sebagai kambing hitam. Orang itu pasti orang yang mengetahui permasalahan diantara mereka. Zein kah? Zein adalah orang yang sama dengan orang yang ditemuinya di restoran dan dikampus. Itu pasti bukan kebetulan belaka? Tapi jika Zein pelakunya, bukankah dia anak buah Nurmansyah, pasti Nurmansyah memperlakukannya dengan baik. Jadi motivasi apa yang akan membuat Zein sebagai pelaku utama?


Carissa juga terpikir pada paman Lou, bisa saja pamannya itu menggunakan kesempatan ini untuk menekan Carissa. Tapi kalau pelakunya paman Lou, kenapa harus Nadirah yang dinodai?


Ataukah ada orang yang menaruh dendam pada Nadirah, Ben misalnya? Ben mantan Nadirah, yang sekarang kembali mengejar-ngejar Nadirah. Tapi kalau Ben pelakunya apa motivasinya sedangkan yang selingkuh adalah Ben, bukan Nadirah. Jadi seharusnya pria itu tidak memiliki dendam yang seperti itu.


Apa mungkin musuh Aaron atau musuh Nurmansyah yang melakukan perbuatan keji dan tercela ini? Nadirah adalah emas bagi Nurmansyah dan Nadirah, dan kejadian ini bisa dijadikan kekuatan untuk menekan Aaron dan Nurmansyah?


Carissa menggeleng-gelengkan kepalanya, tapi kenapa dirinya yang dijadikan kambing hitam? Berarti orang itu sudah mengetahui perselisihan antara mereka sekeluarga. Carissa meremas kepalanya, kenapa jadi membingungkan seperti ini ya?


*******


Di kampungnya Lou tersenyum senang, sedikit lagi rencananya akan berhasil. Carissa pasti akan mudah luluh pada istrinya. Lou tersenyum membayangkan dirinya akan kaya raya sebentar lagi, kerja kerasnya selama ini akan terbayar tuntas. Bertahun-tahun dirinya menggu saat ini, Lou menghembuskan asap rokoknya dan tertawa terbahak-bahak. Ketukan pintu membuat Lou berdiri dan membukakan pintu melihat siapa yang datang menemuinya.


"Ada kabar apa sampai beraninya kau mengganggu pagiku Lex?" Alex menatap bosnya riang mengabaikan tatapan tajam milik bosnya.


"Carissa semakin terpojok bos, gadis itu dituduh melakukan kejahatan dengan membayar orang untuk menodai adik iparnya." Lou terbelalak, kemudian tertawa kejam.


"Itu berita yang bagus, buat gadis itu terpojok dan akhirnya bercerai dari suaminya. Gagalkan semua usaha gadis itu mencari bukti untuk melindungi dirinya." Alex mengangguk, kemudian pamit.


Carissa, Carissa malang sekali nasibmu. Dulu aku kesusahan untuk menggapaimu karena suamimu yang ***** itu melindungimu, tapi sekarang? Hahahahahha. Kamu makin terpojok Carissa, suamimu curiga padamu dan mengumpulkan bukti untuk menghukummu. Dia akan lengah, dan aku tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk menghadapimu, hehehehe. Aku hanya perlu memperhitungkan waktu yang tepat untuk menyerang dirimu Carissa, hehehehe.


Salahmu yang terlahir sebagai cucu dari keparat tua bangka itu! Lou tertawa terbahak-bahak, api dendam berkobar-kobar dimatanya, sebentar lagi. Ya, SEBENTAR LAGI!!

__ADS_1


__ADS_2