
Sekarang Carissa duduk termenung menunggu kedatangan seseorang yang menghubunginya meminta untuk bertemu. Carissa tidak tahu hal penting apa yang akan dibicarakan oleh pria yang menghubunginya itu. Intinya adalah pria itu ingin membicarakan sesuatu hal penting mengenai Aaron.
Carissa menunggu sambil menggerutu, sesekali melirik jam yang ada dipergelangan tangannya. Carissa semakin kesal, ketika minuman cendol yang dibelinya dari pedagang kaki lima itu sudah habis sebanyak dua gelas, itu cowok mau ketemuan atau benar hanya ingin mempermainkannya? Ini sudah sangat terlambat untuk sebuah pertemuan gerutu Carissa.
Seorang pria berjalan tergesa-gesa menuju taman yang dekat dengan kantornya, matanya jelalatan mencari keberadaan wanita yang ingin ditemuinya. Rega mengelap keringat yang bercucuran, apalagi tadi Fani datang lagi meminta bantuannya mengutus proposal tentang restoran yang dibangun oleh gadis itu. Rega melirik jam yang ada ditangannya, satu jam sudah berlalu. Semoga Carissa belum pergi dari taman, batinnya.
Pria itu makin berlari kencang dan duduk dengan napas yang ngos-ngosan, syukurlah Carissa masih menunggunya walaupun gadis itu menatapnya dengan tatapan kesal. Rega menyunggingkan senyum lega, dengan wajah yang terlihat sangat lelah sekarang. Carissa menatap pria itu mengernyit, tanpa berkomentar apapun.
"Hhhh mahhhkasihhh sudah mau menunggu aku, mmmaaf akuu telat hhh.” Pria itu masih dengan napas yang tersengal-sengal yang membuat Carissa menggelengkan kepala. Pria ini pasti terburu-buru karena sudah sangat terlambat.
"Lo atur napas dulu baik-baik baru lo ngomong!" Rega tersenyum kaku, dan mengatur napasnya yang masih ngos-ngosan ini sambil s sekali menyeka bulir-bulir keringat di dahinya. Carissa menyedot cendolnya menunggu napas pria ini normal dan pria ini mulai bicara padanya.
"Maaf gue telat, gue tadi ada urusan dengan Fani. Terimakasih sudah menunggu gue datang!" Rega tersenyum setelah napasnya mulai teratur, pria itu berbicara sambil menghapus sisa-sisa keringatnya. Carissa menganggukan kepalanya.
__ADS_1
" Oke dimaafin, gue juga sudah mau pulang tadi cuma cendol gue juga belum habis jadi gue habisin dulu." Carissa memperlihatkan cendolnya yang masih setengah gelas. Rega menatap Carissa mengangguk.
"Ngomong-ngomong, lo mau ngomongin apa sama gue sebenarnya?" Carissa menatap santai Rega, Carissa juga kaget kenapa Rega tiba- tiba meminta ketemu dengan dirinya.
"Gimana ya? Gue sebenarnya tidak enak mau ngomongin ini." Rega tersenyum canggung pada Carissa. Tapi demi kebahagiaan Fani dirinya harus mengatakan hal ini pada Carissa, Rega berpikir sejenak memilih kata yang tepat agar carissa tidak salah paham pada dirinya.
" Lo langsung ngomong saja. Memang lo mau ngomong tentang apa sih?" Carissa menatap pria itu dengan sangat penasaran. Rega mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada Carissa rekaman video tadi malam. Saat Aaron memeluk Fani dan Fani mengelus-elus pundak Aaron.
"Masa lo nggak ngerti? Mereka itu dekat banget, masa lo tidak cemburu?" Carissa tertawa menatap Rega.
"Cemburu? Untuk apa? Mereka kan cuma pelukan biasa." Carissa menampilkan senyum sinisnya, Carissa tidak tahu apa tujuan pria ini memperlihatkannnya video seperti ini. Carissa cemburu? Cariss mencoba untuk tidak peduli, lagi pula itu belum tentu juga kenyataan. Carissa tidak mau gampang terprovokasi oleh orang lain. Namanya rumah tangga walaupun banyak yang senang dengan rumah tangga mereka yang baik-baik saja tapi tetap saja ada yang iri, pria ini salah satunya.
"Oke! Sepertinya lo belum mengerti. Jadi Aaron dan Fani pernah dekat dulu pas kami kuliah, tapi kedekatan mereka ditentang oleh keluarga besar Aaron. Jadi Fani akhirnya melanjutkan pendidikannya di Paris sama pamannya. Aaron sudah berjanji untuk menunggu gadis itu, rakat mereka sama-sama berjanji untuk kembali sama-sama setelah Fani sukses dan bisa membuktikan pada keluarga besar Aaron jika gadis itu mampu dan pantas untuk bersanding bareng Aaron. Tapi sekarang semua berantakan karena Aaron menikahi lo, gue nggak tahu apa alasan pernikahan kalian berdua tapi yang pasti gue minta lo mundur dari pernikahan lo bagaimanapun juga lo itu merusak kebahagiaan Fani. Lo yang menjadi penghalang untuk mereka berdua." Rega menatap Carissa tajam, Carissa balas menatap Rega tajam. Siapa Rega? sampai seenak jidatnya memintanya mundur dari pernikahan ini. Rega menatap Carissa semakin tajam ketika melihat Carissa terlihat berapi-api dan tersenyum menyeringai terhadapnya.
__ADS_1
" Aku yang merusak kebahagiaan Fani? Serius, kamu yakin? Kalau kamu mau melindungi Fani, kenapa kamu tidak minta Aaron yang melepaskan aku? Bagaimanapun Aaron yang memulai semua ini, Rega!" Carissa berbisik tajam menatap Rega tanpa gentar.
"Tapi semua akan lebih mudah dengan kamu yang mundur! Kamu jangan egois, kamu yang merusak disini! Kamu menjebak Aaron kan?" Rega menatap Carissa tajam setelah berteriak pada gadis itu. Carissa tersenyum remeh, menyulut korban api kemarahan dalam diri Rega. Aku yang menjebak Aaron? Aku yang perusak? Carissa tertawa terbahak-bahak, gadis itu balas menatap Rega sinis dan menyeringai kejam.
"Kamu membuang-buang waktuku Rega, aku kira ada hal yang sangat penting ternyata kamu hanya membicarakan hal-hal konyol." Carissa beranjak dari duduknya, dan mengabaikan tatapan Rega yang sangat tajam pada dirinya.
"Aku yang menjebak? Ha ha ha. Jika aku yang menjebak Aaron, lantas kebodohan apa yang menyeretmu sehingga engkau berani datang kesini memintaku mundur dari pernikahanku?" Carissa tersenyum kecil dan mengedipkan matanya kemudian berlalu meninggalkan Rega yang menggenggam penumbuknya erat, Carissa benar-benar keterlaluan! Dasar perempuan penggoda! Dasar perempuan siala! Teriakan Rega terbawa oleh angin siang yang tidak didengar lagi oleh Carissa yang berjalan angkuh.
Carissa berjalan dengan hati yang perih, keangkuhan yang diperlihatkan pada Rega tadi luntur seketika, hatinya sangat sakit dengan kenyataan yang disampaikan rega. Ternyata Aaron memang punya hubungan spesial dengan gadis yang bernama Fani. Carissa yang menjadi penghalang mereka untuk bersatu lagi setelah mimpi gadis itu tercapai. Tapi ini bukan sepenuhnya salah Carissa, Aaron yang menyeret gadis itu dalam pernikahan ini. Carissa memejamkan matanya menikmati semilir angin yang membelai wajahnya, setelah itu Carissa kembali terduduk.
Fani gadis yang beruntung, dirinya di cintai oleh dua pria yang hebat Aaron dan Rega, bahkan Rega sampai datang jauh-jauh hanya untuk meminta Carissa mundur dari pernikahannya. Itu pasti Rega lakukan karena pria itu juga mencintai Fani. Carissa tersenyum sedih sekaligus cemburu, Fani sangat beruntung sekali bisik hatinya. Carissa menatap langit, menikmati gumpalan-gumpalan awan untuk sejenak menahan air mata yang tanpa diminta mendesak keluar.
*******
__ADS_1